Pencarian

Brand
Tempo
Penulis
Tempo
Kategori
Buku
Fiksi (1)
Non Fiksi (4)

Format
(4)
Soft Cover (1)

Bahasa
(4)
Indonesia (1)

Hasil: 1 - 5 dari 5
GRIDLIST
1.
Soft Cover, Februari 2022 Rp. 110.000 Rp. 88.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Di masa lalu, Afganistan seperti negeri dongeng. Alamnya sangat indah. Dataran tingginya memiliki bukit yang berlapis-lapis yang menjaga dari kekejaman cuaca yang kerap tak menentu. Lembahnya yang subur menjadi begitu berwarna-warni di musim semi, saat mereka merayakan Nauruz di bulan April. Sungai-sungainya mengalirkan air yang sangat dingin, dari es di gunung-gunung tertinggi mereka yang meleleh di musim panas. Masyarakatnya hidup dalam damai. Mereka menjunjung tinggi nilai-nilai tradisional ...
2.
April 2017
Stock tidak tersedia
WHO was Sjam, a man with five aliases? Who was this native of Tuban, East Java, who was an atheist yet known to be good at reciting verses from the Qur’an? Was he a double agent or just a loyal follower of PKI Chairman D.N. Aidit? The G30S tragedy is a mystery whose secrets have never been fully uncovered. Sjam Kamaruzaman is an important figure in the chaos ...
3.
April 2017
Stock tidak tersedia
Dan sampailah buku ini di tangan Anda. Lalu apa? Seketika meletakkannya di rak buku? Sekadar membolak-balik halamannya? Atau membaca tulisan satu-dua penulis yang Anda kenal. Atau mungkin Anda membaca sedikit, seperempat, separuh, atau sebagian besar buku ini. Bagi Tempo Institute—barangkali juga bagi Garuda Indonesia dan GE, yang menjadi mitra kami tahun ini—semua pilihan itu sepenuhnya milik Anda. Bila Anda tak membacanya sama sekali, satu kesempatan telah terbuang percuma. Anda terlewat ...
4.
April 2017
Stock tidak tersedia
IN his body flowed Dutch, French, German and Javanese blood, yet François Eugène Douwes Dekker’s spirit was nationalism, rooted among the local population. He was the first person to establish a political party in Indonesia, prompting Dutch colonial officials to brand him dangerous, for his capacity to provoke ‘native’ Indonesians into rebelling ...
5.
April 2017
Stock tidak tersedia
SHE had dreams and yearnings many of us share: rights and choices, rebelling against customs and traditions that shackled her intellectual growth—feudalism, polygamy and other forms of discrimination against women. Unlike many of us ,however, she was restricted in how she could manifest those aspirations. ...