Pencarian

Brand
USD
Format
Soft Cover
Kategori
Buku
Filsafat (1)
Sejarah (2)
Textbooks (1)


Hasil: 1 - 4 dari 4
GRIDLIST
1.
No Image Available
Soft Cover, Mei 2014
Stock tidak tersedia
Driyarkara sebagai pemikir dan pendidik jejaknya di tempatkan dalam tiga kelompok tulisan yang ditinggalkannya. Pertama, sebagai pengajar. (istilah ini dipilih, untuk tidak menyebutnya sebagai pendidik). pengajar dalam artian menyiapkan bahan pembicaraannya, bahwa ajarnya, yang secara jelas, jernih,dan metodis layaknya seorang guru. Tema -temanya tentu terkait dengan pendidikan,dan perlunya pendidikan guru sekolah menegah saat itu. kedua, sebagai pembicara di radio. sebagaimana tertuang dalam ...
2.
No Image Available
Soft Cover, Mei 2014
Stock tidak tersedia
Membicarakan pancasila,pada masa sekarang, menjadi sesuatu hal yang langka, dan mungkin sedikit "aneh". Ditengah hingar bingarnya eforia politik era reformasi, di tengah mengguritnya kapitalisme dan neoliberalisme, bangsa ini tentang Pancasila. Suatu ide yang patut mendapatkan apresiasi. Daniel Bell pernah berujar bahwa "ideologi telah mati". pernyataan ini terlalu frustasi mencermati "pertarungan ideologis" yang Vis a vis secara diametral saling mengalahkan. ...
3.
No Image Available
Pengukuran Psikologis oleh A. Supratiknya
Soft Cover, April 2014
Stock tidak tersedia
Pengukuran Psikologis atau psikometri merupakan salah satu bidang kajian dalam psikologi yang bisa di sebut sarat silang pendapat. Sebagai subdisiplin yang mendasarkan diri pada asumsi- asumsi positivistik-esensialistik-realistik, dia cenderung "dimusuhi" bahkan oleh saudara-saudaranya sendiri di lingkungan psikologi yang memilih mengikuti asumsi-asumsi konstruktivistik-hermeneutik-interpreatif,dan dianggap ketinggalan zaman. Dalam layanan intervensi psikologis di lingkungan klinis, ...
4.
No Image Available
Soft Cover, April 2014
Stock tidak tersedia
Ose Drijarkara merupakan ziarah menempuh perjalanan pemikiran Drijarkara. Berziarah,menyertai sebagaimana Drijarkara dulu berziarah. Bukan repetisi , bukan reproduksi, tapi sungguh-sungguh menempatkan diri di mana dia berada. Dalam hal itulah ‘ ada’ dia menjadi khas , genuine dengan segala kekhasanya itu. Disitulah ditempatkan. Dengan demikian berdialog. tidak melulu dengan memamah , mereproduksi, tapi menelusuri, menapaki, menemukan posisinya sekaligus menempatkan diri didalam ...