Pencarian

Penulis
Charles Dickens
Kategori
Buku

Format
Soft Cover (27)

Bahasa
Indonesia (20)
English (7)

Hasil: 1 - 20 dari 27
GRIDLIST
1.
Kidung Natal (A Christmas Carol) oleh Charles Dickens
Soft Cover, Februari 2025 Rp. 59.000 Rp. 47.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Ebenezer Scrooge adalah orang yang kikir, egois, dan tak peduli pada orang lain. Menjelang Natal, dia dikunjungi oleh tiga roh: Roh Natal Masa Lalu, Masa Kini, dan Masa Depan. Roh Natal Masa Lalu menunjukkan kenangan masa kecil Scrooge yang penuh kebahagiaan. Roh Natal Masa Kini memperlihatkan kesulitan orang-orang di sekitarnya, termasuk keluarga miskin Bob Cratchit, karyawan Scrooge. Roh Natal Masa Depan menggambarkan masa depan gelap Scrooge jika dia tidak berubah. Tersentuh oleh pengalaman ...
2.
GREAT EXPECTATION (REPUBLISH 2025) oleh Charles Dickens
Soft Cover, 2025 Rp. 135.000 Rp. 108.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Sejak kecil, Pip yang yatim piatu hidup menumpang di rumah kakak perempuannya dan suaminya. Namun, sebuah pertemuan tak terduga dengan seorang buronan, serta undangan misterius ke rumah Miss Havisham yang penuh rahasia, mengubah jalan hidupnya. Ketika seorang dermawan memberinya kesempatan menjadi bangsawan di London, Pip yakin takdirnya adalah meraih cinta Estella, gadis cantik berhati dingin yang membelenggu hatinya sejak remaja. Namun di balik ambisi, kebanggaan, dan harapan besar yang ...
3.
Soft Cover, 2025 Rp. 115.000 Rp. 92.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Inggris abad 17, Lucie Manette tinggal bersama sang ayah, Dokter Manette, mantan korban kekejaman bangsawan Prancis. Kecantikan dan kebaikan hati Lucie merebut hati Charles Darnay, bangsawan pelarian Prancis. Bak gayung bersambut, Lucie pun tertarik pada Charles. Sydney Carton, yang membantu pelarian Charles sebenarnya juga mencintai Lucie. Namun, Sydney memilih memendam perasaannya karena dia sadar, dirinya yang serampangan tak pantas bersanding dengan Lucie. Revolusi Prancis pecah, Charles ...
4.
Soft Cover, 2022 Rp. 129.000 Rp. 103.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier

Sebagai bocah yatim piatu yang tinggal bersama kakak perempuan dan suaminya, Pip tidak pernah memiliki harapan. Namun ketika dia mulai mengunjungi seorang wanita tua kaya raya, Miss Havisham, dan keponakan angkatnya, Estella, mulailah Pip mengharapkan kehidupan yang lebih baik. Kemudian Pip mewarisi sejumlah besar uang dari seseorang misterius, dan dia pun pindah ke London untuk belajar menjadi pria terhormat.

Charles Dickens, salah satu penulis yang paling dicintai dalam Sastra Inggris, telah menikmati kemasyhuran selama hidupnya. Selain dikenal lewat novel-novelnya, Dickens juga bekerja sebagai jurnalis serta menulis esai dan drama. Karya-karya Dickens dipuji karena mempunyai daya tarik bagi semua kalangan. Lewat potretnya terhadap tokoh utama yang tak terlupakan dan mengundang simpati, tokoh antagonis yang menyeramkan, serta karakter-karakter jenaka, dia mengomentari sisi baik dan buruk manusia dalam masyarakat.

 

Great Expectations adalah kisah yang fantastis dan kita dapat becermin di dalamnya.”

-The New Yorker

 

“Salah satu novel paling brilian yang pernah ditulis.”

-Jenny Hartley, Pengarang dan Profesor Sastra Inggris

di Roehampton University

 

BAB 1

Nama keluarga ayahku Pirrip, dan nama baptisku Philip, tetapi yang bisa diucapkan secara singkat dan jelas oleh lidah bayiku adalah Pip. Maka, aku menyebut diriku Pip dan semua orang pun me manggilku Pip. Aku mengetahui bahwa Pirrip adalah nama keluarga ayahku, selain dari batu nisannya, juga dari kakakku, Mrs. Joe Gargery, yang menikah dengan pandai besi. Aku tidak pernah berjumpa dengan ayah atau ibuku dan tidak mengetahui wujud mereka (karena mereka hidup lama sebelum foto ditemukan), bayangan pertamaku mengenai sosok orangtuaku mau tidak mau kuperoleh dari batu nisan mereka. Bentuk abjad di batu nisan ayahku memberiku gagasan aneh bah wa dia berbadan tegap, kekar, berkulit gelap, dan berambut ikal hi tam. Dari lekak-lekuk tulisan, “Terbaring Juga, Georgiana, Istri Pria di Atas,” otak kanak-kanakku menyimpulkan bah wa ibuku sakit-sakitan dan wa jah nya berbintik-bintik. Untuk lima batu nisan belah ketupat kecil, masing-masing setinggi sekitar setengah meter, yang berderet r a pi di samping makam orangtuaku dan menyimpan kenangan sa kral k elima adik lelakiku—yang menyerah pada tahap sangat dini da lam perjuangan menghadapi kehidupan—aku yakin seyakin-yakin nya bah wa mereka semua terlahir dalam posisi berbaring dan mengan-tongi tangan, tanpa pernah mengeluarkannya di dunia ini.

Kami tinggal di desa berawa dekat sungai, sekitar dua pu luh mil dari laut. Ingatan terjelas pertamaku mengenai iden titas sepertinya ku dapatkan pada suatu sore yang berkesan. Ketika itulah aku tahu bahwa tempat sunyi yang dipenuhi paku-pakuan ini adalah ku bur an gereja; dan bahwa Philip Pirrip, mantan jemaat gereja ini, juga Geor-giana istrinya, su dah meninggal dan dikubur; dan bahwa Alexander, Bartho  lomew, Abraham, Tobias, dan Roger, bayi mereka, juga sudah me ninggal dan dikubur; dan bahwa dataran liar dan gelap di dekat ku buran, yang hanya dipisahkan oleh tanggul, gundukan-gunduk an tanah, dan gerbang, dan sesekali dikun jungi hewan ternak, adalah rawa; dan bahwa garis kelabu di bawa hnya adalah sungai; dan bahwa sarang makhluk ganas di ke jauhan, tempat angin berasal, adalah laut; dan bah wa bun tal an kecil yang gemetar dan takut pada semuanya, lalu mu lai menangis, adalah Pip.

“Jangan berisik!” seru suara parau milik pria yang men dadak ber diri di tengah kuburan di dekat teras gereja. “Diam, Iblis Kecil, atau kugorok lehermu!”

Tampaklah seorang pria garang berpakaian abu-abu kumal dengan belenggu besi besar di kakinya. Dia tidak bertopi, sepatunya jebol, dan kain kumal membungkus kepalanya. Pria itu basah kuyup, berlepotan lumpur, kakinya luka akibat menginjak-injak batu, dan tubuhnya lecet-lecet akibat belenggu besi, duri, dan semak-semak gatal; dia pincang, ge   metar, memelotot, dan menggeram; dan giginya ber  gemeletuk saat dia menyambar daguku.

“Oh! Jangan gorok leherku, Sir,” aku memohon dengan ngeri. “Tolong, jangan lakukan itu, Sir.”

“Sebutkan namamu!” ujarnya. “Cepat!”

“Pip, Sir.”

“Sekali lagi,” pria itu memelototiku. “Yang keras!”

“Pip. Pip, Sir.”

“Tunjukkan rumahmu,” katanya. “Tunjukkan tempat itu!” Aku menunjuk desa tempat tinggal kami, dataran di antara pepo honan alder dan pollard, sekitar satu mil dari gereja.

Pria itu, setelah menatapku sejenak, menjungkirbalikkanku se-hingga isi sakuku berjatuhan. Tidak ada apa-apa di dalamnya selain se  potong roti. Begitu gereja kembali tegak—saking perkasanya dia, se konyong-konyong badanku sudah terbalik sehingga menara ge reja seolah-olah pindah ke bawah kakiku—aku duduk di atas se-bu ah batu nisan tinggi, gemetar, sementara dia menyantap rotiku de  ngan lahap.

“Hei, Bocah,” kata pria itu sambil menjilati bibir, “pipimu tem  bam.”

Pipiku memang tembam walaupun badanku termasuk kecil dan lemah untuk anak seumurku.

“Menggiurkan sekali,” kata pria itu dengan gelengan mengancam, “aku gila kalau tidak ingin memakannya.”

Dengan jujur, kuungkapkan harapanku agar dia tidak memakan pipi ku. Aku berpegangan erat pada batu nisan yang kududuki, se-bagian agar tidak jatuh, dan sebagian untuk menahan tangis.

“Lihat ke sini!” perintah pria itu. “Di mana ibumu?”

“Di situ, Sir!” jawabku.

Dia terhenyak, mundur beberapa langkah, lalu berhenti dan me nengok ke belakang.

“Di situ, Sir!” terbata-bata, aku menjelaskan. “Terbaring Juga Georgiana. Itu ibuku.”

“Oh!” dia kembali. “Dan ayahmukah yang dikubur bersama-nya?”

“Ya, Sir,” jawabku, “dia juga sudah meninggal; mantan jemaat gereja ini.”

“Ha!” gumamnya sambil berpikir. “Jadi, kau tinggal de ngan siapa—kalau aku membiarkanmu hidup walaupun itu be lum ku-putuskan.”

“Kakakku, Sir—Mrs. Joe Gargery—istri Joe Gargery, si Pandai Besi, Sir.”

“Pandai besi, ya?” katanya. Dia menunduk mantap ke kaki nya. Setelah beberapa kali mengalihkan pandangan suramnya antara aku dan kakinya, dia mendekati batu nisan yang kududuki, meme-gang kedua lenganku, dan mendorongku ke belakang sejauh mungkin agar tatapannya kepadaku kian tajam dan tatapanku kepadanya kian ke habisan daya.

“Lihat ke sini,” katanya, “ini masalah hidup dan matimu. Kau tahu kikir?”

“Ya, Sir.”

“Kau juga tahu belati?”

“Ya, Sir.”

Sehabis melontarkan setiap pertanyaan, dia mendorongku se  makin jauh, sehingga aku semakin merasa tidak berdaya dan ter-a n cam bahaya. 

“Ambilkan kikir untukku.” Dia mendorongku. “Dan belati.” Dia mendorongku lebih jauh. “Bawakan keduanya kemari.” Lagi-lagi dia mendorongku. “Kalau kau tak ingin jantung dan hatimu ter  burai.” Dia terus mendorongku.

Aku benar-benar ketakutan dan lemas. Aku berpegangan ke-pa da  nya dengan kedua tanganku dan berkata, “Mohon tegakkan ba  dan  ku dahulu, Sir, agar aku tidak mual, dan mungkin bisa lebih mem  bantu.”

Dia mendadak menjungkirbalikkanku, sehingga gereja seolah-olah melompati ayam jantan penanda angin di atapnya. Kemudian, dia mencengkeram lenganku dan menegakkanku di atas batu nisan sebelum menyampaikan pesan sarat an cam an:

“Besok pagi, berikan kikir dan belati itu kepadaku. Bawa ke dua nya ke Battery tua di sana. Lakukan saja, jangan coba-coba 

menga ta kan atau mengisyaratkan apa pun bahwa kau pernah bertemu de ngan ku atau siapa pun, dan kau akan tetap hidup. Jika tidak, atau ka lau kau membocorkan omonganku kepada orang lain, sesedikit apa pun, hati dan jantungmu akan kucongkel, lalu kupanggang dan ku makan. Ingat, aku tidak sendirian, kalau itu yang kau kira. Aku ber sembunyi de ngan seorang pemuda, dan dia menganggapku Malai kat. Dia mematuhi semua omonganku. Pemuda itu punya rahasia. Dia pernah menculik seorang bocah, lalu memakan jantung dan hati nya. Percuma saja kalau bocah yang sudah diincarnya mencoba ka bur. Bocah itu bisa saja mengunci pintu, lalu berbaring di ranjang, me nutupi badannya dengan selimut, menutupi kepalanya dengan baju, mengira dirinya aman dan nyaman, tapi pemuda itu akan meng endap-endap dan merobek-robek badan si Bocah. Walaupun harus bers   usah pa yah, aku akan menjauhkan pemuda itu darimu untuk saat ini. Meskipun sulit untuk melarangnya mengincar jeroanmu. Nah, ba ga i mana menurutmu?”

Aku berjanji untuk membawakannya kikir dan makanan seadanya, dan menemuinya di Battery pada pagi buta.

“Katakan, Tuhan akan menyambarmu sampai mati kalau kau ber  bohong!” perintahnya.

Aku mematuhinya, dan dia menurunkanku.

...
5.
A Christmas Carol oleh Charles Dickens
Soft Cover, Desember 2017
Stock tidak tersedia
A Christmas Carol menceritakan kisah Ebenezer Scrooge yang sangat pelit dan sangat membenci Natal. Ia menolak undangan keponakannya, Fred, untuk makan malam bersama keluarganya di malam Natal, bahkan mengejek Fred yang telah menikah. Scrooge juga mengusir pria-pria yang mendatanginya untuk meminta donasi bagi kaum miskin dan papa. Dan Scrooge bahkan harus berdebat dengan karyawannya, Bob Cratchitt, sebelum akhirnya memberikan hari libur di hari Natal. Di malam Natal, tujuh tahun ...
6.
English Classics: Oliver Twist oleh Charles Dickens
Soft Cover, Juni 2017
Stock tidak tersedia
“Please , sir, I want some more.” ...
7.
Soft Cover, Februari 2017
Stock tidak tersedia
Pernah dengar cerita tentang seorang kakek tua pelit di Inggris yang dihantui oleh tiga roh natal? Cerita tersebut merupakan kisah legendaris yang ditulis oleh Charles Dickens dalam sebuah novel berjudul A Christmas Carol. Kisah yang kental akan nuansa natalnya namun tetap dapat dinikmati oleh semua kalangan. Memberikan pelajaran-pelajaran positif yang berharga bagi Anda semua. Kisahnya diawali dengan kematian Mr. Marley, sahabat berbisnis yang sewatak dengan Mr. Scrooge. Kesuksesan ...
8.
Soft Cover, Desember 2016
Stock tidak tersedia
Scrooge adalah orang yang kikir, bahkan dia juga sangat kikir terhadap dirinya sendiri. Hingga suatu hari para sosok Natal mendatangi Scrooge. Scrooge dan para sosok mendatangi dirinya di masa lalu, masa sekarang, dan masa depan, sehingga akhirnya dia pun menyadari kesalahan yang pernah dilakukannya ...
9.
A Tale of Two Cities oleh Charles Dickens
Soft Cover, Maret 2016
Stock tidak tersedia
Inggris abad 17, Lucie Manette tinggal bersama sang ayah, Dokter Manette, mantan korban kekejaman bangsawan Perancis. Kecantikan dan kebaikan hati Lucie merebut hati Charles Darnay, bangsawan pelarian Perancis. Bak gayung bersambut, Lucie pun tertarik pada Charles. Sydney Carton, yang membantu pelarian Charles sebenarnya juga mencintai Lucie. Namun Sydney memilih memendam perasaannya karena dia sadar, dirinya yang serampangan tak pantas bersanding dengan Lucie. Revolusi Perancis pecah dan ...
10.
Great Expectations oleh Charles Dickens
Soft Cover, Agustus 2015
Stock tidak tersedia
Sebagai bocah yatim piatu yang tinggal bersama kakak perempuan dan suaminya, Pip tidak pernah memiliki harapan. Namun ketika dia mulai mengunjungi seorang wanita tua kaya raya, Miss Havisham, dan keponakan angkatnya, Estella, mulailah Pip mengharapkan kehidupan yang lebih baik. Kemudian Pip mewarisi sejumlah besar uang dari seseorang misterius, dan dia pun pindah ke London untuk belajar menjadi pria terhormat. Charles Dickens, salah satu penulis yang paling dicintai dalam Sastra Inggris, telah ...
11.
Oliver Twist oleh Charles Dickens
Soft Cover, Februari 2015
Stock tidak tersedia
Oliver Twist ...
12.
No Image Available
Serial Petualang: Oliver Twist oleh Charles Dickens
Soft Cover, September 2013
Stock tidak tersedia
"Jangan menangis, Bocah. Kau akan jadi pekerja magang dan diurus oleh seorang pria baik hati. Berterima kasihlah kepadanya karena kau tidak akan lagi membebani kota ini," kata Tuan Bumble, seseorang yang biasanya memukulinya. *** Kisah tentang seorang anak yatim piatu yang disia-siakan memang mudah menarik simpati siapa pun untuk membacanya. Tapi, Oliver Twist bukanlah sekadar cerita sedih untuk mencari simpati dan menguras air mata pembaca. Lebih dari itu, novel ini dengan ...
13.
No Image Available
Ghost Stories oleh Charles Dickens
Soft Cover, Desember 2012
Stock tidak tersedia
Sepanjang hidupnya, Charles Dickens menunjukkan minat yang tinggi pada fenomena-fenomena supranatural. Dia sendiri berpikiran terbuka dan menerima eksistensi dari fenomena-fenomena supranatural. Kesukaannya dengan drama dan cerita-cerita bertemakan hantu menjadikannya salah satu penulis hebat tentang kisah-kisah hantu. Dalam buku ini, ditampilkan beberapa karya terbaiknya, berkaitan dengan fenomena spiritual dan eksistensi  mereka, makhluk yang konon hidup berdampingan dengan ...
14.
No Image Available
Soft Cover, Juni 2010
Stock tidak tersedia
Salah satu masterpiece klasik dunia, hasil karya penulis kenamaan Charles Dickens, sebuah kisah yang sangat menyentuh, menceritakan tentang cinta sejati dan pengorbanan di masa penuh ketidakpastian dan ketakutan: revolusi Prancis. Kisah Dua Kota telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa dan dibuat beberapa film layar lebar maupun serial di televisi. ...
15.
No Image Available
The Greatest Love Stories oleh Charles Dickens, Fyodor Dostoyevski, Guy de Maupassant, HG Wells
Soft Cover, Februari 2006
Stock tidak tersedia
"....Cinta adalah sebuah misteri yang hanya dapat dijelaskan oleh Tuhan atau dewa-dewa. Tapi aku yakin akan satu hal- sekali seorang pria mencintai seseorang dengan tulus maka dia akan selalu mencintainya.. Adat Istiadat, hukum dan agama tidak dapat mengendalikannya, tidak ada yang bisa mengubahnya, tidak ada yang bisa menenangkannya, tidak ada yang bisa memadamkan api yang membara di dalam sini" Buku ini memuat sebelas kisah klasih yang becerita tentang segala macam cinta yang ada di ...
16.
Soft Cover Rp. 70.000 Rp. 56.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Sepanjang petualanganku, tak biasanya kutemukan harga murah dalam tagihanku; saat kembali dari petualanganku, tak pernah kudapat sedikit pun komisi. Sebagai pelancong kota, aku tak pernah terlihat tengah menyetir van lincah baru yang besarnya menyaingi pianoforte, dan bagian dalamnya seperti oven tempat beberapa nampan besi dipanggang bertumpuk-tumpuk. Sebagai pelancong desa, jarang sekali aku bisa ditemukan dalam sebuah pedati, dan tak akan bisa ditemukan dalam kereta mewah, menunggu ...
17.
Anggrek Setan; Kumpulan Cerpen oleh Charles Dickens dkk.
Soft Cover Rp. 65.000 Rp. 55.250 (15% OFF)
Stock di Gudang Supplier
KISAH DARI PENGASUHKU: KAPTEN JAGAL DAN TAWAR-MENAWAR DENGAN IBLIS Charles Dickens MARKHEIM Robert Louis Stevenson CATATAN HARIAN MENDIANG HAKIM Guy de Maupassant KERTAS DINDING KUNING Charlotte Perkins Gilman MENYEMAI ANGGREK SETAN H.G. Wells LOLONGAN DARI NERAKA H.P. Lovecraft KURSI BERTUBUH Edogawa Ranpo HAWA DINGIN H.P. Lovecraft MAWAR TERAKHIR UNTUK EMILY William Faulkner JOHNNY SANG JURU PANIK ...
18.
Romansa Hari Libur oleh Charles Dickens
Soft Cover Rp. 50.000 Rp. 40.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Merasa bahwa akan seumur hidup menjejak bumi selaku bocah,—maksudku lelaki dewasa,—yang tercemar harga dirinya, atau bahwa aku harus membersihkan nama baikku, aku menuntut untuk diadili di Pengadilan Militer. Kolonel mengakui hakku untuk diadili. Beberapa kesulitan muncul dalam usaha pembentukan pengadilan itu, terutama penolakan bibi Kaisar Prancis untuk mengizinkan sang kaisar keluar. Kaisarlah yang menjadi Hakim Ketua. Belum juga kami menunjuk penggantinya, dia sudah melarikan diri lewat ...
19.
OLIVERTWIST (REPUBLISH) oleh Charles Dickens
Rp. 139.000 Rp. 111.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Sinopsis: Oliver Twist mengisahkan orang-orang yang babak belur dihajar kemiskinan. Charles Dickens menulis novel ini pada abad ke-19 sebagai bentuk kritik terhadap kebijakan pemerintah yang kurang peka terhadap kaum miskin di Inggris kala itu. Hingga saat ini kisah bocah Oliver terus menghantui rasa kemanusiaan kita. Novel ini ibarat pengingat betapa kita semua memiliki tanggung jawab sosial untuk mencegah terjadinya hal-hal memilukan akibat kemiskinan. Cerita ini bermula dari Oliver yang ...
20.
Mujahadah oleh Charles Dickens
Soft Cover
Stock tidak tersedia
Mujahadah ...