Pencarian

Brand
Mizan
Penulis
Ahmad Syafii Maarif
Kategori
Buku

Hasil: 1 - 8 dari 8
GRIDLIST
1.
Islam Dan Pancasila Sebagai Dasar Negara
Studi Tentang Perdebatan Dalam Konstituante
oleh Ahmad Syafii Maarif
Soft Cover, Maret 2017
Stock tidak tersedia
“Ahmad Syafii Maarif telah memberi jasa kepada umat Islam Indonesia dalam bentuk rintisan penumbuhan tradisi Islam yang autentik sekaligus kritis.” —Nurcholish Madjid “Buku ini merupakan sumbangan penting dalam kajian politik Islam di Indonesia. Tanpa beban, Penulis (tidak) mengambil jarak dengan objek kajiannya.” —Moeslim Abdurrahman   Munculnya perdebatan sengit soal dasar negara—apakah berdasar Islam ataukah ...
2.
Bengkel Buya
Belajar dari Kearifan Wong Cilik
oleh Ahmad Syafii Maarif
Soft Cover, April 2016
Stock tidak tersedia
Ayat Allah dapat dijumpai pada peristiwa atau fenomena alam atau sosial yang sifatnya sangat sederhana bisa diamati pada air serasah yang terjun, pada semut yang beriring, pada lebah yang bergantungan, pada bunyi siamang ketika subuh, atau kicau murai di pagi hari, juga pada dengungan kipasan sayap enggang saat terbang tinggi...... ...
3.
Fikih Kebinekaan oleh Ahmad Syafii Maarif, Dkk
Soft Cover, Juli 2015
Stock tidak tersedia
Fikih Kebinekaan adalah sebuah rumusan fikih yang berpijak pada fenomena keragaman di masyarakat. Tujuannya adalah untuk memberikan panduan filosofis, teoretis-metodologis, dan praksis di kalangan umat Islam Indonesia dalam mendorong hubungan sosial yang harmonis, menghilangkan diskriminasi, memperkuat demokratisasi, dan memberikan landasan normatif-religius bagi negara dalam memenuhi hak-hak warga masyarakat secara berkeadilan.   Pembahasan Fikih Kebinekaan dilandaskan pada aspek ...
4.
Soft Cover, April 2015
Stock tidak tersedia
Islam lahir dan berkembang sepenuhnya dalam darah dan daging sejarah, tidak dalam kevakuman budaya. Sebagai agama-sejarah, Islam telah, sedang, dan akan terus bergumul dengan lingkungan yang senantiasa berubah. Tujuan Islam adalah mengarahkan perubahan itu agar tidak tergelincir dari jalan lurus kenabian, dari jalan keadilan. Namun, sering kali Islam diasingkan dari persentuhan dengan fakta budaya dan sosial. Buku ini memuat gagasan reflektif dari seorang cendekiawan Muslim dan guru bangsa, ...
5.
Menuju Persatuan Umat oleh Ahmad Syafii Maarif dkk.
Soft Cover, Maret 2012
Stock tidak tersedia
Sebenarnyalah orang-orang mukmin itu bersaudara. Maka perbaikilah (hubungan) di antara saudara-saudaramu. (QS Al-Hujurât [49]: 10) Dan berpegang eratlah pada tali (syariat) Allah, dan jangan bercerai-berai …. (QS Âli ‘Imrân [3]: 103) Seorang Muslim dengan Muslim lainnya adalah bak satu bangunan (sistem)—yang satu memperkuat lainnya. (Hadis) Seorang Muslim dengan Muslim lainnya adalah bak satu tubuh—jika sebagian sakit, ikut menderitalah yang selebihnya. (Hadis)         ...
6.
Soft Cover, Juni 2009
Stock tidak tersedia
"Sebagai guru bangsa, Prof. A. Syafii Maarif menyajikan argumen yang begitu kuat dan komprehensif tentang pentingnya mengembangkan keislaman di tanah air dalam bingkai keindonesiaan dan kemanusiaan. Tahniah atas masterpiece ini." Azyumardi Azra, Guru Besar Sejarah, Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta Islam lahir dan berkembang sepenuhnya dalam darah dan daging sejarah, tidak dalam kevakuman budaya. Sebagai agama-sejarah, Islam telah, sedang, dan akan terus bergumul dengan lingkungan ...
7.
Titik-Titik Kisar di Perjalananku
Autobiografi Ahmad Syafii Maarif
oleh Ahmad Syafii Maarif
Soft Cover, April 2009
Stock tidak tersedia
Buku ini merekam perantauan seorang insan Minangkabau, putra Indonesia, dan intelektual Muslim. Bukan hanya perantauan lahiriah, tetapi perantauan intelektual dan spiritual. Tanpa henti berusaha melintasi batas-batas, mencoba merengkuh cita-cita alam terkembang menjadi guru. Batas-batas itu bisa berupa geografi ataupun fanatisme mazhab yang menghalangi manusia mengembangkan dirinya dan mewujudkan potensinya. Inilah perjalanan hidup Ahmad Syafii Maarif. Dengan bahasa khas, ia menelusuri ...
8.
Gilad Atzmon oleh Ahmad Syafii Maarif
“Hai, Israel! Kalian sebenarnya hidup di atas tanah curian. Kalian lebih baik mulai berkemas karena waktu kalian telah habis, kalian telah menguras kesabaran kami. Kami, rakyat Palestina, tidak mau kehilangan lagi.” Pernyataan ini dilontarkan oleh Gilad Atzmon, seorang Yahudi tulen dan cucu tokoh sayap kanan organisasi teror Israel, Irgun, yang kini menjadi pembela Palestina anti-Zionis. Jika dunia menilai Nazi sebagai penjahat kemanusiaan, Zionisme di mata Gilad jauh lebih brutal dan ...