| Soft Cover | Rp. 25.000 | Rp. 20.000 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
| Soft Cover | Rp. 40.250 | Rp. 32.200 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
Sungguh sedih melihat umat Islam terpecah menjadi sekian golongan. Tak jarang pertikaian menjadi awal permusuhan. Terputuslah silaturahim. Menyebarlah prasangka buruk, dusta, bahkan fitnah yang sangat keji. Fanatisme golongan menjadi dalil segala keyakinan. Merebaklah kecenderungan untuk menganggap pendapat sendiri yang paling benar dan menafikan pendapat yang lain.
Inilah wajah umat sekian abad sepeninggal Rasulullah Saw.: terkotak-kotak dalam bingkai kelompok yang sangat sempit. Mereka melupakan misi kenabian. Sejak awal lelaki agung Al-Mustafa diangkat menjadi utusan, berkali-kali beliau menegaskan, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.”
Misi Nabi Saw. adalah menegakkan akhlak yang mulia. Tetapi, justru karena perbedaan pendapat—yang umumnya berasal dari tata cara syariat (fiqih)—umat sepeninggal Nabi Saw. justru tercerai-berai. Karena alasan fiqih, tak jarang akhlak ditinggalkan. Karena perbedaan tata cara ibadah, betapa sering terjadi perselisihan.
Jalaluddin Rakhmat ingin kembali mengingatkan kita akan misi kenabian. Dalam bukunya ini, ia menelaah akar perselisihan, mengkaji berbagai persoalan, dan mengedepankan sebuah pemecahan bahwa di tengah perbedaan pendapat seperti apa pun, akhlak yang mulia tetap harus kita tegakkan.
">
Sungguh sedih melihat umat Islam terpecah menjadi sekian golongan. Tak jarang pertikaian menjadi awal permusuhan. Terputuslah silaturahim. Menyebarlah prasangka buruk, dusta, bahkan fitnah yang sangat keji. Fanatisme golongan menjadi dalil segala keyakinan. Merebaklah kecenderungan untuk menganggap pendapat sendiri yang paling benar dan menafikan pendapat yang lain.
Inilah wajah umat sekian abad sepeninggal Rasulullah Saw.: terkotak-kotak dalam bingkai kelompok yang sangat sempit. Mereka melupakan misi kenabian. Sejak awal lelaki agung Al-Mustafa diangkat menjadi utusan, berkali-kali beliau menegaskan, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.”
Misi Nabi Saw. adalah menegakkan akhlak yang mulia. Tetapi, justru karena perbedaan pendapat—yang umumnya berasal dari tata cara syariat (fiqih)—umat sepeninggal Nabi Saw. justru tercerai-berai. Karena alasan fiqih, tak jarang akhlak ditinggalkan. Karena perbedaan tata cara ibadah, betapa sering terjadi perselisihan.
Jalaluddin Rakhmat ingin kembali mengingatkan kita akan misi kenabian. Dalam bukunya ini, ia menelaah akar perselisihan, mengkaji berbagai persoalan, dan mengedepankan sebuah pemecahan bahwa di tengah perbedaan pendapat seperti apa pun, akhlak yang mulia tetap harus kita tegakkan.
...| Soft Cover | Rp. 79.000 | Rp. 63.200 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
Ipung sakit dan dua teman menjenguknya.
Ternyata mereka member jeruk. Ipung menghitungnya.
Tapi, saat dihitung ulang, jeruknya ada yang hilang.
Siapa yang mengambilnya?
Ipung is sick.
His two friends visit him and give him some oranges.
Then, Ipung count the oranges. But, as Ipung recounts the oranges, one is missing.
Who took it away?
">
Ipung sakit dan dua teman menjenguknya.
Ternyata mereka member jeruk. Ipung menghitungnya.
Tapi, saat dihitung ulang, jeruknya ada yang hilang.
Siapa yang mengambilnya?
Ipung is sick.
His two friends visit him and give him some oranges.
Then, Ipung count the oranges. But, as Ipung recounts the oranges, one is missing.
Who took it away?
">
Ipung sakit dan dua teman menjenguknya.
Ternyata mereka member jeruk. Ipung menghitungnya.
Tapi, saat dihitung ulang, jeruknya ada yang hilang.
Siapa yang mengambilnya?
Ipung is sick.
His two friends visit him and give him some oranges.
Then, Ipung count the oranges. But, as Ipung recounts the oranges, one is missing.
Who took it away?
">
Ipung sakit dan dua teman menjenguknya.
Ternyata mereka member jeruk. Ipung menghitungnya.
Tapi, saat dihitung ulang, jeruknya ada yang hilang.
Siapa yang mengambilnya?
Ipung is sick.
His two friends visit him and give him some oranges.
Then, Ipung count the oranges. But, as Ipung recounts the oranges, one is missing.
Who took it away?
">
Ipung sakit dan dua teman menjenguknya.
Ternyata mereka member jeruk. Ipung menghitungnya.
Tapi, saat dihitung ulang, jeruknya ada yang hilang.
Siapa yang mengambilnya?
Ipung is sick.
His two friends visit him and give him some oranges.
Then, Ipung count the oranges. But, as Ipung recounts the oranges, one is missing.
Who took it away?
">
Ipung sakit dan dua teman menjenguknya.
Ternyata mereka member jeruk. Ipung menghitungnya.
Tapi, saat dihitung ulang, jeruknya ada yang hilang.
Siapa yang mengambilnya?
Ipung is sick.
His two friends visit him and give him some oranges.
Then, Ipung count the oranges. But, as Ipung recounts the oranges, one is missing.
Who took it away?
">
Ipung sakit dan dua teman menjenguknya.
Ternyata mereka member jeruk. Ipung menghitungnya.
Tapi, saat dihitung ulang, jeruknya ada yang hilang.
Siapa yang mengambilnya?
Ipung is sick.
His two friends visit him and give him some oranges.
Then, Ipung count the oranges. But, as Ipung recounts the oranges, one is missing.
Who took it away?
">
Ipung sakit dan dua teman menjenguknya.
Ternyata mereka member jeruk. Ipung menghitungnya.
Tapi, saat dihitung ulang, jeruknya ada yang hilang.
Siapa yang mengambilnya?
Ipung is sick.
His two friends visit him and give him some oranges.
Then, Ipung count the oranges. But, as Ipung recounts the oranges, one is missing.
Who took it away?
...Teman-Teman, Islam agama yang sempurna. Jejak kehebatannya tersebar di segenap penjuru dunia. Islam juga agama yang lengkap, loh. Mengatur semua hal dari hidup kita. Bagaimana, ya, cara Islam mengaturnya? Lalu, apa saja yang diatur dalam Islam?
Buku ini akan membimbing Teman-Teman mengenal Islam lebih baik lagi. Selain itu, kita juga bisa mengetahui kehebatan dan peninggalan Islam yang masih ada sampai sekarang, mengenal para ilmuwan Muslim yang hebat, sampai mengenal berbagai karya seni dan tempat sejarah Islam di dunia. Yuk, kita baca bersama-sama!
">
Teman-Teman, Islam agama yang sempurna. Jejak kehebatannya tersebar di segenap penjuru dunia. Islam juga agama yang lengkap, loh. Mengatur semua hal dari hidup kita. Bagaimana, ya, cara Islam mengaturnya? Lalu, apa saja yang diatur dalam Islam?
Buku ini akan membimbing Teman-Teman mengenal Islam lebih baik lagi. Selain itu, kita juga bisa mengetahui kehebatan dan peninggalan Islam yang masih ada sampai sekarang, mengenal para ilmuwan Muslim yang hebat, sampai mengenal berbagai karya seni dan tempat sejarah Islam di dunia. Yuk, kita baca bersama-sama!
...
| Soft Cover | Rp. 59.000 | Rp. 47.200 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
| Soft Cover | Rp. 69.000 | Rp. 55.200 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
| Soft Cover | Rp. 79.000 | Rp. 63.200 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
| Soft Cover | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
| Soft Cover | Rp. 65.000 | Rp. 52.000 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
| Soft Cover | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
| Soft Cover | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
| Soft Cover | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
| Soft Cover | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
| Soft Cover | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
| Soft Cover | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||




Keranjang




