| Soft Cover, November 2007 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Tampaknya Maki memiliki mulut lain di bawah rahangnya. Mengalir dari bagian kedua ini, mulut yang tersenyum menjadi tipis, darak kental layaknya aspal batu bara. Tenggoroknya digorok tegak lurus mulai dari telinga hingga setengah panjang lehernya, memperlihatkan seakan-akan kepalanya akan jatuh ke kanan. Bulum lagi, dengan takjubnya, Maki masih berdiri dengan bantuan kakinya dan masih hidup, bola matanya membelalak lebar dan bibirnya bergetar mengeluarkan darah kental dari luka di tenggoroknya. ...




Keranjang






