Pencarian

Penulis
Sularto, St
Bahasa
Indonesia

Hasil: 1 - 10 dari 10
GRIDLIST
1.
Y.B. Mangunwijaya: Demi Manusia dan Bangsa oleh St. Sularto & A. Margana
Soft Cover, Januari 2025 Rp. 219.000 Rp. 175.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Rama Mangun adalah imam Katolik dari Keuskupan Agung Semarang yang berkarya sebagai cendekiawan; budayawan; arsitek; pembela orang-orang yang miskin, telantar, lemah, dan tertindas; pendidik; dan pejuang kemanusiaan. Keterlibatannya sebagai pejuang kemerdekaan Republik Indonesia; karya dan perjuangannya dalam masyarakat di bidang arsitektur, keadilan sosial, pendidikan, dan sastra; serta pemikiran-pemikirannya menjadi anugerah dan kontribusi penting bagi bangsa Indonesia. Y.B. Mangunwijaya: ...
2.
Soft Cover, 2021 Rp. 170.000 Rp. 136.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
‘Figur Ibu Toeti Heraty bukan saja panutan di multibidang, namun juga sosok yang secara nyata berbuat sesuatu untuk bangsa dan kemanusiaan. Bentang aktivitasnya luas, mulai dari menulis puisi, kolektor lukisan, pengusaha, akademisi, pemikir, penulis buku, serta tokoh kunci di berbagai gerakan sosial. Saya sependapat bahwa untuk memahami pemikiran Ibu Toeti, maka membaca festschrift buku ‘Mengenang Sang Baronese Kebudayaan Prof. Dr. Toeti Heraty’ ini menjadi syarat ...
3.
Soft Cover, Februari 2019
Stock tidak tersedia
Buku ini menelisik gejala ”benturan peradaban” dalam bingkai pemahaman atas ekses yang ditimbulkan oleh meluasnya pemakaian teknologi informasi. Bahasan dalam buku mengerucut pada apa yang disebut fenomena ”post-truth” atau pasca kebenaran dan goncangan terhadap sikap atau cara pandang atas pluralisme di dalam masyarakat. Fenomena post-truth menghadirkan jenis fakta atas suatu peristiwa yang kebenarannya dapat dimanipulasi sesuai dengan kepentingan dan kemauan pengirim berita. Proses ...
4.
Soft Cover, September 2013
Stock tidak tersedia
Buku diterbitkan dalam rangka peringatan ulang tahun Kompas Gramedia ke-50. Isinya tak semata-mata tentang Kompas Gramedia sebagai sebuah korporasi bisnis, tetapi juga sebagai lembaga yang lahir dari ide-ide besar dan profetis tentang Indonesia Kecil, tentang kemanusiaan yang beriman, dan tentang keikutsertaan mencerdaskan bangsa, serta menciptakan Indonesia yang lebih baik. Menurut St. Sularto ketua tim buku sekaligus editor­nya, buku ini bukan buku sejarah; bukan buku panduan ...
5.
Soft Cover, September 2011
Stock tidak tersedia
Perjalanan Harian Kompas yang terbit pertama tanggal 28 Juni 1965 dan didirikan oleh Petrus Kanisius Ojong (1920-1980) dan Jakob Oetama tak bisa lepas dari tiga titik balik yang menentukan. Pertama, keputusan Jakob Oetama siap memikul tanggung jawab menandatangani surat permintaan maaf, dini hari 5 Februari 1978. Kedua, keputusan Jakob Oetama memilihprofesi jurnalistik sebagai panggilan hidup. Ketiga, kepergian P.K. Ojong yang mendadak tanggal 31 Mei 1980, padahal selama ini urusan bisnis ...
6.
No Image Available
Soft Cover, 2001
Stock tidak tersedia
seratus tahun Bung Karno bukan sekadar koinsidensi, tetapi tindakan yang sebaiknya kita tangkap dan kita tanggapi sebagai momentum yang bertanya diri, membangun kembali jati diri dan kebersamaan. Menyegarkan lagi pemikiran-pemikiran para founding Fathers, tentu saja dengan dicermati secara kritis, disegarkan serta didialogkan dengan perkembangan zaman. Daftar Isi Bagian 1, Soekarno: Wacana Pembuka Bagian 2, Indonesia Awal Abad Dua Puluh Bagian 3, Soekarno dan Ideologi Bagian 4, ...
7.
No Image Available
Mei 1999
Stock tidak tersedia
Benarkah umat Katolik bersikap apolitis terhadap situasi sosial politik selama ini? Buku ini, berisi sharing tentang visi sosial politik umat Katolik untuk umat Katolik sendiri maupun warga non-Katolik. Di dalamnya tersaji informasi autentik pergulatan pemikiran dan perasaan yang hidup dalam umat Katolik tentang masalah-masalah yang dihadapi bangsa. Selain bermanfaat bagi umat Katolik untuk memperkaya wawasan dalam menentukan sikap politik, hasil diskusi Forum Masyarakat Katolik ...
8.
No Image Available
Mei 1999
Stock tidak tersedia
Untuk memahami latar belakang terjadinya krisis di Indonesia dan berbagai peristiwa yang menyertainya, yang lebih penting adalah dengan melihat diri kita sendiri, dan bukan sekedar menyalahkan pihak tertentu. Dengan demikian kita akan sampai pada sendi-sendi pokok dari masyarakat bangsa kita. Beberapa tokoh seperti Agum Gumelar, Emil Salim, Nurcholish Madjid, Daniel S. Sparringa, dll., mendiskusikannya dengan menggali bersama pilar-pilar, ide-ide, budaya demokrasi, jaringan demokrasi, ...
9.
No Image Available
Mei 1999
Stock tidak tersedia
Beberapa tokoh antara lain Dewi Fortuna Anwar, Y.B. Mangunwijaya, Nurcholish Madjid, Sri Mulyani Indrawati, Ichlasul Amal, Marie Muhammad, melakukan diskusi seputar bidang ekonomi, budaya, politik, dan hukum. Hasil diskusi ini diharapkan dapat menjadi masukan yang berguna bagi pemerintah dan masyarakat yang proaktif terhadap perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara. ...
10.
No Image Available
Konflik di Balik Proklamasi oleh St. Sularto, D Rini Yunarti
Soft Cover
Stock tidak tersedia