Pencarian

Penulis
David Hume
Kategori
Buku

Format
Soft Cover (4)

Hasil: 1 - 4 dari 4
GRIDLIST
1.
The Morals
[Moralitas-Moralitas Manusia]; Filosofi Moral dan Penilaian Etis Manusia
oleh David Hume
Soft Cover, Januari 2026 Rp. 75.000 Rp. 63.750 (15% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Hume dalam The Morals menolak moralitas sebagai hasil akal murni. Baik–buruk muncul dari sentimen ketika manusia menilai karakter dan tindakan reflektif. Akal hanya menata fakta dan relasi ide, tetapi tidak memotivasi; lompatan dari “adalah” ke “seharusnya” perlu rasa menyetujui atau menolak. Agar penilaian stabil, Hume mengandalkan simpati: kebahagiaan dan penderitaan orang lain terasa, sehingga pujian dan celaan melampaui kepentingan pribadi. Kebiasaan, ...
2.
Soft Cover Rp. 70.000 Rp. 59.500 (15% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Tuhan, Akal Budi, dan Asal-Usul Keyakinan karya David Hume adalah eksplorasi filosofis tentang hubungan Manusia, Alam, dan Tuhan dalam format dialog klasik yang menegangkan. Melalui Pamphilus sebagai narator, dan tiga tokoh utama—Cleanthes, Philo, dan Demea—dibawa menelusuri perdebatan antara design-argument, skeptisisme rasional, dan kesederhanaan iman. Hume menantang pembaca untuk menimbang bukti pengalaman, analogi, dan batas nalar manusia dalam memahami yang transenden. Cleanthes ...
3.
Soft Cover Rp. 80.000 Rp. 68.000 (15% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Gairah yang dibahas dari sudut pandang filosofis oleh David Hume, mencakup kajian mendalam tentang emosi manusia dan pengaruhnya terhadap perilaku. Gairah muncul dari pengalaman manusia yang saling terkait dengan persepsi kita terhadap yang baik dan yang buruk. Gairah-gairah ini, seperti keinginan, kebencian, kesenangan, kesedihan, harapan, dan ketakutan, merupakan respons emosional yang timbul akibat perubahan dalam keadaan kita. Gairah tidak hanya dipengaruhi oleh faktor eksternal, tetapi ...
4.
Soft Cover Rp. 75.000 Rp. 63.750 (15% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Hume dalam The Morals menolak moralitas sebagai hasil akal murni. Baik–buruk muncul dari sentimen ketika manusia menilai karakter dan tindakan reflektif. Akal hanya menata fakta dan relasi ide, tetapi tidak memotivasi; lompatan dari “adalah” ke “seharusnya” perlu rasa menyetujui atau menolak. Agar penilaian stabil, Hume mengandalkan simpati: kebahagiaan dan penderitaan orang lain terasa, sehingga pujian dan celaan melampaui kepentingan pribadi. Kebiasaan, pendidikan, serta institusi ...