| Soft Cover, Januari 2001 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Tatkala Dwo terpaksa menikahi gadis yang dihamilinya, pacarnya Wulandari merasa amat risi dan tertekan kerena setiap orang di Tawangmangu merasa iba kepadanya. Harga dirinya sangat terluka oleh perhatian berlebihan itu karena sebenarnya dia bukan gadis rapuh yang patut dikasihani. Perlakuan orang-orang di sekelilingnya itu, justru membuat Wulan merasa dirinya pecundang, orang yang terkalahkan dan tersingkirkan. Oleh sebab itulah ia tidak sudi menumpahkan air mata hanya untk menangisi kekasih ...




Keranjang






