| Soft Cover, November 2014 | Rp. 45.000 | Rp. 36.000 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
101.
No Image Available
102.
| Soft Cover, November 2014 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Masa kecil Uci sangat pahit. Ia tidak kenal siapa ayahnya dan ibunya dianggap anak hilang oleh keluarganya. Dan ketika Uci mulai kuliah, ibunya menikah lagi. Namun, berkat ayah tiri yang sangat menyayanginya itulah Uci dapat menyelesaikan studi.
Kemudian, bersama Bramanto, orang kepercayaan ayah tirinya, Uci sukses mengelola perusahaan sepatu milik sang ayah tiri. Ia mulai merasa diterima dan dihargai orang. Terlebih ketika ia bertunangan dengan Bramanto.
Tetapi tiba-tiba muncul pria ...
103.
| Soft Cover, November 2014 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Nunik datang kembali ke kota kecil tempat ia dibesarkan dengan harapan akan dapat melupakan kepahitan yang dialaminya di Jakarta. Di kota itu pulalah ia berharap orang akan dapat memaklumi dan menerima perceraiannya dengan Hardiman yang mengkhianatinya. Dan di kota itu ia juga berharap dimengerti oleh Wawan, teman mainnya, bahkan pelindung dan pengawalnya dulu semasa ia masih kecil.
Baginya, Wawan adalah satu-satunya orang yang teramat dekat dengannya. Demikian juga sebaliknya. Maka tak ...
105.
| Soft Cover, November 2014 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Larasati, Nining, Joko, Aris, dan Lintang telah bersahabat karib sejak awal SMA. Setelah menyelesaikan kuliah, persahabatan mereka tak pernah lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan. Meskipun Larasati memilih bekerja, Nining menikah, Joko berkarier di Australia, Aris menjadi dosen sambil kuliah S2, dan Lintang menggeluti bidang seni sambil kuliah S2, persahabatan mereka terus berlangsung dengan penuh kasih dan ketulusan. Persahabatan indah yang sering membuat iri banyak orang.
Namun dengan ...
106.
| Soft Cover, November 2014 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Pada masa kini, ilmu membaca wajah dipandang sangat bermanfaat demi memperkuat hubungan antar manusia, misalnya hubungan bisnis, pertemanan, hingga masalah percintaan. Pada abad ke-18 dan 19, Fisiognomi bahkan digunakan sebagai alat untuk mendeteksi kejahatan. Sementara itu, di dunia belahan Timur, hingga saat ini beberapa ahli pengobatan Cina meyakini bahwa ada hubungan antara wajah dengan karakter, kesehatan, dan keberuntungan. Penyebab kematian seseorang juga bisa dilihat dari wajahnya. Bila ...
107.
No Image Available
| Soft Cover, Oktober 2014 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Pemberian atau melakukan tes peringkat inteligensia pada anak usia dini berupa tes -intelligence guotient- (IQ) sering kali belum sepenuhnya dapat dipercaya ketepatannya, karena anak usia dini tengah berada pada fase perkembangan. Begitu pula -anak cerdas istimewa- (anak gifted) yang memiliki pola tumbuh kembang yang tidak sinkron hingga masa pubertasnya, terutama pada anak yang mengalami keterlambatan bicara. Sehingga pendeteksian melalui skor ID sering tidak dimungkinkan, bahkan dapat ...
108.
| Soft Cover, September 2014 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Awalnya, perilaku anak-anak yang diceritakan dalam buku ini tidak dipahami oleh orang tuanya karena mengalami berbagai gejala seperti terlambat bicara, superaktif, sulit diarahkan, sering tantrum, bahkan sempat diduga mengalami gangguan neurologis. Meski sering dipandang aneh oleh orang-orang yang tak memahaminya, pada akhirnya anak-anak tersebut mampu menunjukkan potensinya yang mencengangkan.
Anak gifted yang sangat kritis dan autodidak ini di usia dini sudah mampu membaca bahkan ada yang ...
109.
No Image Available
| Soft Cover, September 2014 | Rp. 60.000 | Rp. 48.000 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
110.
| Hard Cover, Agustus 2014 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Apa kau merasa nyaman tinggal di rumahmu? Ya, pasti nyaman. Begitupula dengan 'mereka', makhluk dari alam baka. Lalu apakah kau mau membagi rumah dengan "mereka?" Ya atau tidak jawabanmu, mereka akan tetap berada di rumahmu.
Dan masalahnya sekarang apakah mereka mau berbagi tempat denganmu???
Bersiaplah diganggu!! Kau akan melihat penampakan wujud tak nyata. Mendengar gemeratak gigi dan tulang. Dan merasakan hawa yang tak pernah terasa biasa. ...
112.
No Image Available
| Soft Cover, Mei 2014 | Rp. 29.900 | Rp. 23.920 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
113.
No Image Available
| Soft Cover, Mei 2014 | Rp. 273.000 | Rp. 204.750 (25% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
114.
| Soft Cover, Maret 2014 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
"""Paris selalu memberikan suasana yang menyenangkan bagi wisatawan. Sudut-sudut kota ini amat indah dan artistik. Tidak berlebihan jika Paris dijuluki city of light, city of love, dan “kota para seniman”. Ada St. Michel, Quartier Latin, dan Saint-Germain-des-Prés yang menawarkan nuansa intelektual sepanjang masa. Bila ingin menyaksikan kemegahan metropolitan Paris, berjalan-jalanlah di sepanjang Avenue des Champs-Élysées sampai ke Charles de GaulleÉtoile, Anda akan menemukan deretan ...
115.
| Soft Cover, Januari 2014 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Rentetan sejarah yang menyedihkan pernah terjadi di Jakarta. Ratusan, bahkan ribuan orang mati. Ibukota pun pernah merah, menjadi lautan darah. Kini darah itu mengering. Menjadi hitam. Menjadi Kelam. Tapi apa yang perlu ditakutkan? Bukankah kematian itu milik siapa saja. Termasuk Anda. Ada kuntilanak di Taman Langsat, hantu Cina di Toko Merah, lelaki misterius di Tanjung Priuk, dan banyak penunggu lain yang turut menghuni kota Jakarta. Pernahkah kamu bertemu dengan salah satunya? ...
118.
| Soft Cover, Januari 2014 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Di bumi ini kita hidup bersisian dengan makhluk lain. Jadi jangan egois, sadarlah bahwa mereka juga ingin didengar, dilihat, dan dikenal. Sekali waktu mereka pun ingin masuk ke dalam hidup dan berdiam di dalam kepalamu. Ada hantu di kepala! Ada puluhan makhluk berdiam di sana!
Tapi tidak ada yang perlu dikhawatirkan sebab kita pun kelak nyaris serupa. Kita adalahcalon-calon mayat. calon penghuni kubur. ...
120.
| Soft Cover, Agustus 2013 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Tumbuh dewasa dalam perkawinan poligami orangtuanya membuat Dewi bertekad takkan membiarkan dirinya bernasib seperti ibunya, yang nerima begitu saja. Ia tak ingin terombang-ambing mencari jati diri dan martabatnya sebagai perempuan diinjak-injak. Ia bertekad menyejajarkan perannya sebagai perempuan dalam rumah tangganya kelak. Dan kini ia siap menyongsong kehidupan barunya bersama Pujisatriya, yang pasti akan jauh berbeda dari perkawinan orangtuanya.
Namun menjelang hari pernikahan mereka, ...




Keranjang






