Pencarian

Brand
Penerbit Buku Kompas
Kategori
Buku
Politik & Hukum
Sosial & Politik

Hasil: 101 - 120 dari 144
GRIDLIST
101.
Setelah Air Mata kering
Masyarakat Tionghoa Pasca Peristiwa Mei 1998
oleh I. Wibowo
Soft Cover, Maret 2010
Stock tidak tersedia
Kerusuhan anti-Tionghoa Mei 1998 dapat dikatakan sebuah tonggak sejarah paling buruk dalam kehadiran orang Tionghoa di Indonesia. Peristiwa itu brutal, kejam, berdarah, dan tak berperikemanusiaan. Sepuluh tahun kemudian beberapa orang berkumpul untuk merenungkan peristiwa itu dan melihat apa-apa saja yang telah dicapai ’Setelah Air Mata Kita Kering. Buku ini menyajikan bahasan yang menarik dan sering provokatif, membeberkan kemajuan-kemajuan yang telah dicapai oleh orang etnis ...
102.
Damai Bersama Gus Dur oleh Kumpulan Naskah
Soft Cover, Februari 2010
Stock tidak tersedia
K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah sosok pencinta damai (man of peace). Ia Bapak Pluralisme dan Multikulturalisme yang mampu menciptakan kedamaian dalam hati setiap orang. Bagi perdamaian, keikhlasan, dan kejujuranlah Gus Dur mempersembahkan seluruh hi dupnya. Kecintaan pada bangsa ini mengatasi ke cintaannya pada dirinya, sehingga dalam kondisi fisik yang sudah sangat rapuh pun ia masih saja berpikir untuk rakyat dan bangsa Indonesia. Kita pantas bersyukur pernah memiliki tokoh ...
103.
Fatwa dan Canda Gus Dur oleh K.H. Maman Imanulhaq Faqieh
Soft Cover, Februari 2010
Stock tidak tersedia
Dalam acara Malam Amal "Satu Jam Bercanda Bersama Gus Dur", Jaya Suprana bertanya pada Gus Dur, berapa besar dana yang akan ia sumbangkan pada lembaga Rumah Sahabat Anak Puspita? Gus Dur menjawab mantap, "Lima puluh juta rupiah!" Beberapa bulan kemudian, panitia pembangunan rumah singgah bagi anak jalanan itu datang ke kediaman Gus Dur di Ciganjur untuk menanyakan sumbangan yang telah dijanjikan. Dengan ringan Gus Dur menjawab, "Lho, nama acaranya kan ’Satu Jam Bercanda Bersama Gus ...
104.
Pengalaman Pembangunan Indonesia oleh Widjojo Nitisastro
Soft Cover, Januari 2010
Stock tidak tersedia
105.
Pak BeYe dan Istananya oleh Wisnu Nugroho (1)
Soft Cover, 2010
Stock tidak tersedia
Presiden Republik Indonesia adalah orang paling penting atau nomor satu di negeri ini. Setidaknya, sesuai pelat nomor sedan kepresidenan: RI 1. Oleh Wisnu Nugroho, wartawan Kompas, sisi tidak penting RI 1 yang kini dijabat Susilo Bambang Yudhoyono dipaparkan dengan lugas,mengalir, dan apa adanya di blog kompasiana. Menulis berita ”penting” RI 1 dan menyiarkannya langsung dan serentak hanya membuat berita makin seragam. Sifat ”penting” berita Istana membuat gereget ”menarik” ...
106.
Soft Cover, November 2009
Stock tidak tersedia
Lewat buku ini Agus Sudibyo menunjukkan gerakan reformasi pasca-1998 belum sepenuhnya mampu membebaskan media dari dominasi sistem politik dan ekonomi. Keinginan menjadikan media sebagai ruang publik yang bebas dan demokratis belakangan justru dihadapkan pada tren kembali menguatnya kontrol negara dan kembali berkuasanya pemilik modal. Regulasi dan praktik bermedia lebih mencerminkan ambisi penggunaan media untuk mempertahankan kekuasaan politik dan ekonomi, bukan untuk mencerdaskan dan ...
107.
No Image Available
Soft Cover, November 2009
Stock tidak tersedia
Penulis mengingatkan pentingnya keberaksaraan sebagai landasan kebudayaan, kebangkitan, dan perubahan. Keterbelakangan dan ketertinggalan kita terjadi akibat diremehkannya peran aksara dan sastra. Padahal keberaksaraan dan kesastraan memiliki pengaruh yang luar biasa besar pada berbagai bidang kehidupan: sosial, politik, teknologi hingga religi. Buku ini mengupas secara komprehensif soal kebangkitan dan sastra, politik dan sastra, pendidikan karakter dan sastra, religio-sosialitas dan ...
108.
No Image Available
Soft Cover, Oktober 2009
Stock tidak tersedia
Memakai teori fillsafat Ludwig Wittgenstein, A.M. Hendropriyono berusaha menemukan akar-akar terorisme, yang antara lain terwujud dalam pola permainan bahasa teror yang khas. Dalam bukunya ini, Hendropriyono yang mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) menyatakan, hanya lewat kajian falsafatlah kita dapat menyusun metode, strategi, dan taktik yang tepat dalam usaha menumpas terorisme. Kajian sejarah yang juga dilakukan menunjukkan, terorisme tak Cuma dikenal di Dunia Islam. Gerakan ...
109.
Soft Cover, Agustus 2009
Stock tidak tersedia
Di tengah serba karut-marut bangsa Indonesia yang tidak sejahtera, krisis kebangsaan, meningkatnya radikalisme agama, korupsi para elite politik dan pejabat birokrasi, ketidakpedulian negara terhadap warga, perusakan situs bersejarah, penggusuran warga demi proyek pembangunan, serta bentuk-bentuk dehumanisme yang lain, masih relevankah penziarahan panjang humanisme Mangunwijaya bagi generasi masa kini? Romo Mangun adalah seorang penziarah humanisme. Humanisme menuntut pembaruan hidup dan ...
110.
Sekolah Bukan Pasar oleh St. Kartono
Soft Cover, Juli 2009
Stock tidak tersedia
Sekolah sebagai ladang mencari keuntungan lewat paket buku pelajran, kain seragam, alat tulis, biro wisata, atau lembaga kursus, yang pada akhirnya hanya membebani masyarakat dengan berbagai pungutan, saatnya harus ditinggalkan. Mekanisme demikian mempunyai kontribusi sangat besar terhadap proses pemiskinan masyarakat yang sudah miskin. Sekolah sudah saatnya dibebaskan dari suasana bisnis yang dilakukan oleh siapa pun terlebih oleh birokrat pendidikan nasional, kepala sekolah, atau guru, dengan ...
111.
Demokrasi La Roiba Fih
Renungan Emha Ainun Nadjib
oleh Emha Ainun Nadjib
Soft Cover, Juli 2009
Stock tidak tersedia
"Demokrasi itu harga mati. Demokrasi itu kebenaran sejati. Demokrasi itu la roiba fi h, tak ada keraguan padanya." Dengan pandangan yang jernih, Cak Nun mengulas masalah demokrasi dinegeri kita. Demokrasi itu bak perawan, yang merdeka dan memerdekakan. Watak utama demokrasi adalah mempersilakan. Tidak punya konsep menolak, menyingkirkan, atau membuang. Semua makhluk penghuni kehidupan berhak hidup bersama si perawan yang bernama demokrasi, bahkan berhak memperkosanya: yang melarang ...
112.
The Victory is Yours
Drama Obama
oleh Budiarto Shambazy
Soft Cover, Maret 2009
Stock tidak tersedia
FANTASTIS! Pertama, ia presiden kulit hitam pertama yang mendiami Gedung Putih. Kedua, Obama mengakhiri dominasi kekuasaan yang digenggam dua trah politik, yakni Dinasti Bush dan Clinton, yang memimpin Amerika Serikat dalam 20 tahun terakhir sejak 1988. Ketiga, Obama memecahkan rekor dana kampanye pilpres lebih dari satu miliar dollar AS selama kampanye sampai hari pemilihan, 4 November 2008. Sebuah rekor fenomenal lainnya, Obama mengumpulkan dana itu dari jumlah donatur yang mencapai lebih ...
113.
No Image Available
Soft Cover, Februari 2009
Stock tidak tersedia
Dalam era yang konon penuh semangat perjuangan untuk rakyat banyak ini, masih terjadi wakil rakyat terlibat suap dan korupsi; birokrat yang sewenang-wenang dan lebih propemilik modal daripada pro rakyat; rakyat kecil dibiarkan sendirian menghadapi ganasnya pemburu keuntungan. Dalam kondisi demikian, apa yang bisa disumbangkan dunia pendidikan? Buku ini merupakan himpunan makalah berikut reportase dari tiga diskusi bertema hubungan negara dan warga yang diselenggarakan Harian Kompas dalam ...
114.
Jangan Bunuh KPK oleh Kumpulan Naskah Kompas
Soft Cover, Januari 2009
Stock tidak tersedia
Seorang petinggi negeri ini marah kepada KPK. Ia ingin kepemimpinan KPK berantakan dan menjadikan pimpinan komisi itu sebagai tersangka, bahkan masuk penjara. Rumor itu tampaknya mulai mewujud.Dua Wakil Ketua KPK,Chandra M. Hamzah dan Bibit Samad Rianto ditetapkan sebagai tersangka dugaan penyalahgunaan wewenang.Inikah akhir cerita KPK di negeri ini? Sepak terjang KPK selama ini membuat ciut nyali para koruptor. Satu persatu pelaku korupsi diadili dan dijatuhkan hukuman penjara. Tindakan KPK ...
115.
No Image Available
Humanisme dan Pembaruan Penegakan Hukum oleh Adji, Indriyanto Seno
Soft Cover, 2009
Stock tidak tersedia
116.
Soft Cover, November 2008
Stock tidak tersedia
Membaca buku ini, terasa sekali nuansa penulisnya yang militer. Cukup banyak istilah militer tersebar di sana-sini, belum lagi tuturan pengalamannya yang khas tentara. Gaya bahasanya sebenarnya sudah dipoles, sehingga banyak menggunakan kutipan referensi ala tulisan akademisi. Tak heran, tulisan Kiki lumayan enak dibaca. Tema-tema yang beraneka ragam dalam tulisannya yang memang ditulis terpisah-pisah sebagai opini di harian Kompas itu dikumpulkan dalam empat tema besar oleh editor. Dan ...
117.
No Image Available
Soft Cover, Oktober 2008
Stock tidak tersedia
Tersebutlah konon, Sang Maha Guru memanggil tiga ekor kera nakal dan tidak tahu aturan. Carilah cara hidup yang lebih baik supaya kalian mencapai Nirwana. Mulai saat ini, tutuplah mata, telinga, dan mulut kalian, kata Maha Guru kepada mereka. Namun apa yang terjadi? Tetap saja mereka tak bisa mencapai Nirwana. Selain itu konon, jas memiliki kode etiket sehingga berkaitan erat dengan perilaku kesantunan. Bahkan pesulap, penjinak binatang sirkus, dan draculla pun memakai jas. Jadi bukan ...
118.
No Image Available
Soft Cover, Mei 2008
Stock tidak tersedia
Saya datang ke hadapan Anda semua pada hari ini dengan niat teguh untuk menciptakan sebuah kehidupan baru dan perdamaian. Kita semua mencintai tanah ini, tanah Tuhan, kita semua, umat Muslim, Kristen, dan Yahudi semua menyembah Tuhan ... (Pidato Anwar Sadat di Parlemen Israel,19 November 1977) Selama ribuan tahun, Jerusalem merupakan kota ziarah agama samawi: Yudaisme, Kristen, dan Islam. Mereka berziarah ke Tembok Ratapan, Gereja Makam Kristus, Masjid Al Aqsha. Tetapi pada saat ...
119.
No Image Available
Soft Cover, April 2008
Stock tidak tersedia
Bagai telur di ujung tanduk. Itulah salah satu perumpamaan di zaman Kala Bendhu ini. Masalahnya siapa yang menaruh telur di ujung tanduk--perbuatan tolol. Lantas tanduk hewan apa pula yang digunakan? Telur apa yang nangkring di tanduk. Bisa saja seekor bebek teler bertelur di cula badak, bukannya tanduk. Perumpamaan yang ngaco dari awal. Problem di atas tadi adalah gambaran keadaan negara kita tahun 2003 sampai dengan 2007. Penuh dengan tebaran peraturan dan tuaian pelanggaran. Penuh dengan ...
120.
No Image Available
Soft Cover, Februari 2008
Stock tidak tersedia
hari hari menjelang mundurnya presiden Soeharto dari jabatannya dan beberapa hari sesudahnya adalah hari hari yang penuh dengan ketidakpastian. Sulit menentukan sesuatu peristiwa atau keadaan itu benar benar terjadi atau sekedar desas desus. Misalnya adanya pergerakan pasukan diluar komando atau kebenaran soeharto akan mengundurkan diri. Disisi lain, banyak peristiwa dan keadaan yang belum diketahui masyarakat luas, terutama kejadian kejadian dilingkungan jalan cendana dan Istana kepresidenan. ...