|
Notice (8): Undefined variable: quota [APP/View/Browses/product_book.ctp, line 60]disabledCode Context}if ($quota['quota']['quota_person'] != 0)$viewFile = '/home/store3/public/www3.bukabuku.com/app/View/Browses/product_book.ctp' $dataForView = array( 'browse_view' => 'list', 'system' => array( 'store' => array( 'id' => '3', 'name' => 'Bukabuku.com', 'name_label' => 'Bukabuku.com', 'url' => 'www.bukabuku.com', 'email_name' => 'Bukabuku.com', 'key' => '83be148a0563b4bebcb391917485dcc2', 'logo' => 'logo.gif', 'email_order' => 'cs@bukabuku.com', 'email_order_amazon' => 'cs@emails.bukabuku.com', 'address1' => 'Ruko Cempaka Mas Blok M/50', 'address2' => 'Jln. Letjen Suprapto', 'address3' => 'Jakarta Pusat', 'zip' => '10640', 'phone1' => '0896-7269-1122', 'phone2' => '', 'show_language_picker' => 'no', 'show_department_picker' => 'no', 'maintenance_mode' => 'no', 'readonly_mode' => 'no', 'show_banners' => 'yes', 'show_top_20' => 'yes', 'social_media_login' => 'yes', 'email_partnership' => 'partnership@bukabuku.com', 'allow_cod' => 'yes', 'sphinx_host' => 'sphinx2.bukabuku.net', 'sphinx_product_index_local' => 'product_bukabuku', 'sphinx_product_index' => 'product_bukabuku_rt' ), 'cart_content' => array( 'products' => array([maximum depth reached]), 'count' => (int) 0 ), 'language' => array( 'ind' => 'Indonesia' ), 'depts' => array( 'all' => 'Semua Departemen', 'book' => 'Books' ), 'store_depts' => array( (int) 0 => array( [maximum depth reached] ) ), 'menu_categories' => array( 'Books' => array( [maximum depth reached] ) ), 'wishlists' => array() ), 'show_edit' => false, 'products_by_author' => array( (int) 0 => array( 'SearchCache' => array( [maximum depth reached] ), 'BrandRule' => array( [maximum depth reached] ), 'ProductRank' => array( [maximum depth reached] ), 'Category' => array( [maximum depth reached] ), 'SearchCacheDetail' => array( [maximum depth reached] ) ), (int) 1 => array( 'SearchCache' => array( [maximum depth reached] ), 'BrandRule' => array( [maximum depth reached] ), 'ProductRank' => array( [maximum depth reached] ), 'Category' => array( [maximum depth reached] ), 'SearchCacheDetail' => array( [maximum depth reached] ) ) ), 'current_author' => array( 'People' => array( 'id' => '95776', 'name' => 'HAIDAR MUSYAFA', 'description' => null, 'email' => null, 'website' => null, 'facebook' => null, 'twitter' => null, 'instagram' => null, 'google+' => null ), 'PeopleImage' => array() ), 'products_bought_relation' => array(), 'availability' => array( 'text' => 'Stock tidak tersedia', 'color' => 'product_status_red', 'qty' => '0' ), 'promo_combined' => array(), 'result' => array( 'ProductBook' => array( 'id' => '2010001283690', 'EAN' => '9786027926394', 'code' => 'XB-14', 'name' => 'BUYA HAMKA: SEBUAH NOVEL BIOGRAFI', 'subname' => null, 'brand' => 'Pustaka IIman', 'brand_id' => '2031', 'brand_discount_id' => null, 'dimension_x' => '160', 'dimension_y' => '240', 'dimension_z' => '0', 'shipping_weight' => '860', 'weight_flag' => 'brand', 'price' => '160000', 'price_dollar' => '160000', 'currency' => null, 'description' => '<p style="text-align: justify;"><p>Di masa Demokrasi Terpimpin, Buya Hamka adalah sosok yang kadang berbeda pendapat dengan Presiden Sukarno, juga berseberangan dengan kaum komunis. Melalui Majalah <em>Lentera</em>, karya-karyanya diserang habis. Berbulan-bulan lamanya ia hadapi hantaman orang-orang yang tak sepaham dengannya. Dua tahun empat bulan lamanya, Buya Hamka hidup dalam penjara rezim Sukarno. Meski begitu, ia tak marah. Ia tidak hanya dekat dengan mereka yang sepaham dan sepemikiran, tapi juga tidak menghindari orang yang tidak disukainya. Ia berprinsip bahwa dengan mengenal sesama yang berbeda, akan menemukan sudut pandang baru. Meski ilmunya sangat tinggi, ia tak pernah merasa besar diri. Sikap hidupnya yang lurus terbukti saat ia menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ia jalankan amanah itu dengan penuh tanggung jawab. Meski mendapat banyak tekanan, ia tetap teguh bersikap dan memegang prinsip. Baginya, kehebatan ulama diukur sejauh mana ia mampu melembutkan kerasnya hati para pembenci, dan sejauh mana kemampuannya menenangkan jiwa-jiwa yang gundah gulana.</p> <p>Buya Hamka adalah sosok ulama paripurna, moderat, teduh yang tidak mudah membuat gaduh, apalagi memancing di air keruh. Tuturan dan pesan dakwahnya selalu menyejukkan bukan memojokkan, mengundang simpati, jauh dari kata umpat dan hujat. Figur ulama pembina bukan penghina, pendidik bukan pembidik, pengukuh bukan peruntuh. Ketika mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak prorakyat dan memihak umat Islam, ia lebih memilih jalur pena dalam rangka menyampaikan aspirasi dan pesannya daripada menggalang aksi massa. Pendiriannya teguh, prinsipnya kuat, namun lentur dan menaruh hormat kepada liyan yang berbeda. Sosok ulama besar yang bersahaja, tak terbeli, independen, dan tak gemar mengobral fatwa. Beragam laku luhur inilah yang membuat ulama berdarah Minangkabau ini disegani banyak orang.</p> <p><strong>Sebuah novel biografi terlengkap yang mengisahkan kehidupan dan perjuangan Buya Hamka. Pertama di Indonesia, bahkan dunia.</strong></p> <p><strong>Endorsemen:</strong></p> <p>“Saya mengucapkan selamat kepada penulis atas terbitnya novel biografi ini. Meski disajikan dalam bentuk novel, tapi buku ini ditulis dengan riset yang serius. Mengumpulkan informasi-informasi tentang kisah hidup dan perjuangan Buya Hamka dari berbagai sumber, khususnya sumber-sumber langka yang saat ini sudah sangat sulit untuk didapatkan. Membaca buku ini, kita akan mendapati sajian yang runut tentang kisah hidup dan perjuangan seorang Hamka yang mendekati kenyataan. Sehingga kehadiran buku ini sangat layak untuk diapresiasi dan dijadikan sebagai referensi oleh semua kalangan masyarakat Indonesia yang ingin lebih mendalami dan mengenal sosok Hamka. Selamat membaca. “<br> <strong>—Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, M.AP, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI</strong></p> <p>“Di dalam diri seorang Buya Hamka, menyatu berbagai sebutan, antara lain sastrawan, wartawan, budayawan, sejarawan, ulama, mubalig dan lain sebagainya. Buya Hamka bukan hanya ayah dan imam dalam lingkungan keluarga. Tapi beliau merupakan ayah dan imam bagi umat Islam di Nusantara ini, termasuk di Malaysia, dan negeri-negeri yang menggunakan bahasa Melayu. Saya sangat antusias menyambut kehadiran buku yang menceritakan kehidupan dan perjuangan Buya Hamka ini. Harapannya, semoga buku ini akan menambah pengetahuan kita tentang sosok Buya Hamka, khususnya bagi generasi muda saat ini.”<br> <strong>—H. Afif Hamka, putra kandung Buya Hamka</strong></p> <p>“Satu lagi tokoh hebat Indonesia—setelah beberapa tokoh hebat lain—disampaikan kisah kehidupannya secara menarik oleh Mas Haidar Musyafa. Siapa tak mengenal Buya Hamka? Novel-novelnya luar biasa. Karya tafsirnya juga dahsyat. Di samping menguasai ilmu agama Islam, Buya Hamka juga sangat piawai dalam menyampaikan (menuliskan) gagasan-gagasan dan visinya baik dalam bentuk fiksi maupun nonfiksi. Lewat buku ini, kita dapat belajar dari Buya Hamka. Dan Mas Haidar Musyafa menyajikannya dalam bentuk yang enak dibaca.”<br> <strong>—Hernowo, penulis best-seller buku <em>Mengikat Makna</em> dan <em>Andaikan Buku Itu Sepotong Pizza</em></strong></p> <p>“Saya membaca buku-buku Hamka dan mengikuti pemikirannya yang khas dan cemerlang. Muslim di Indonesia sepantasnya bersyukur pernah menjadi saksi dari perjalanan hidup seorang Hamka. Ia adalah sejarah yang tak hanya patut untuk dicatat. Riwayatnya bahkan harus diabadikan dalam spirit kecerdasan beragama. Kehadiran buku ini tak lain adalah ikhtiar untuk kembali menghidupkan nyala api Hamka.”<br> <strong>—Candra Malik, sastrawan sufi </strong></p> <p>“Tirai kehidupan Buya Hamka yang nyaris tidak terbuka adalah kenyataan bahwa beliau adalah pengamal Tarekat Syattariyyah, yang justru dari sisi itulah kelembutan, kesabaran, ketabahan, ketiadaan dendam, pemaaf, dan kecintaan beliau kepada semua orang, termasuk yang menyakitinya itu bersumber.”<br> <strong>—K.H. Agus Sunyoto, penulis buku <em>Megabestseller Atlas Wali Songo: Buku Pertama yang Mengungkap Wali Songo Sebagai Fakta Sejarah</em></strong></p> <p> </p> </p>', 'eol' => 'no', 'product_group_id' => null, 'department_id' => '0', 'review_rating' => '0', 'review_count' => '0', 'review_count_1' => '0', 'review_count_2' => '0', 'review_count_3' => '0', 'review_count_4' => '0', 'review_count_5' => '0', 'sold' => '0', 'status' => 'active', 'isbn' => null, 'isbn13' => '9786027926394', 'date_release' => '2018', 'date_available' => '0000-00-00', 'serie_id' => '0', 'serie' => null, 'edition' => null, 'pages' => null, 'tax' => 'include', 'status_available' => 'normal', 'redirect_ean' => null, 'data_source' => null, 'data_source_id' => null, 'data_source_updated' => null, 'created' => '2022-09-29 14:56:58', 'modified' => null, 'price_discount' => (int) 128000, 'discount_percent' => '20', 'dimension' => '160 mm x 240 mm' ), 'Brand' => array( 'id' => '2031', 'name' => 'Pustaka IIman', 'name_web' => 'Pustaka IIman', 'website' => '', 'phone' => '', 'fax' => '', 'email' => '', 'facebook' => '', 'twitter' => '', 'cash_status' => null, 'cash_value' => null, 'credit_status' => null, 'credit_value' => null, 'consign_status' => null, 'consign_value' => null, 'status' => 'active', 'created' => '2014-06-14 09:57:24', 'modified' => '2014-06-14 09:57:27', 'department_id' => '1' ), 'SearchCache' => array( 'id' => '1171871', 'product_id' => '2010001283690', 'product_id_old' => null, 'serie' => '', 'serie_id' => '0', 'name' => 'BUYA HAMKA: SEBUAH NOVEL BIOGRAFI', 'subname' => null, 'edition' => null, 'date_release' => '2018-00-00', 'date_calc' => '0000-00-00', 'date_available' => '0000-00-00', 'ean' => '9786027926394', 'string_x1' => 'HAIDAR MUSYAFA', 'string_x2' => 'Soft Cover', 'string_x3' => null, 'code' => 'XB-14', 'code_x1' => null, 'code_x2' => '9786027926394', 'code_x3' => null, 'code_x4' => null, 'code_x5' => null, 'brand' => 'Pustaka IIman', 'brand_id' => '2031', 'price_min' => '160000', 'price_max' => '0', 'price_dollar' => '160000', 'currency' => null, 'rating' => '0', 'reviewer' => '0', 'department' => 'Books', 'department_code' => 'book', 'department_id' => '1', 'picture' => '1796889f0c4246ffc150c12e30579ae9.jpg', 'picture_old' => null, 'product_group_id' => '0', 'parent_group_id' => null, 'dimension_x' => '160', 'dimension_y' => '240', 'dimension_z' => null, 'weight' => '860', 'qty' => '0', 'qty_supplier' => '0', 'sold' => '0', 'safety_stock' => '0', 'status' => 'out_of_stock', 'tax' => 'include', 'description_small' => 'Di masa Demokrasi Terpimpin, Buya Hamka adalah sosok yang kadang berbeda pendapat dengan Presiden Sukarno, juga berseberangan dengan kaum komunis. Melalui Majalah Lentera, karya-karyanya diserang habis. Berbulan-bulan lamanya ia hadapi hantaman orang-orang yang tak sepaham dengannya. Dua tahun empat bulan lamanya, Buya Hamka hidup dalam penjara rezim Sukarno. Meski begitu, ia tak marah. Ia tidak hanya dekat dengan mereka yang sepaham dan sepemikiran, tapi juga tidak menghindari orang yang tidak ', 'preorder' => 'no', 'status_available' => 'normal', 'input_reset_status' => 'yes', 'redirect_ean' => null, 'created' => null, 'modified' => null, 'data_fetch' => 'no', 'data_fetch_date' => null, 'data_compare_ignore' => 'no' ), 'ProductCategory' => array( (int) 0 => array( [maximum depth reached] ) ), 'ProductImage' => array( (int) 0 => array( [maximum depth reached] ) ), 'Detail' => array( 'author' => array( [maximum depth reached] ), 'language' => array( [maximum depth reached] ), 'format' => array( [maximum depth reached] ) ) ), 'rating' => array( 'count' => (int) 0, 'rating' => (int) 0, 'count1' => (int) 0, 'count2' => (int) 0, 'count3' => (int) 0, 'count4' => (int) 0, 'count5' => (int) 0 ), 'reviews' => array(), 'first_image' => array( 'id' => '821158', 'l1' => '1', 'l2' => '7', 'image' => '1796889f0c4246ffc150c12e30579ae9.jpg' ), 'promo' => array(), 'unavailable' => false, 'meta' => array( 'description' => 'BUYA HAMKA: SEBUAH NOVEL BIOGRAFI - Oleh: HAIDAR MUSYAFA - Di masa Demokrasi Terpimpin, Buya Hamka adalah sosok yang kadang berbeda pendapat dengan Presiden Sukarno, juga berseberangan dengan kaum komunis. Melalui Majalah Lentera, karya-karyanya diserang habis. Berbulan-bulan lamanya ia hadapi hantaman orang-orang yang tak sepaham dengannya. Dua tahun empat bulan lamanya, Buya Hamka hidup dalam penjara rezim Sukarno. Meski begitu, ia tak marah. Ia tidak hanya dekat dengan mereka yang sepaham dan sepemikiran, tapi juga tidak menghindari orang yang tidak disukainya. Ia berprinsip bahwa dengan mengenal sesama yang berbeda, akan menemukan sudut pandang baru. Meski ilmunya sangat tinggi, ia tak pernah merasa besar diri. Sikap hidupnya yang lurus terbukti saat ia menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ia jalankan amanah itu dengan penuh tanggung jawab. Meski mendapat banyak tekanan, ia tetap teguh bersikap dan memegang prinsip. Baginya, kehebatan ulama diukur sejauh mana ia mampu melembutkan kerasnya hati para pembenci, dan sejauh mana kemampuannya menenangkan jiwa-jiwa yang gundah gulana. Buya Hamka adalah sosok ulama paripurna, moderat, teduh yang tidak mudah membuat gaduh, apalagi memancing di air keruh. Tuturan dan pesan dakwahnya selalu menyejukkan bukan memojokkan, mengundang simpati, jauh dari kata umpat dan hujat. Figur ulama pembina bukan penghina, pendidik bukan pembidik, pengukuh bukan peruntuh. Ketika mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak prorakyat dan memihak umat Islam, ia lebih memilih jalur pena dalam rangka menyampaikan aspirasi dan pesannya daripada menggalang aksi massa. Pendiriannya teguh, prinsipnya kuat, namun lentur dan menaruh hormat kepada liyan yang berbeda. Sosok ulama besar yang bersahaja, tak terbeli, independen, dan tak gemar mengobral fatwa. Beragam laku luhur inilah yang membuat ulama berdarah Minangkabau ini disegani banyak orang. Sebuah novel biografi terlengkap yang mengisahkan kehidupan dan perjuangan Buya Hamka. Pertama di Indonesia, bahkan dunia. Endorsemen: “Saya mengucapkan selamat kepada penulis atas terbitnya novel biografi ini. Meski disajikan dalam bentuk novel, tapi buku ini ditulis dengan riset yang serius. Mengumpulkan informasi-informasi tentang kisah hidup dan perjuangan Buya Hamka dari berbagai sumber, khususnya sumber-sumber langka yang saat ini sudah sangat sulit untuk didapatkan. Membaca buku ini, kita akan mendapati sajian yang runut tentang kisah hidup dan perjuangan seorang Hamka yang mendekati kenyataan. Sehingga kehadiran buku ini sangat layak untuk diapresiasi dan dijadikan sebagai referensi oleh semua kalangan masyarakat Indonesia yang ingin lebih mendalami dan mengenal sosok Hamka. Selamat membaca. “ —Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, M.AP, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI “Di dalam diri seorang Buya Hamka, menyatu berbagai sebutan, antara lain sastrawan, wartawan, budayawan, sejarawan, ulama, mubalig dan lain sebagainya. Buya Hamka bukan hanya ayah dan imam dalam lingkungan keluarga. Tapi beliau merupakan ayah dan imam bagi umat Islam di Nusantara ini, termasuk di Malaysia, dan negeri-negeri yang menggunakan bahasa Melayu. Saya sangat antusias menyambut kehadiran buku yang menceritakan kehidupan dan perjuangan Buya Hamka ini. Harapannya, semoga buku ini akan menambah pengetahuan kita tentang sosok Buya Hamka, khususnya bagi generasi muda saat ini.” —H. Afif Hamka, putra kandung Buya Hamka “Satu lagi tokoh hebat Indonesia—setelah beberapa tokoh hebat lain—disampaikan kisah kehidupannya secara menarik oleh Mas Haidar Musyafa. Siapa tak mengenal Buya Hamka? Novel-novelnya luar biasa. Karya tafsirnya juga dahsyat. Di samping menguasai ilmu agama Islam, Buya Hamka juga sangat piawai dalam menyampaikan (menuliskan) gagasan-gagasan dan visinya baik dalam bentuk fiksi maupun nonfiksi. Lewat buku ini, kita dapat belajar dari Buya Hamka. Dan Mas Haidar Musyafa menyajikannya dalam bentuk yang enak dibaca.” —Hernowo, penulis best-seller buku Mengikat Makna dan Andaikan Buku Itu Sepotong Pizza “Saya membaca buku-buku Hamka dan mengikuti pemikirannya yang khas dan cemerlang. Muslim di Indonesia sepantasnya bersyukur pernah menjadi saksi dari perjalanan hidup seorang Hamka. Ia adalah sejarah yang tak hanya patut untuk dicatat. Riwayatnya bahkan harus diabadikan dalam spirit kecerdasan beragama. Kehadiran buku ini tak lain adalah ikhtiar untuk kembali menghidupkan nyala api Hamka.” —Candra Malik, sastrawan sufi “Tirai kehidupan Buya Hamka yang nyaris tidak terbuka adalah kenyataan bahwa beliau adalah pengamal Tarekat Syattariyyah, yang justru dari sisi itulah kelembutan, kesabaran, ketabahan, ketiadaan dendam, pemaaf, dan kecintaan beliau kepada semua orang, termasuk yang menyakitinya itu bersumber.” —K.H. Agus Sunyoto, penulis buku Megabestseller Atlas Wali Songo: Buku Pertama yang Mengungkap Wali Songo Sebagai Fakta Sejarah ', 'og:title' => 'BUYA HAMKA: SEBUAH NOVEL BIOGRAFI - Oleh: HAIDAR MUSYAFA', 'og:type' => 'book', 'og:image' => 'https://img.bukabuku.net/product/1/7/1796889f0c4246ffc150c12e30579ae9.jpg', 'og:url' => 'https://www.bukabuku.com/browses/product/9786027926394/buya-hamka-sebuah-novel-biografi.html', 'og:description' => 'Di masa Demokrasi Terpimpin, Buya Hamka adalah sosok yang kadang berbeda pendapat dengan Presiden Sukarno, juga berseberangan dengan kaum komunis. Melalui Majalah Lentera, karya-karyanya diserang habis. Berbulan-bulan lamanya ia hadapi hantaman orang-orang yang tak sepaham dengannya. Dua tahun empat bulan lamanya, Buya Hamka hidup dalam penjara rezim Sukarno. Meski begitu, ia tak marah. Ia tidak hanya dekat dengan mereka yang sepaham dan sepemikiran, tapi juga tidak menghindari orang yang tidak disukainya. Ia berprinsip bahwa dengan mengenal sesama yang berbeda, akan menemukan sudut pandang baru. Meski ilmunya sangat tinggi, ia tak pernah merasa besar diri. Sikap hidupnya yang lurus terbukti saat ia menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ia jalankan amanah itu dengan penuh tanggung jawab. Meski mendapat banyak tekanan, ia tetap teguh bersikap dan memegang prinsip. Baginya, kehebatan ulama diukur sejauh mana ia mampu melembutkan kerasnya hati para pembenci, dan sejauh mana kemampuannya menenangkan jiwa-jiwa yang gundah gulana. Buya Hamka adalah sosok ulama paripurna, moderat, teduh yang tidak mudah membuat gaduh, apalagi memancing di air keruh. Tuturan dan pesan dakwahnya selalu menyejukkan bukan memojokkan, mengundang simpati, jauh dari kata umpat dan hujat. Figur ulama pembina bukan penghina, pendidik bukan pembidik, pengukuh bukan peruntuh. Ketika mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak prorakyat dan memihak umat Islam, ia lebih memilih jalur pena dalam rangka menyampaikan aspirasi dan pesannya daripada menggalang aksi massa. Pendiriannya teguh, prinsipnya kuat, namun lentur dan menaruh hormat kepada liyan yang berbeda. Sosok ulama besar yang bersahaja, tak terbeli, independen, dan tak gemar mengobral fatwa. Beragam laku luhur inilah yang membuat ulama berdarah Minangkabau ini disegani banyak orang. Sebuah novel biografi terlengkap yang mengisahkan kehidupan dan perjuangan Buya Hamka. Pertama di Indonesia, bahkan dunia. Endorsemen: “Saya mengucapkan selamat kepada penulis atas terbitnya novel biografi ini. Meski disajikan dalam bentuk novel, tapi buku ini ditulis dengan riset yang serius. Mengumpulkan informasi-informasi tentang kisah hidup dan perjuangan Buya Hamka dari berbagai sumber, khususnya sumber-sumber langka yang saat ini sudah sangat sulit untuk didapatkan. Membaca buku ini, kita akan mendapati sajian yang runut tentang kisah hidup dan perjuangan seorang Hamka yang mendekati kenyataan. Sehingga kehadiran buku ini sangat layak untuk diapresiasi dan dijadikan sebagai referensi oleh semua kalangan masyarakat Indonesia yang ingin lebih mendalami dan mengenal sosok Hamka. Selamat membaca. “ —Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, M.AP, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI “Di dalam diri seorang Buya Hamka, menyatu berbagai sebutan, antara lain sastrawan, wartawan, budayawan, sejarawan, ulama, mubalig dan lain sebagainya. Buya Hamka bukan hanya ayah dan imam dalam lingkungan keluarga. Tapi beliau merupakan ayah dan imam bagi umat Islam di Nusantara ini, termasuk di Malaysia, dan negeri-negeri yang menggunakan bahasa Melayu. Saya sangat antusias menyambut kehadiran buku yang menceritakan kehidupan dan perjuangan Buya Hamka ini. Harapannya, semoga buku ini akan menambah pengetahuan kita tentang sosok Buya Hamka, khususnya bagi generasi muda saat ini.” —H. Afif Hamka, putra kandung Buya Hamka “Satu lagi tokoh hebat Indonesia—setelah beberapa tokoh hebat lain—disampaikan kisah kehidupannya secara menarik oleh Mas Haidar Musyafa. Siapa tak mengenal Buya Hamka? Novel-novelnya luar biasa. Karya tafsirnya juga dahsyat. Di samping menguasai ilmu agama Islam, Buya Hamka juga sangat piawai dalam menyampaikan (menuliskan) gagasan-gagasan dan visinya baik dalam bentuk fiksi maupun nonfiksi. Lewat buku ini, kita dapat belajar dari Buya Hamka. Dan Mas Haidar Musyafa menyajikannya dalam bentuk yang enak dibaca.” —Hernowo, penulis best-seller buku Mengikat Makna dan Andaikan Buku Itu Sepotong Pizza “Saya membaca buku-buku Hamka dan mengikuti pemikirannya yang khas dan cemerlang. Muslim di Indonesia sepantasnya bersyukur pernah menjadi saksi dari perjalanan hidup seorang Hamka. Ia adalah sejarah yang tak hanya patut untuk dicatat. Riwayatnya bahkan harus diabadikan dalam spirit kecerdasan beragama. Kehadiran buku ini tak lain adalah ikhtiar untuk kembali menghidupkan nyala api Hamka.” —Candra Malik, sastrawan sufi “Tirai kehidupan Buya Hamka yang nyaris tidak terbuka adalah kenyataan bahwa beliau adalah pengamal Tarekat Syattariyyah, yang justru dari sisi itulah kelembutan, kesabaran, ketabahan, ketiadaan dendam, pemaaf, dan kecintaan beliau kepada semua orang, termasuk yang menyakitinya itu bersumber.” —K.H. Agus Sunyoto, penulis buku Megabestseller Atlas Wali Songo: Buku Pertama yang Mengungkap Wali Songo Sebagai Fakta Sejarah ', 'twitter:title' => 'BUYA HAMKA: SEBUAH NOVEL BIOGRAFI - Oleh: HAIDAR MUSYAFA', 'twitter:description' => 'Di masa Demokrasi Terpimpin, Buya Hamka adalah sosok yang kadang berbeda pendapat dengan Presiden Sukarno, juga berseberangan dengan kaum komunis. Melalui Majalah Lentera, karya-karyanya diserang habis. Berbulan-bulan lamanya ia hadapi hantaman orang-orang yang tak sepaham dengannya. Dua tahun empat bulan lamanya, Buya Hamka hidup dalam penjara rezim Sukarno. Meski begitu, ia tak marah. Ia tidak hanya dekat dengan mereka yang sepaham dan sepemikiran, tapi juga tidak menghindari orang yang tidak disukainya. Ia berprinsip bahwa dengan mengenal sesama yang berbeda, akan menemukan sudut pandang baru. Meski ilmunya sangat tinggi, ia tak pernah merasa besar diri. Sikap hidupnya yang lurus terbukti saat ia menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ia jalankan amanah itu dengan penuh tanggung jawab. Meski mendapat banyak tekanan, ia tetap teguh bersikap dan memegang prinsip. Baginya, kehebatan ulama diukur sejauh mana ia mampu melembutkan kerasnya hati para pembenci, dan sejauh mana kemampuannya menenangkan jiwa-jiwa yang gundah gulana. Buya Hamka adalah sosok ulama paripurna, moderat, teduh yang tidak mudah membuat gaduh, apalagi memancing di air keruh. Tuturan dan pesan dakwahnya selalu menyejukkan bukan memojokkan, mengundang simpati, jauh dari kata umpat dan hujat. Figur ulama pembina bukan penghina, pendidik bukan pembidik, pengukuh bukan peruntuh. Ketika mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak prorakyat dan memihak umat Islam, ia lebih memilih jalur pena dalam rangka menyampaikan aspirasi dan pesannya daripada menggalang aksi massa. Pendiriannya teguh, prinsipnya kuat, namun lentur dan menaruh hormat kepada liyan yang berbeda. Sosok ulama besar yang bersahaja, tak terbeli, independen, dan tak gemar mengobral fatwa. Beragam laku luhur inilah yang membuat ulama berdarah Minangkabau ini disegani banyak orang. Sebuah novel biografi terlengkap yang mengisahkan kehidupan dan perjuangan Buya Hamka. Pertama di Indonesia, bahkan dunia. Endorsemen: “Saya mengucapkan selamat kepada penulis atas terbitnya novel biografi ini. Meski disajikan dalam bentuk novel, tapi buku ini ditulis dengan riset yang serius. Mengumpulkan informasi-informasi tentang kisah hidup dan perjuangan Buya Hamka dari berbagai sumber, khususnya sumber-sumber langka yang saat ini sudah sangat sulit untuk didapatkan. Membaca buku ini, kita akan mendapati sajian yang runut tentang kisah hidup dan perjuangan seorang Hamka yang mendekati kenyataan. Sehingga kehadiran buku ini sangat layak untuk diapresiasi dan dijadikan sebagai referensi oleh semua kalangan masyarakat Indonesia yang ingin lebih mendalami dan mengenal sosok Hamka. Selamat membaca. “ —Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, M.AP, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI “Di dalam diri seorang Buya Hamka, menyatu berbagai sebutan, antara lain sastrawan, wartawan, budayawan, sejarawan, ulama, mubalig dan lain sebagainya. Buya Hamka bukan hanya ayah dan imam dalam lingkungan keluarga. Tapi beliau merupakan ayah dan imam bagi umat Islam di Nusantara ini, termasuk di Malaysia, dan negeri-negeri yang menggunakan bahasa Melayu. Saya sangat antusias menyambut kehadiran buku yang menceritakan kehidupan dan perjuangan Buya Hamka ini. Harapannya, semoga buku ini akan menambah pengetahuan kita tentang sosok Buya Hamka, khususnya bagi generasi muda saat ini.” —H. Afif Hamka, putra kandung Buya Hamka “Satu lagi tokoh hebat Indonesia—setelah beberapa tokoh hebat lain—disampaikan kisah kehidupannya secara menarik oleh Mas Haidar Musyafa. Siapa tak mengenal Buya Hamka? Novel-novelnya luar biasa. Karya tafsirnya juga dahsyat. Di samping menguasai ilmu agama Islam, Buya Hamka juga sangat piawai dalam menyampaikan (menuliskan) gagasan-gagasan dan visinya baik dalam bentuk fiksi maupun nonfiksi. Lewat buku ini, kita dapat belajar dari Buya Hamka. Dan Mas Haidar Musyafa menyajikannya dalam bentuk yang enak dibaca.” —Hernowo, penulis best-seller buku Mengikat Makna dan Andaikan Buku Itu Sepotong Pizza “Saya membaca buku-buku Hamka dan mengikuti pemikirannya yang khas dan cemerlang. Muslim di Indonesia sepantasnya bersyukur pernah menjadi saksi dari perjalanan hidup seorang Hamka. Ia adalah sejarah yang tak hanya patut untuk dicatat. Riwayatnya bahkan harus diabadikan dalam spirit kecerdasan beragama. Kehadiran buku ini tak lain adalah ikhtiar untuk kembali menghidupkan nyala api Hamka.” —Candra Malik, sastrawan sufi “Tirai kehidupan Buya Hamka yang nyaris tidak terbuka adalah kenyataan bahwa beliau adalah pengamal Tarekat Syattariyyah, yang justru dari sisi itulah kelembutan, kesabaran, ketabahan, ketiadaan dendam, pemaaf, dan kecintaan beliau kepada semua orang, termasuk yang menyakitinya itu bersumber.” —K.H. Agus Sunyoto, penulis buku Megabestseller Atlas Wali Songo: Buku Pertama yang Mengungkap Wali Songo Sebagai Fakta Sejarah ', 'twitter:image' => 'https://img.bukabuku.net/product/1/7/1796889f0c4246ffc150c12e30579ae9.jpg' ), 'title_for_layout' => 'BUYA HAMKA: SEBUAH NOVEL BIOGRAFI - BukaBuku.com - Toko Buku Online', 'url' => 'browses/product/9786027926394/buya-hamka-sebuah-novel-biografi.html' ) $browse_view = 'list' $system = array( 'store' => array( 'id' => '3', 'name' => 'Bukabuku.com', 'name_label' => 'Bukabuku.com', 'url' => 'www.bukabuku.com', 'email_name' => 'Bukabuku.com', 'key' => '83be148a0563b4bebcb391917485dcc2', 'logo' => 'logo.gif', 'email_order' => 'cs@bukabuku.com', 'email_order_amazon' => 'cs@emails.bukabuku.com', 'address1' => 'Ruko Cempaka Mas Blok M/50', 'address2' => 'Jln. Letjen Suprapto', 'address3' => 'Jakarta Pusat', 'zip' => '10640', 'phone1' => '0896-7269-1122', 'phone2' => '', 'show_language_picker' => 'no', 'show_department_picker' => 'no', 'maintenance_mode' => 'no', 'readonly_mode' => 'no', 'show_banners' => 'yes', 'show_top_20' => 'yes', 'social_media_login' => 'yes', 'email_partnership' => 'partnership@bukabuku.com', 'allow_cod' => 'yes', 'sphinx_host' => 'sphinx2.bukabuku.net', 'sphinx_product_index_local' => 'product_bukabuku', 'sphinx_product_index' => 'product_bukabuku_rt' ), 'cart_content' => array( 'products' => array(), 'count' => (int) 0 ), 'language' => array( 'ind' => 'Indonesia' ), 'depts' => array( 'all' => 'Semua Departemen', 'book' => 'Books' ), 'store_depts' => array( (int) 0 => array( 'Department' => array( [maximum depth reached] ), 'Store' => array([maximum depth reached]) ) ), 'menu_categories' => array( 'Books' => array( (int) 0 => array( [maximum depth reached] ), (int) 1 => array( [maximum depth reached] ), (int) 2 => array( [maximum depth reached] ), (int) 3 => array( [maximum depth reached] ), (int) 4 => array( [maximum depth reached] ), (int) 5 => array( [maximum depth reached] ), (int) 6 => array( [maximum depth reached] ), (int) 7 => array( [maximum depth reached] ), (int) 8 => array( [maximum depth reached] ), (int) 9 => array( [maximum depth reached] ), (int) 10 => array( [maximum depth reached] ), (int) 11 => array( [maximum depth reached] ), (int) 12 => array( [maximum depth reached] ), (int) 13 => array( [maximum depth reached] ), (int) 14 => array( [maximum depth reached] ), (int) 15 => array( [maximum depth reached] ), (int) 16 => array( [maximum depth reached] ), (int) 17 => array( [maximum depth reached] ), (int) 18 => array( [maximum depth reached] ), (int) 19 => array( [maximum depth reached] ), (int) 20 => array( [maximum depth reached] ), (int) 21 => array( [maximum depth reached] ), (int) 22 => array( [maximum depth reached] ), (int) 23 => array( [maximum depth reached] ), (int) 24 => array( [maximum depth reached] ), (int) 25 => array( [maximum depth reached] ), (int) 26 => array( [maximum depth reached] ), (int) 27 => array( [maximum depth reached] ), (int) 28 => array( [maximum depth reached] ), (int) 29 => array( [maximum depth reached] ), (int) 30 => array( [maximum depth reached] ), (int) 31 => array( [maximum depth reached] ), (int) 32 => array( [maximum depth reached] ), (int) 33 => array( [maximum depth reached] ), (int) 34 => array( [maximum depth reached] ), (int) 35 => array( [maximum depth reached] ), (int) 36 => array( [maximum depth reached] ), (int) 37 => array( [maximum depth reached] ), (int) 38 => array( [maximum depth reached] ), (int) 39 => array( [maximum depth reached] ), (int) 40 => array( [maximum depth reached] ), (int) 41 => array( [maximum depth reached] ), (int) 42 => array( [maximum depth reached] ), (int) 43 => array( [maximum depth reached] ), (int) 44 => array( [maximum depth reached] ), (int) 45 => array( [maximum depth reached] ), (int) 46 => array( [maximum depth reached] ) ) ), 'wishlists' => array() ) $show_edit = false $products_by_author = array( (int) 0 => array( 'SearchCache' => array( 'id' => '1181122', 'product_id' => '2010001375890', 'product_id_old' => null, 'serie' => '', 'serie_id' => '0', 'name' => 'Berani Mencintai, Bernyali Menikahi', 'subname' => null, 'edition' => null, 'date_release' => 'Agustus 2023', 'date_calc' => '0000-00-00', 'date_available' => '0000-00-00', 'ean' => '9786230049231', 'string_x1' => 'HAIDAR MUSYAFA', 'string_x2' => 'Soft Cover', 'string_x3' => null, 'code' => null, 'code_x1' => null, 'code_x2' => '9786230049231', 'code_x3' => null, 'code_x4' => null, 'code_x5' => null, 'brand' => 'Elex Media Komputindo', 'brand_id' => '21', 'price_min' => '138000', 'price_max' => '0', 'price_dollar' => '138000', 'currency' => null, 'rating' => (int) 0, 'reviewer' => '0', 'department' => 'Books', 'department_code' => 'book', 'department_id' => '1', 'picture' => '2245e19462f220f4e214d6f6ad1a4398.jpg', 'picture_old' => null, 'product_group_id' => '0', 'parent_group_id' => null, 'dimension_x' => '150', 'dimension_y' => '230', 'dimension_z' => null, 'weight' => '500', 'qty' => '0', 'qty_supplier' => '0', 'sold' => '0', 'safety_stock' => '0', 'status' => 'out_of_stock', 'tax' => 'include', 'description_small' => 'Membangun kehidupan rumah tangga atau keluarga merupakan jalan yang ditentukan oleh Allah taala untuk menjaga keberlangsungan hidup umat manusia. Bahkan, para nabi dan rasul pun menjalani kehidupan rumah tangga sebagaimana manusia pada umumnya. Hal ini membuktikan bahwa membangun rumah tangga merupakan misi Ilahiah yang harus dijalani oleh manusia sebagai upaya menaati perintah-Nya. Dalam kehidupan berumah tangga, suami dan istri sama-sama memiliki peran yang sangat besar dalam usahanya ', 'preorder' => 'no', 'status_available' => 'normal', 'input_reset_status' => 'yes', 'redirect_ean' => null, 'created' => '2023-11-24 09:06:04', 'modified' => null, 'data_fetch' => 'no', 'data_fetch_date' => null, 'data_compare_ignore' => 'no', 'highlight' => '', 'price' => '138000', 'price_discount' => (int) 110400, 'discount_pct' => '20', 'availability' => array( [maximum depth reached] ), 'count' => (int) 0 ), 'BrandRule' => array( 'id' => '1658', 'brand_id' => '21', 'discount' => '20', 'store_id' => '3' ), 'ProductRank' => array( 'id' => null, 'product_id' => null, 'category_id' => null, 'store_id' => null, 'rank' => null, 'created' => null, 'modified' => null ), 'Category' => array( 'id' => null, 'name' => null, 'status' => null, 'parent' => null, 'child_ids' => null, 'parent_ids' => null, 'parent_ids_space' => null, 'cat_names' => null, 'weight' => null ), 'SearchCacheDetail' => array( 'id' => '1570641', 'search_cache_id' => '1181122', 'key' => 'author', 'value_id' => '95776', 'value' => 'HAIDAR MUSYAFA', 'created' => '2023-11-24 09:06:04', 'modified' => null ) ), (int) 1 => array( 'SearchCache' => array( 'id' => '1180537', 'product_id' => '2010001370048', 'product_id_old' => null, 'serie' => '', 'serie_id' => '0', 'name' => 'Siapa Bilang Orang Berdosa Gak Bisa Masuk Surga', 'subname' => null, 'edition' => null, 'date_release' => 'Februari 2017', 'date_calc' => '0000-00-00', 'date_available' => '0000-00-00', 'ean' => 'SCOOPG125484', 'string_x1' => 'HAIDAR MUSYAFA', 'string_x2' => '', 'string_x3' => null, 'code' => null, 'code_x1' => null, 'code_x2' => 'SCOOPG125484', 'code_x3' => null, 'code_x4' => null, 'code_x5' => null, 'brand' => 'Elex Media Komputindo', 'brand_id' => '21', 'price_min' => '35000', 'price_max' => '0', 'price_dollar' => '35000', 'currency' => null, 'rating' => (int) 0, 'reviewer' => '0', 'department' => 'Books', 'department_code' => 'book', 'department_id' => '1', 'picture' => '96ccb2fe14e4c43388ced535e2feb610.jpg', 'picture_old' => null, 'product_group_id' => '0', 'parent_group_id' => null, 'dimension_x' => '0', 'dimension_y' => '0', 'dimension_z' => null, 'weight' => '0', 'qty' => '0', 'qty_supplier' => '0', 'sold' => '0', 'safety_stock' => '0', 'status' => 'out_of_stock', 'tax' => 'include', 'description_small' => 'Selain membekali manusia dengan potensi keimanan, Allah juga memberikan hawa nafsu kepada manusia. Itulah yang kemudian menjadi penyebab mengapa banyak manusia yang menyimpang dan tak mampu mempertahankan keimanan dan kesucian fitrahnya. Banyak di antara manusia yang terpengaruh oleh rayuan manis iblis untuk mendapatkan kenikmatan dengan cara yang instan; singkat dan mudah, yang sejatinya bertentangan dengan ketentuan Allah Swt. Akhirnya banyak di antara manusia yang terjerumus ke lembah ', 'preorder' => 'no', 'status_available' => 'normal', 'input_reset_status' => 'yes', 'redirect_ean' => null, 'created' => '2023-11-17 23:08:27', 'modified' => null, 'data_fetch' => 'no', 'data_fetch_date' => null, 'data_compare_ignore' => 'no', 'highlight' => '', 'price' => '35000', 'price_discount' => (int) 28000, 'discount_pct' => '20', 'availability' => array( [maximum depth reached] ), 'count' => (int) 0 ), 'BrandRule' => array( 'id' => '1658', 'brand_id' => '21', 'discount' => '20', 'store_id' => '3' ), 'ProductRank' => array( 'id' => null, 'product_id' => null, 'category_id' => null, 'store_id' => null, 'rank' => null, 'created' => null, 'modified' => null ), 'Category' => array( 'id' => null, 'name' => null, 'status' => null, 'parent' => null, 'child_ids' => null, 'parent_ids' => null, 'parent_ids_space' => null, 'cat_names' => null, 'weight' => null ), 'SearchCacheDetail' => array( 'id' => '1568742', 'search_cache_id' => '1180537', 'key' => 'author', 'value_id' => '95776', 'value' => 'HAIDAR MUSYAFA', 'created' => '2023-11-17 23:08:27', 'modified' => null ) ) ) $current_author = array( 'People' => array( 'id' => '95776', 'name' => 'HAIDAR MUSYAFA', 'description' => null, 'email' => null, 'website' => null, 'facebook' => null, 'twitter' => null, 'instagram' => null, 'google+' => null ), 'PeopleImage' => array() ) $products_bought_relation = array() $availability = array( 'text' => 'Stock tidak tersedia', 'color' => 'product_status_red', 'qty' => '0' ) $promo_combined = array() $result = array( 'ProductBook' => array( 'id' => '2010001283690', 'EAN' => '9786027926394', 'code' => 'XB-14', 'name' => 'BUYA HAMKA: SEBUAH NOVEL BIOGRAFI', 'subname' => null, 'brand' => 'Pustaka IIman', 'brand_id' => '2031', 'brand_discount_id' => null, 'dimension_x' => '160', 'dimension_y' => '240', 'dimension_z' => '0', 'shipping_weight' => '860', 'weight_flag' => 'brand', 'price' => '160000', 'price_dollar' => '160000', 'currency' => null, 'description' => '<p style="text-align: justify;"><p>Di masa Demokrasi Terpimpin, Buya Hamka adalah sosok yang kadang berbeda pendapat dengan Presiden Sukarno, juga berseberangan dengan kaum komunis. Melalui Majalah <em>Lentera</em>, karya-karyanya diserang habis. Berbulan-bulan lamanya ia hadapi hantaman orang-orang yang tak sepaham dengannya. Dua tahun empat bulan lamanya, Buya Hamka hidup dalam penjara rezim Sukarno. Meski begitu, ia tak marah. Ia tidak hanya dekat dengan mereka yang sepaham dan sepemikiran, tapi juga tidak menghindari orang yang tidak disukainya. Ia berprinsip bahwa dengan mengenal sesama yang berbeda, akan menemukan sudut pandang baru. Meski ilmunya sangat tinggi, ia tak pernah merasa besar diri. Sikap hidupnya yang lurus terbukti saat ia menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ia jalankan amanah itu dengan penuh tanggung jawab. Meski mendapat banyak tekanan, ia tetap teguh bersikap dan memegang prinsip. Baginya, kehebatan ulama diukur sejauh mana ia mampu melembutkan kerasnya hati para pembenci, dan sejauh mana kemampuannya menenangkan jiwa-jiwa yang gundah gulana.</p> <p>Buya Hamka adalah sosok ulama paripurna, moderat, teduh yang tidak mudah membuat gaduh, apalagi memancing di air keruh. Tuturan dan pesan dakwahnya selalu menyejukkan bukan memojokkan, mengundang simpati, jauh dari kata umpat dan hujat. Figur ulama pembina bukan penghina, pendidik bukan pembidik, pengukuh bukan peruntuh. Ketika mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak prorakyat dan memihak umat Islam, ia lebih memilih jalur pena dalam rangka menyampaikan aspirasi dan pesannya daripada menggalang aksi massa. Pendiriannya teguh, prinsipnya kuat, namun lentur dan menaruh hormat kepada liyan yang berbeda. Sosok ulama besar yang bersahaja, tak terbeli, independen, dan tak gemar mengobral fatwa. Beragam laku luhur inilah yang membuat ulama berdarah Minangkabau ini disegani banyak orang.</p> <p><strong>Sebuah novel biografi terlengkap yang mengisahkan kehidupan dan perjuangan Buya Hamka. Pertama di Indonesia, bahkan dunia.</strong></p> <p><strong>Endorsemen:</strong></p> <p>“Saya mengucapkan selamat kepada penulis atas terbitnya novel biografi ini. Meski disajikan dalam bentuk novel, tapi buku ini ditulis dengan riset yang serius. Mengumpulkan informasi-informasi tentang kisah hidup dan perjuangan Buya Hamka dari berbagai sumber, khususnya sumber-sumber langka yang saat ini sudah sangat sulit untuk didapatkan. Membaca buku ini, kita akan mendapati sajian yang runut tentang kisah hidup dan perjuangan seorang Hamka yang mendekati kenyataan. Sehingga kehadiran buku ini sangat layak untuk diapresiasi dan dijadikan sebagai referensi oleh semua kalangan masyarakat Indonesia yang ingin lebih mendalami dan mengenal sosok Hamka. Selamat membaca. “<br> <strong>—Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, M.AP, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI</strong></p> <p>“Di dalam diri seorang Buya Hamka, menyatu berbagai sebutan, antara lain sastrawan, wartawan, budayawan, sejarawan, ulama, mubalig dan lain sebagainya. Buya Hamka bukan hanya ayah dan imam dalam lingkungan keluarga. Tapi beliau merupakan ayah dan imam bagi umat Islam di Nusantara ini, termasuk di Malaysia, dan negeri-negeri yang menggunakan bahasa Melayu. Saya sangat antusias menyambut kehadiran buku yang menceritakan kehidupan dan perjuangan Buya Hamka ini. Harapannya, semoga buku ini akan menambah pengetahuan kita tentang sosok Buya Hamka, khususnya bagi generasi muda saat ini.”<br> <strong>—H. Afif Hamka, putra kandung Buya Hamka</strong></p> <p>“Satu lagi tokoh hebat Indonesia—setelah beberapa tokoh hebat lain—disampaikan kisah kehidupannya secara menarik oleh Mas Haidar Musyafa. Siapa tak mengenal Buya Hamka? Novel-novelnya luar biasa. Karya tafsirnya juga dahsyat. Di samping menguasai ilmu agama Islam, Buya Hamka juga sangat piawai dalam menyampaikan (menuliskan) gagasan-gagasan dan visinya baik dalam bentuk fiksi maupun nonfiksi. Lewat buku ini, kita dapat belajar dari Buya Hamka. Dan Mas Haidar Musyafa menyajikannya dalam bentuk yang enak dibaca.”<br> <strong>—Hernowo, penulis best-seller buku <em>Mengikat Makna</em> dan <em>Andaikan Buku Itu Sepotong Pizza</em></strong></p> <p>“Saya membaca buku-buku Hamka dan mengikuti pemikirannya yang khas dan cemerlang. Muslim di Indonesia sepantasnya bersyukur pernah menjadi saksi dari perjalanan hidup seorang Hamka. Ia adalah sejarah yang tak hanya patut untuk dicatat. Riwayatnya bahkan harus diabadikan dalam spirit kecerdasan beragama. Kehadiran buku ini tak lain adalah ikhtiar untuk kembali menghidupkan nyala api Hamka.”<br> <strong>—Candra Malik, sastrawan sufi </strong></p> <p>“Tirai kehidupan Buya Hamka yang nyaris tidak terbuka adalah kenyataan bahwa beliau adalah pengamal Tarekat Syattariyyah, yang justru dari sisi itulah kelembutan, kesabaran, ketabahan, ketiadaan dendam, pemaaf, dan kecintaan beliau kepada semua orang, termasuk yang menyakitinya itu bersumber.”<br> <strong>—K.H. Agus Sunyoto, penulis buku <em>Megabestseller Atlas Wali Songo: Buku Pertama yang Mengungkap Wali Songo Sebagai Fakta Sejarah</em></strong></p> <p> </p> </p>', 'eol' => 'no', 'product_group_id' => null, 'department_id' => '0', 'review_rating' => '0', 'review_count' => '0', 'review_count_1' => '0', 'review_count_2' => '0', 'review_count_3' => '0', 'review_count_4' => '0', 'review_count_5' => '0', 'sold' => '0', 'status' => 'active', 'isbn' => null, 'isbn13' => '9786027926394', 'date_release' => '2018', 'date_available' => '0000-00-00', 'serie_id' => '0', 'serie' => null, 'edition' => null, 'pages' => null, 'tax' => 'include', 'status_available' => 'normal', 'redirect_ean' => null, 'data_source' => null, 'data_source_id' => null, 'data_source_updated' => null, 'created' => '2022-09-29 14:56:58', 'modified' => null, 'price_discount' => (int) 128000, 'discount_percent' => '20', 'dimension' => '160 mm x 240 mm' ), 'Brand' => array( 'id' => '2031', 'name' => 'Pustaka IIman', 'name_web' => 'Pustaka IIman', 'website' => '', 'phone' => '', 'fax' => '', 'email' => '', 'facebook' => '', 'twitter' => '', 'cash_status' => null, 'cash_value' => null, 'credit_status' => null, 'credit_value' => null, 'consign_status' => null, 'consign_value' => null, 'status' => 'active', 'created' => '2014-06-14 09:57:24', 'modified' => '2014-06-14 09:57:27', 'department_id' => '1' ), 'SearchCache' => array( 'id' => '1171871', 'product_id' => '2010001283690', 'product_id_old' => null, 'serie' => '', 'serie_id' => '0', 'name' => 'BUYA HAMKA: SEBUAH NOVEL BIOGRAFI', 'subname' => null, 'edition' => null, 'date_release' => '2018-00-00', 'date_calc' => '0000-00-00', 'date_available' => '0000-00-00', 'ean' => '9786027926394', 'string_x1' => 'HAIDAR MUSYAFA', 'string_x2' => 'Soft Cover', 'string_x3' => null, 'code' => 'XB-14', 'code_x1' => null, 'code_x2' => '9786027926394', 'code_x3' => null, 'code_x4' => null, 'code_x5' => null, 'brand' => 'Pustaka IIman', 'brand_id' => '2031', 'price_min' => '160000', 'price_max' => '0', 'price_dollar' => '160000', 'currency' => null, 'rating' => '0', 'reviewer' => '0', 'department' => 'Books', 'department_code' => 'book', 'department_id' => '1', 'picture' => '1796889f0c4246ffc150c12e30579ae9.jpg', 'picture_old' => null, 'product_group_id' => '0', 'parent_group_id' => null, 'dimension_x' => '160', 'dimension_y' => '240', 'dimension_z' => null, 'weight' => '860', 'qty' => '0', 'qty_supplier' => '0', 'sold' => '0', 'safety_stock' => '0', 'status' => 'out_of_stock', 'tax' => 'include', 'description_small' => 'Di masa Demokrasi Terpimpin, Buya Hamka adalah sosok yang kadang berbeda pendapat dengan Presiden Sukarno, juga berseberangan dengan kaum komunis. Melalui Majalah Lentera, karya-karyanya diserang habis. Berbulan-bulan lamanya ia hadapi hantaman orang-orang yang tak sepaham dengannya. Dua tahun empat bulan lamanya, Buya Hamka hidup dalam penjara rezim Sukarno. Meski begitu, ia tak marah. Ia tidak hanya dekat dengan mereka yang sepaham dan sepemikiran, tapi juga tidak menghindari orang yang tidak ', 'preorder' => 'no', 'status_available' => 'normal', 'input_reset_status' => 'yes', 'redirect_ean' => null, 'created' => null, 'modified' => null, 'data_fetch' => 'no', 'data_fetch_date' => null, 'data_compare_ignore' => 'no' ), 'ProductCategory' => array( (int) 0 => array( 'id' => '947899', 'product_id' => '2010001283690', 'category_id' => '132', 'category_text' => ':: Buku :: Psikologi :: Umum & Dewasa', 'category_ids' => '1,130,132', 'created' => '2022-09-29 14:56:58', 'modified' => null ) ), 'ProductImage' => array( (int) 0 => array( 'id' => '821158', 'product_id' => '2010001283690', 'image' => '1796889f0c4246ffc150c12e30579ae9.jpg', 'weight' => '0', 'image_set_key' => null, 'image_set_id' => null, 'created' => '2022-12-13 01:14:41', 'modified' => null ) ), 'Detail' => array( 'author' => array( (int) 95776 => 'HAIDAR MUSYAFA' ), 'language' => array( (int) 132 => 'Indonesia' ), 'format' => array( (int) 100 => 'Soft Cover' ) ) ) $rating = array( 'count' => (int) 0, 'rating' => (int) 0, 'count1' => (int) 0, 'count2' => (int) 0, 'count3' => (int) 0, 'count4' => (int) 0, 'count5' => (int) 0 ) $reviews = array() $first_image = array( 'id' => '821158', 'l1' => '1', 'l2' => '7', 'image' => '1796889f0c4246ffc150c12e30579ae9.jpg' ) $promo = array() $unavailable = false $meta = array( 'description' => 'BUYA HAMKA: SEBUAH NOVEL BIOGRAFI - Oleh: HAIDAR MUSYAFA - Di masa Demokrasi Terpimpin, Buya Hamka adalah sosok yang kadang berbeda pendapat dengan Presiden Sukarno, juga berseberangan dengan kaum komunis. Melalui Majalah Lentera, karya-karyanya diserang habis. Berbulan-bulan lamanya ia hadapi hantaman orang-orang yang tak sepaham dengannya. Dua tahun empat bulan lamanya, Buya Hamka hidup dalam penjara rezim Sukarno. Meski begitu, ia tak marah. Ia tidak hanya dekat dengan mereka yang sepaham dan sepemikiran, tapi juga tidak menghindari orang yang tidak disukainya. Ia berprinsip bahwa dengan mengenal sesama yang berbeda, akan menemukan sudut pandang baru. Meski ilmunya sangat tinggi, ia tak pernah merasa besar diri. Sikap hidupnya yang lurus terbukti saat ia menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ia jalankan amanah itu dengan penuh tanggung jawab. Meski mendapat banyak tekanan, ia tetap teguh bersikap dan memegang prinsip. Baginya, kehebatan ulama diukur sejauh mana ia mampu melembutkan kerasnya hati para pembenci, dan sejauh mana kemampuannya menenangkan jiwa-jiwa yang gundah gulana. Buya Hamka adalah sosok ulama paripurna, moderat, teduh yang tidak mudah membuat gaduh, apalagi memancing di air keruh. Tuturan dan pesan dakwahnya selalu menyejukkan bukan memojokkan, mengundang simpati, jauh dari kata umpat dan hujat. Figur ulama pembina bukan penghina, pendidik bukan pembidik, pengukuh bukan peruntuh. Ketika mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak prorakyat dan memihak umat Islam, ia lebih memilih jalur pena dalam rangka menyampaikan aspirasi dan pesannya daripada menggalang aksi massa. Pendiriannya teguh, prinsipnya kuat, namun lentur dan menaruh hormat kepada liyan yang berbeda. Sosok ulama besar yang bersahaja, tak terbeli, independen, dan tak gemar mengobral fatwa. Beragam laku luhur inilah yang membuat ulama berdarah Minangkabau ini disegani banyak orang. Sebuah novel biografi terlengkap yang mengisahkan kehidupan dan perjuangan Buya Hamka. Pertama di Indonesia, bahkan dunia. Endorsemen: “Saya mengucapkan selamat kepada penulis atas terbitnya novel biografi ini. Meski disajikan dalam bentuk novel, tapi buku ini ditulis dengan riset yang serius. Mengumpulkan informasi-informasi tentang kisah hidup dan perjuangan Buya Hamka dari berbagai sumber, khususnya sumber-sumber langka yang saat ini sudah sangat sulit untuk didapatkan. Membaca buku ini, kita akan mendapati sajian yang runut tentang kisah hidup dan perjuangan seorang Hamka yang mendekati kenyataan. Sehingga kehadiran buku ini sangat layak untuk diapresiasi dan dijadikan sebagai referensi oleh semua kalangan masyarakat Indonesia yang ingin lebih mendalami dan mengenal sosok Hamka. Selamat membaca. “ —Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, M.AP, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI “Di dalam diri seorang Buya Hamka, menyatu berbagai sebutan, antara lain sastrawan, wartawan, budayawan, sejarawan, ulama, mubalig dan lain sebagainya. Buya Hamka bukan hanya ayah dan imam dalam lingkungan keluarga. Tapi beliau merupakan ayah dan imam bagi umat Islam di Nusantara ini, termasuk di Malaysia, dan negeri-negeri yang menggunakan bahasa Melayu. Saya sangat antusias menyambut kehadiran buku yang menceritakan kehidupan dan perjuangan Buya Hamka ini. Harapannya, semoga buku ini akan menambah pengetahuan kita tentang sosok Buya Hamka, khususnya bagi generasi muda saat ini.” —H. Afif Hamka, putra kandung Buya Hamka “Satu lagi tokoh hebat Indonesia—setelah beberapa tokoh hebat lain—disampaikan kisah kehidupannya secara menarik oleh Mas Haidar Musyafa. Siapa tak mengenal Buya Hamka? Novel-novelnya luar biasa. Karya tafsirnya juga dahsyat. Di samping menguasai ilmu agama Islam, Buya Hamka juga sangat piawai dalam menyampaikan (menuliskan) gagasan-gagasan dan visinya baik dalam bentuk fiksi maupun nonfiksi. Lewat buku ini, kita dapat belajar dari Buya Hamka. Dan Mas Haidar Musyafa menyajikannya dalam bentuk yang enak dibaca.” —Hernowo, penulis best-seller buku Mengikat Makna dan Andaikan Buku Itu Sepotong Pizza “Saya membaca buku-buku Hamka dan mengikuti pemikirannya yang khas dan cemerlang. Muslim di Indonesia sepantasnya bersyukur pernah menjadi saksi dari perjalanan hidup seorang Hamka. Ia adalah sejarah yang tak hanya patut untuk dicatat. Riwayatnya bahkan harus diabadikan dalam spirit kecerdasan beragama. Kehadiran buku ini tak lain adalah ikhtiar untuk kembali menghidupkan nyala api Hamka.” —Candra Malik, sastrawan sufi “Tirai kehidupan Buya Hamka yang nyaris tidak terbuka adalah kenyataan bahwa beliau adalah pengamal Tarekat Syattariyyah, yang justru dari sisi itulah kelembutan, kesabaran, ketabahan, ketiadaan dendam, pemaaf, dan kecintaan beliau kepada semua orang, termasuk yang menyakitinya itu bersumber.” —K.H. Agus Sunyoto, penulis buku Megabestseller Atlas Wali Songo: Buku Pertama yang Mengungkap Wali Songo Sebagai Fakta Sejarah ', 'og:title' => 'BUYA HAMKA: SEBUAH NOVEL BIOGRAFI - Oleh: HAIDAR MUSYAFA', 'og:type' => 'book', 'og:image' => 'https://img.bukabuku.net/product/1/7/1796889f0c4246ffc150c12e30579ae9.jpg', 'og:url' => 'https://www.bukabuku.com/browses/product/9786027926394/buya-hamka-sebuah-novel-biografi.html', 'og:description' => 'Di masa Demokrasi Terpimpin, Buya Hamka adalah sosok yang kadang berbeda pendapat dengan Presiden Sukarno, juga berseberangan dengan kaum komunis. Melalui Majalah Lentera, karya-karyanya diserang habis. Berbulan-bulan lamanya ia hadapi hantaman orang-orang yang tak sepaham dengannya. Dua tahun empat bulan lamanya, Buya Hamka hidup dalam penjara rezim Sukarno. Meski begitu, ia tak marah. Ia tidak hanya dekat dengan mereka yang sepaham dan sepemikiran, tapi juga tidak menghindari orang yang tidak disukainya. Ia berprinsip bahwa dengan mengenal sesama yang berbeda, akan menemukan sudut pandang baru. Meski ilmunya sangat tinggi, ia tak pernah merasa besar diri. Sikap hidupnya yang lurus terbukti saat ia menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ia jalankan amanah itu dengan penuh tanggung jawab. Meski mendapat banyak tekanan, ia tetap teguh bersikap dan memegang prinsip. Baginya, kehebatan ulama diukur sejauh mana ia mampu melembutkan kerasnya hati para pembenci, dan sejauh mana kemampuannya menenangkan jiwa-jiwa yang gundah gulana. Buya Hamka adalah sosok ulama paripurna, moderat, teduh yang tidak mudah membuat gaduh, apalagi memancing di air keruh. Tuturan dan pesan dakwahnya selalu menyejukkan bukan memojokkan, mengundang simpati, jauh dari kata umpat dan hujat. Figur ulama pembina bukan penghina, pendidik bukan pembidik, pengukuh bukan peruntuh. Ketika mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak prorakyat dan memihak umat Islam, ia lebih memilih jalur pena dalam rangka menyampaikan aspirasi dan pesannya daripada menggalang aksi massa. Pendiriannya teguh, prinsipnya kuat, namun lentur dan menaruh hormat kepada liyan yang berbeda. Sosok ulama besar yang bersahaja, tak terbeli, independen, dan tak gemar mengobral fatwa. Beragam laku luhur inilah yang membuat ulama berdarah Minangkabau ini disegani banyak orang. Sebuah novel biografi terlengkap yang mengisahkan kehidupan dan perjuangan Buya Hamka. Pertama di Indonesia, bahkan dunia. Endorsemen: “Saya mengucapkan selamat kepada penulis atas terbitnya novel biografi ini. Meski disajikan dalam bentuk novel, tapi buku ini ditulis dengan riset yang serius. Mengumpulkan informasi-informasi tentang kisah hidup dan perjuangan Buya Hamka dari berbagai sumber, khususnya sumber-sumber langka yang saat ini sudah sangat sulit untuk didapatkan. Membaca buku ini, kita akan mendapati sajian yang runut tentang kisah hidup dan perjuangan seorang Hamka yang mendekati kenyataan. Sehingga kehadiran buku ini sangat layak untuk diapresiasi dan dijadikan sebagai referensi oleh semua kalangan masyarakat Indonesia yang ingin lebih mendalami dan mengenal sosok Hamka. Selamat membaca. “ —Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, M.AP, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI “Di dalam diri seorang Buya Hamka, menyatu berbagai sebutan, antara lain sastrawan, wartawan, budayawan, sejarawan, ulama, mubalig dan lain sebagainya. Buya Hamka bukan hanya ayah dan imam dalam lingkungan keluarga. Tapi beliau merupakan ayah dan imam bagi umat Islam di Nusantara ini, termasuk di Malaysia, dan negeri-negeri yang menggunakan bahasa Melayu. Saya sangat antusias menyambut kehadiran buku yang menceritakan kehidupan dan perjuangan Buya Hamka ini. Harapannya, semoga buku ini akan menambah pengetahuan kita tentang sosok Buya Hamka, khususnya bagi generasi muda saat ini.” —H. Afif Hamka, putra kandung Buya Hamka “Satu lagi tokoh hebat Indonesia—setelah beberapa tokoh hebat lain—disampaikan kisah kehidupannya secara menarik oleh Mas Haidar Musyafa. Siapa tak mengenal Buya Hamka? Novel-novelnya luar biasa. Karya tafsirnya juga dahsyat. Di samping menguasai ilmu agama Islam, Buya Hamka juga sangat piawai dalam menyampaikan (menuliskan) gagasan-gagasan dan visinya baik dalam bentuk fiksi maupun nonfiksi. Lewat buku ini, kita dapat belajar dari Buya Hamka. Dan Mas Haidar Musyafa menyajikannya dalam bentuk yang enak dibaca.” —Hernowo, penulis best-seller buku Mengikat Makna dan Andaikan Buku Itu Sepotong Pizza “Saya membaca buku-buku Hamka dan mengikuti pemikirannya yang khas dan cemerlang. Muslim di Indonesia sepantasnya bersyukur pernah menjadi saksi dari perjalanan hidup seorang Hamka. Ia adalah sejarah yang tak hanya patut untuk dicatat. Riwayatnya bahkan harus diabadikan dalam spirit kecerdasan beragama. Kehadiran buku ini tak lain adalah ikhtiar untuk kembali menghidupkan nyala api Hamka.” —Candra Malik, sastrawan sufi “Tirai kehidupan Buya Hamka yang nyaris tidak terbuka adalah kenyataan bahwa beliau adalah pengamal Tarekat Syattariyyah, yang justru dari sisi itulah kelembutan, kesabaran, ketabahan, ketiadaan dendam, pemaaf, dan kecintaan beliau kepada semua orang, termasuk yang menyakitinya itu bersumber.” —K.H. Agus Sunyoto, penulis buku Megabestseller Atlas Wali Songo: Buku Pertama yang Mengungkap Wali Songo Sebagai Fakta Sejarah ', 'twitter:title' => 'BUYA HAMKA: SEBUAH NOVEL BIOGRAFI - Oleh: HAIDAR MUSYAFA', 'twitter:description' => 'Di masa Demokrasi Terpimpin, Buya Hamka adalah sosok yang kadang berbeda pendapat dengan Presiden Sukarno, juga berseberangan dengan kaum komunis. Melalui Majalah Lentera, karya-karyanya diserang habis. Berbulan-bulan lamanya ia hadapi hantaman orang-orang yang tak sepaham dengannya. Dua tahun empat bulan lamanya, Buya Hamka hidup dalam penjara rezim Sukarno. Meski begitu, ia tak marah. Ia tidak hanya dekat dengan mereka yang sepaham dan sepemikiran, tapi juga tidak menghindari orang yang tidak disukainya. Ia berprinsip bahwa dengan mengenal sesama yang berbeda, akan menemukan sudut pandang baru. Meski ilmunya sangat tinggi, ia tak pernah merasa besar diri. Sikap hidupnya yang lurus terbukti saat ia menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ia jalankan amanah itu dengan penuh tanggung jawab. Meski mendapat banyak tekanan, ia tetap teguh bersikap dan memegang prinsip. Baginya, kehebatan ulama diukur sejauh mana ia mampu melembutkan kerasnya hati para pembenci, dan sejauh mana kemampuannya menenangkan jiwa-jiwa yang gundah gulana. Buya Hamka adalah sosok ulama paripurna, moderat, teduh yang tidak mudah membuat gaduh, apalagi memancing di air keruh. Tuturan dan pesan dakwahnya selalu menyejukkan bukan memojokkan, mengundang simpati, jauh dari kata umpat dan hujat. Figur ulama pembina bukan penghina, pendidik bukan pembidik, pengukuh bukan peruntuh. Ketika mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak prorakyat dan memihak umat Islam, ia lebih memilih jalur pena dalam rangka menyampaikan aspirasi dan pesannya daripada menggalang aksi massa. Pendiriannya teguh, prinsipnya kuat, namun lentur dan menaruh hormat kepada liyan yang berbeda. Sosok ulama besar yang bersahaja, tak terbeli, independen, dan tak gemar mengobral fatwa. Beragam laku luhur inilah yang membuat ulama berdarah Minangkabau ini disegani banyak orang. Sebuah novel biografi terlengkap yang mengisahkan kehidupan dan perjuangan Buya Hamka. Pertama di Indonesia, bahkan dunia. Endorsemen: “Saya mengucapkan selamat kepada penulis atas terbitnya novel biografi ini. Meski disajikan dalam bentuk novel, tapi buku ini ditulis dengan riset yang serius. Mengumpulkan informasi-informasi tentang kisah hidup dan perjuangan Buya Hamka dari berbagai sumber, khususnya sumber-sumber langka yang saat ini sudah sangat sulit untuk didapatkan. Membaca buku ini, kita akan mendapati sajian yang runut tentang kisah hidup dan perjuangan seorang Hamka yang mendekati kenyataan. Sehingga kehadiran buku ini sangat layak untuk diapresiasi dan dijadikan sebagai referensi oleh semua kalangan masyarakat Indonesia yang ingin lebih mendalami dan mengenal sosok Hamka. Selamat membaca. “ —Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, M.AP, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI “Di dalam diri seorang Buya Hamka, menyatu berbagai sebutan, antara lain sastrawan, wartawan, budayawan, sejarawan, ulama, mubalig dan lain sebagainya. Buya Hamka bukan hanya ayah dan imam dalam lingkungan keluarga. Tapi beliau merupakan ayah dan imam bagi umat Islam di Nusantara ini, termasuk di Malaysia, dan negeri-negeri yang menggunakan bahasa Melayu. Saya sangat antusias menyambut kehadiran buku yang menceritakan kehidupan dan perjuangan Buya Hamka ini. Harapannya, semoga buku ini akan menambah pengetahuan kita tentang sosok Buya Hamka, khususnya bagi generasi muda saat ini.” —H. Afif Hamka, putra kandung Buya Hamka “Satu lagi tokoh hebat Indonesia—setelah beberapa tokoh hebat lain—disampaikan kisah kehidupannya secara menarik oleh Mas Haidar Musyafa. Siapa tak mengenal Buya Hamka? Novel-novelnya luar biasa. Karya tafsirnya juga dahsyat. Di samping menguasai ilmu agama Islam, Buya Hamka juga sangat piawai dalam menyampaikan (menuliskan) gagasan-gagasan dan visinya baik dalam bentuk fiksi maupun nonfiksi. Lewat buku ini, kita dapat belajar dari Buya Hamka. Dan Mas Haidar Musyafa menyajikannya dalam bentuk yang enak dibaca.” —Hernowo, penulis best-seller buku Mengikat Makna dan Andaikan Buku Itu Sepotong Pizza “Saya membaca buku-buku Hamka dan mengikuti pemikirannya yang khas dan cemerlang. Muslim di Indonesia sepantasnya bersyukur pernah menjadi saksi dari perjalanan hidup seorang Hamka. Ia adalah sejarah yang tak hanya patut untuk dicatat. Riwayatnya bahkan harus diabadikan dalam spirit kecerdasan beragama. Kehadiran buku ini tak lain adalah ikhtiar untuk kembali menghidupkan nyala api Hamka.” —Candra Malik, sastrawan sufi “Tirai kehidupan Buya Hamka yang nyaris tidak terbuka adalah kenyataan bahwa beliau adalah pengamal Tarekat Syattariyyah, yang justru dari sisi itulah kelembutan, kesabaran, ketabahan, ketiadaan dendam, pemaaf, dan kecintaan beliau kepada semua orang, termasuk yang menyakitinya itu bersumber.” —K.H. Agus Sunyoto, penulis buku Megabestseller Atlas Wali Songo: Buku Pertama yang Mengungkap Wali Songo Sebagai Fakta Sejarah ', 'twitter:image' => 'https://img.bukabuku.net/product/1/7/1796889f0c4246ffc150c12e30579ae9.jpg' ) $title_for_layout = 'BUYA HAMKA: SEBUAH NOVEL BIOGRAFI - BukaBuku.com - Toko Buku Online' $url = 'browses/product/9786027926394/buya-hamka-sebuah-novel-biografi.html' $no_discount = array( (int) 0 => (int) 2010001193678, (int) 1 => (int) 2010001181750, (int) 2 => (int) 2010001181767, (int) 3 => (int) 2010001181736, (int) 4 => (int) 2010001181743, (int) 5 => (int) 2010001166962, (int) 6 => (int) 2010001140221, (int) 7 => (int) 2010001139553, (int) 8 => (int) 2010001138846, (int) 9 => (int) 2010001137580, (int) 10 => (int) 2010001135500, (int) 11 => (int) 2010001135135, (int) 12 => (int) 2010001073796, (int) 13 => (int) 2010001081821, (int) 14 => (int) 2010001084686, (int) 15 => (int) 2010001106319, (int) 16 => (int) 2010001120469, (int) 17 => (int) 2010001121046, (int) 18 => (int) 2010001123521, (int) 19 => (int) 2010001124139, (int) 20 => (int) 2010001126324, (int) 21 => (int) 2010001127574, (int) 22 => (int) 2010001130055, (int) 23 => (int) 2010001132219, (int) 24 => (int) 2010001133490, (int) 25 => (int) 2010001157434, (int) 26 => (int) 2010001198611, (int) 27 => (int) 2010001207054 ) $add_to_cart = 'disabled' $price_display = 'disabled'include - APP/View/Browses/product_book.ctp, line 60 View::_evaluate() - CORE/Cake/View/View.php, line 971 View::_render() - CORE/Cake/View/View.php, line 933 View::render() - CORE/Cake/View/View.php, line 473 Controller::render() - CORE/Cake/Controller/Controller.php, line 963 BrowsesController::product() - APP/Controller/BrowsesController.php, line 2268 ReflectionMethod::invokeArgs() - [internal], line ?? Controller::invokeAction() - CORE/Cake/Controller/Controller.php, line 491 Dispatcher::_invoke() - CORE/Cake/Routing/Dispatcher.php, line 193 Dispatcher::dispatch() - CORE/Cake/Routing/Dispatcher.php, line 167 [main] - APP/webroot/index.php, line 110
| Ketersediaan | : | Stock tidak tersedia |
| Format | : | Soft Cover |
| ISBN13 | : | 9786027926394 |
| Tanggal Terbit | : | 2018 |
| Bahasa | : | Indonesia |
| Penerbit | : | Pustaka IIman |
| Dimensi | : | 160 mm x 240 mm |
Di masa Demokrasi Terpimpin, Buya Hamka adalah sosok yang kadang berbeda pendapat dengan Presiden Sukarno, juga berseberangan dengan kaum komunis. Melalui Majalah Lentera, karya-karyanya diserang habis. Berbulan-bulan lamanya ia hadapi hantaman orang-orang yang tak sepaham dengannya. Dua tahun empat bulan lamanya, Buya Hamka hidup dalam penjara rezim Sukarno. Meski begitu, ia tak marah. Ia tidak hanya dekat dengan mereka yang sepaham dan sepemikiran, tapi juga tidak menghindari orang yang tidak disukainya. Ia berprinsip bahwa dengan mengenal sesama yang berbeda, akan menemukan sudut pandang baru. Meski ilmunya sangat tinggi, ia tak pernah merasa besar diri. Sikap hidupnya yang lurus terbukti saat ia menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ia jalankan amanah itu dengan penuh tanggung jawab. Meski mendapat banyak tekanan, ia tetap teguh bersikap dan memegang prinsip. Baginya, kehebatan ulama diukur sejauh mana ia mampu melembutkan kerasnya hati para pembenci, dan sejauh mana kemampuannya menenangkan jiwa-jiwa yang gundah gulana.
Buya Hamka adalah sosok ulama paripurna, moderat, teduh yang tidak mudah membuat gaduh, apalagi memancing di air keruh. Tuturan dan pesan dakwahnya selalu menyejukkan bukan memojokkan, mengundang simpati, jauh dari kata umpat dan hujat. Figur ulama pembina bukan penghina, pendidik bukan pembidik, pengukuh bukan peruntuh. Ketika mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak prorakyat dan memihak umat Islam, ia lebih memilih jalur pena dalam rangka menyampaikan aspirasi dan pesannya daripada menggalang aksi massa. Pendiriannya teguh, prinsipnya kuat, namun lentur dan menaruh hormat kepada liyan yang berbeda. Sosok ulama besar yang bersahaja, tak terbeli, independen, dan tak gemar mengobral fatwa. Beragam laku luhur inilah yang membuat ulama berdarah Minangkabau ini disegani banyak orang.
Sebuah novel biografi terlengkap yang mengisahkan kehidupan dan perjuangan Buya Hamka. Pertama di Indonesia, bahkan dunia.
Endorsemen:
“Saya mengucapkan selamat kepada penulis atas terbitnya novel biografi ini. Meski disajikan dalam bentuk novel, tapi buku ini ditulis dengan riset yang serius. Mengumpulkan informasi-informasi tentang kisah hidup dan perjuangan Buya Hamka dari berbagai sumber, khususnya sumber-sumber langka yang saat ini sudah sangat sulit untuk didapatkan. Membaca buku ini, kita akan mendapati sajian yang runut tentang kisah hidup dan perjuangan seorang Hamka yang mendekati kenyataan. Sehingga kehadiran buku ini sangat layak untuk diapresiasi dan dijadikan sebagai referensi oleh semua kalangan masyarakat Indonesia yang ingin lebih mendalami dan mengenal sosok Hamka. Selamat membaca. “
—Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, M.AP, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI
“Di dalam diri seorang Buya Hamka, menyatu berbagai sebutan, antara lain sastrawan, wartawan, budayawan, sejarawan, ulama, mubalig dan lain sebagainya. Buya Hamka bukan hanya ayah dan imam dalam lingkungan keluarga. Tapi beliau merupakan ayah dan imam bagi umat Islam di Nusantara ini, termasuk di Malaysia, dan negeri-negeri yang menggunakan bahasa Melayu. Saya sangat antusias menyambut kehadiran buku yang menceritakan kehidupan dan perjuangan Buya Hamka ini. Harapannya, semoga buku ini akan menambah pengetahuan kita tentang sosok Buya Hamka, khususnya bagi generasi muda saat ini.”
—H. Afif Hamka, putra kandung Buya Hamka
“Satu lagi tokoh hebat Indonesia—setelah beberapa tokoh hebat lain—disampaikan kisah kehidupannya secara menarik oleh Mas Haidar Musyafa. Siapa tak mengenal Buya Hamka? Novel-novelnya luar biasa. Karya tafsirnya juga dahsyat. Di samping menguasai ilmu agama Islam, Buya Hamka juga sangat piawai dalam menyampaikan (menuliskan) gagasan-gagasan dan visinya baik dalam bentuk fiksi maupun nonfiksi. Lewat buku ini, kita dapat belajar dari Buya Hamka. Dan Mas Haidar Musyafa menyajikannya dalam bentuk yang enak dibaca.”
—Hernowo, penulis best-seller buku Mengikat Makna dan Andaikan Buku Itu Sepotong Pizza
“Saya membaca buku-buku Hamka dan mengikuti pemikirannya yang khas dan cemerlang. Muslim di Indonesia sepantasnya bersyukur pernah menjadi saksi dari perjalanan hidup seorang Hamka. Ia adalah sejarah yang tak hanya patut untuk dicatat. Riwayatnya bahkan harus diabadikan dalam spirit kecerdasan beragama. Kehadiran buku ini tak lain adalah ikhtiar untuk kembali menghidupkan nyala api Hamka.”
—Candra Malik, sastrawan sufi
“Tirai kehidupan Buya Hamka yang nyaris tidak terbuka adalah kenyataan bahwa beliau adalah pengamal Tarekat Syattariyyah, yang justru dari sisi itulah kelembutan, kesabaran, ketabahan, ketiadaan dendam, pemaaf, dan kecintaan beliau kepada semua orang, termasuk yang menyakitinya itu bersumber.”
—K.H. Agus Sunyoto, penulis buku Megabestseller Atlas Wali Songo: Buku Pertama yang Mengungkap Wali Songo Sebagai Fakta Sejarah


