Pencarian

Format
Soft Cover
Penulis
Jalaluddin

Hasil: 21 - 24 dari 24
GRIDLIST
21.
Masnawi oleh Jalaluddin Rumi
Soft Cover Rp. 75.000 Rp. 63.750 (15% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Dan ketika Waktu telah kehilangan waktu, dan Maqam kesucian telah dicapai oleh seseorang. Dan udara kehidupan duniawi di hadapan Simurgh Ruhani telah terbang lenyap dan kemurahan serta kasih sayang Tuhan benar-benar dilimpahkan Setiap ruang dari tujuan penerbangannya akan menjadi lebih luas dari cakrawala dunia ini, lebih luas lagi dari harapan dan hasrat yang meluap-luap dari kerinduan seorang pencinta. * Masnawi, kitab yang dikerjakan setelah 12 tahun sejak dituturkan ...
22.
Ayesha oleh Uzma Jalaluddin
Soft Cover Rp. 98.000 Rp. 78.400 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Ayesha membenci Khalid Mirza. Pria itu kolot, suka menghakimi, dan berpakaian seperti pria dari abad pertengahan. Seperti kutub yang sama dan tolak-menolak, Ayesha dan Khalid terus berdebat dan membuat kesal satu sama lain. Namun, di balik semua konfrontasi itu, ada ketertarikan tak terbantahkan, percikan samar yang susah payah berusaha mereka abaikan. Hingga akhirnya Khalid dijodohkan dengan sepupu Ayesha yang cantik. Untuk pertama kalinya, Ayesha tersadar bahwa dia tidak bisa lagi ...
23.
No Image Available
Madrasah Ruhaniah
Berguru Pada Ilahi di Bulan Suci Ramadhan
oleh Jalaluddin Rakhmat
Soft Cover
Stock tidak tersedia
"Betapa banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak memperoleh apa pun dari puasanya kecuali lapar dan dahaga." - Hadis Nabi Saw. Sabda Nabi di atas berbicara tentang puasa yang dilepaskan dari dimensi ruhaniahnya. Puasa seperti itu boleh jadi bermanfaat untuk kesehatan tubuh dan kebugaran jasmani, tetapi tidak berguna untuk kemuliaan akhlak dan ketinggian ruhani. Puasa seperti itu tidak naik ke langit tinggi, tetapi berkubang dalam lumpur duniawi. Puasa adalah madrasah yang mendidik kita ...
24.
No Image Available
Dahulukan Akhlak Di Atas Fiqih oleh Jalaluddin Rakhmat
Soft Cover
Stock tidak tersedia
Sungguh sedih melihat umat Islam terpecah menjadi sekian golongan. Tak jarang pertikaian menjadi awal permusuhan. Terputuslah silaturahmi. Menyebarlah prasangka buruk dusta, bahkan fitnah yang sangat keji. Fanatisme golongan menjadi dalil segala keyakinan. Merebaklah kecenderungan untuk menganggap pendapat sendiri yang paling benar dan menafikan pendapat yang lain. Inilah wajah umat sekian abad sepeninggal Rasulullah Saw.: terkotak-kotak dalam bingkai kelompok yang sangat sempit. Mereka ...