Pencarian

Brand
Galang Press
Kategori
Buku
Sejarah


Format
Soft Cover (17)

Bahasa
Indonesia (17)

Hasil: 1 - 17 dari 17
GRIDLIST
1.
No Image Available
Soft Cover, Desember 2010
Stock tidak tersedia
'Di seberang bangunan penjara yang kokoh itu, di mana-mana tergeletak sosok-sosok sekarat meregang nyawa, sebagian lagi bahkan sudah menjadi mayat. Tergambar di benak kami bahwa hayat kami mungkin juga akan berakhir demikian.' Neraka dunia itu kurasakan ketika aku menginjakkan kaki di LP Batu, Nusakambangan. Pada penghujung tahun 1965, aku terpaksa menyerahkan diri karena keluarganku mendapat teror. Aku tidak tahu mau dibawa ke mana. Sebelum dibuang di Nusakambangan, aku bersama kalangan ...
2.
No Image Available
Soft Cover, November 2009 Rp. 22.000 Rp. 17.600 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
3.
No Image Available
Bungkarno Menggugat 1 (Edisi Revisi) oleh Baskara T. Wardaya
Soft Cover, September 2009 Rp. 55.000 Rp. 44.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
"Comprehensive and well-researched..." -The Jakarta Post 14/03/06 Melalui buku ini kita tidak hanya diajak membicarakan Bung Karno, tetapi juga diundang melihat dan mendengarkan bagaimana Bung Karno berbicara (dan bertindak)." -Kompas 26/11/06 "Mengurai hal-hal yang selama ini mungkin kurang diperhatikan namun sebenarnya punya implikasi penting." -Republika 26/03/06 "Banyak memberi informasi baru sekaligus perspektif lain." -Bali Post 01/10/06 Dengan melalui Bung Karno sebagai ...
4.
1965 : Orang-Orang di Balik Tragedi oleh Asvi Warman Adam
Soft Cover, Agustus 2009
Stock tidak tersedia
Provokasi Amerika Serikat (Howard Jones, 1964) Agar Angkatan Darat menghancurkan PKI terbukti ampuh. Sjam Kamaruzaman, penghubung antara Biro Khusus PKI dengan perwira, terpancing untuk menangkap anggota Dewan Jendral dan menghadapkan mereka kepada Presiden Sukarno. Aksi komplotan tersebut sangat ceroboh. Sukarno pun ikut jatuh. Tragisnya, bukan Sukarno saja yang menjadi korban. Selain menelan 500.000 jiwa korban pembantaian massal, peristiwa satu malam 30 September 1965 ini juga menenggelamkan ...
5.
No Image Available
Soft Cover, CD, Februari 2009
Stock tidak tersedia
Surat perintah 11 Maret 1966 (Supersemar) mesti dibongkar. Kemunculannya didahului oleh banjir darah setengah juta rakyat indonesia dalam pembantaian massal yang berlangsung antara pekan ketiga bulan Okbtober hingga Desember 1965. Usai surat itu ditandatangani Bung Karno dan kemudian diterima Letnan Jenderal Soeharto, politik Indonesia berubah drastis. Kurang dari duapuluh empat jam setelah ditandatanganinya surat itu, Soeharto langsung membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI),mengatur ...
6.
Soft Cover, Agustus 2008 Rp. 50.000 Rp. 40.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
... Saya berani menyimpulkan, klaim Andaryoko, bahwa dialah Supriyadi yang sekian lama menghilang dari panggung sejarah Indonesia, dapat dipertahankan. Mengingat Soeharto dan ketiga jenderal yang konon menyodorkan draf Supersemar kepada Bung Karno di Istana Bogor sudah meninggal, kesaksian Supriyadi ini semakin bernilai lagi. Tentu saja, tidak semua orang akan senang dengan pengungkapan-pengungkapan Supriyadi. Namun yang penting, kesaksian Supriyadi hasil wawancaranya dengan Baskara T. ...
7.
No Image Available
Pembantaian Timor-Timur oleh Joseph Nevins
Soft Cover, Juli 2008
Stock tidak tersedia
Timor Timur merdeka dari Indonesia setelah mereka menentukan nasib sendiri dengan referendum pada 30 Agustus 1999. Kemerdekaan yang berdarah-darah. Puncaknya meledak seusai pengumuman jajak pendapat pada 4 September tahun itu. Begitu rakyat Timor Timur menyatakan keinginanannya melepaskan diri dari belenggu Indonesia selama 24 tahun, kerusuhan massa pecah di mana-mana. Kerusuhan massa pecah di mana-mana. Kelompok paramiliter muncul di mana-mana, bikin onar, dan membantai orang-orang yang ...
8.
No Image Available
Mereka Menodong Bung Karno oleh Soekardjo Wilardjito
Soft Cover, 2008
Stock tidak tersedia
Dinihari, tanggal 11 Maret 1966 merupakan saat-saat yang menggetarkan bagi Soekardjo Wilardjito. Waktu itu ia menyaksikan sendiri satu sekuel sejarah kelam bangsa ini. Empat jenderal mendadak mengunjungi Istana Bogor, mereka adalah Jenderal M. Yusuf, Amir Machmud, Basoeki Rachmat, dan M. Panggabean. Mereka meminta Presiden Sukarno untuk menandatangani sebuah surat yang sangat penting. Dalam memoarnya ia menulis: Hanya mengenakan baju piyama, Bung Karno menemui keempat jenderal tersebut. ...
9.
Soft Cover, 2008
Stock tidak tersedia
Yang dilakukan oleh Dr. Baskara T. Wardaya dalam buku ini adalah memperlihatkan konteks terbentuknya berbagai kebijakan Amerika Serikat terhadap , sambil dengan bagus menggambarkan tekanan-tekanan dalam negeri yang dialami para pejabat urusan luar negeri Amerika. ditunjukkan pula berbagai pergumulan internal yang ada dalam tiap-tiap pemerintah presiden A.S. Kebijakan-kebijakan yang dihasilkan mencerminkan dinamika internal itu. Tampak bahwa para Presiden A.S. yang dibahas di sini (Truman, ...
10.
No Image Available
Soft Cover, Juli 2007
Stock tidak tersedia
Sejarah kekerasan tidak memerlukan taman makam, pusara berjuru kunci, kemeriahan upacara, apalagi monumen. Yang dibutuhkan hanya sebuah ruang untuk bertutur dan berbagi dengan bebas, sebuah bahasa yang bisa mempertautkan pembicara dan pendengar dengan bijak. -Degung Santikarma, Antropolog yang menekuni studi tentang kekerasan 1965 di Bali. Bila urusan narasi atas peristiwa masa lalu sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah, maka sejarah akan jatuh menjadi sekadar alat legitimasi kekuasaan. Buku ...
11.
Suara Perempuan Korban Tragedi 65 oleh Ita Fatia Nadia (1)
Soft Cover, 2007
Stock tidak tersedia
Pembantaian dan pemenjaraan massal yang terjadi pasca peristiwa G 30 S 1965 merupakan sejarah kelam bangsa Indonesia. Saat itu, banjir darah terjadi antara pekan ketiga bulan Oktober hingga Desember 1965.. Setengah juta rakyat dibunuh tanpa melalui proses pengadilan. Tidak hanya itu! Ratusan ribu orang dipenjara tanpa proses hukum. Teror dilakukan melalui mitos "Gestok", "PKI" dan "Gerwani". Korban dan anggota korban harus hidup dalam ketakutan dan kebisuan. Buku ini merupakan jalan di mana ...
12.
No Image Available
Nafsu Terakhir-seri 4 centhini oleh Elizabeth D. Inandiak
Soft Cover, 2006
Stock tidak tersedia
Setan dilaknat Tuhan bukan karena jatuh dalam belenggu hasrat dunia dan syahwat seksual, tetapi karena ia telah terjebak pada nafsu ke”aku”annya: merasa lebih hebat dari Adam. Manusia bisa mengalami hal serupa sebagaimana tergambar dalam Nafsu Terakhir. Jilid terakhir dari karya besar Centhini yang diadaptasi oleh Elizabeth D. Inandiak ini bertutur tentang kisah keterlenaan manusia lewat tokoh Amongraga. Sebagai salik yang mempersiapkan diri menuju Sang Mahasejati, Amongraga tak sadar, ...
13.
No Image Available
Soft Cover
Stock tidak tersedia
14.
No Image Available
Bung Karno Menggugat oleh Baskara T. Wardaya
Soft Cover Rp. 55.000 Rp. 44.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Comprehensive and well-researched..." The Jakarta Post 14/03/06 Melalui buku ini kita tidak hanya diajak membicarakan Bung Karno, tetapi juga diundang melihat dan mendengarkan bagaimana Bung Karno berbicara (dan bertindak)."Kompas 26/11/06 "Mengurai hal-hal yang selama ini mungkin kurang diperhatikan namun sebenarnya punya implikasi penting."Republika 26/03/06 "Banyak memberi informasi baru sekaligus perspektif lain."Bali Post 01/10/06 Dengan melalui Bung Karno sebagai fokus sekaligus ...
15.
No Image Available
Revolusi Indonesia oleh Ir. Sukarno
Soft Cover
Stock tidak tersedia
16.
No Image Available
Makrifat Jawa
Makna Hidup Syekh Siti Jenar dan Wali Songo
oleh Agus Wahyudi
Soft Cover
Stock tidak tersedia
17.
No Image Available
Perang Panglima: Siapa Mengkhianati Siapa? oleh Femi Adi Soempeno & AA Kunto A
Soft Cover Rp. 37.000 Rp. 29.600 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier