| Hard Cover, September 2012 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Buku ini semakin menarik untuk dikaji karena diapresiasi oleh seseorang yang memiliki latar belakang tradisi pesantren yang ketat sekaligus pengalaman hidup yang getir dan dilematis. Tak heran, bila pertemuan penulis dengan khasanah Ki Ageng Suryomentaram seakan menempatkan dirinya sebagai “murid” dan “guru”. Bahkan dalam buku ini, penulis menyejajarkan sosok Guru Ageng Suryomentaram dengan sosok Syaikh al-Akbar Ibn ‘Arabi, karena kejeniusan Ki Ageng dalam mengeksplorasi dan ...




Keranjang


