| Soft Cover, Juli 2007 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Sejarah kekerasan tidak memerlukan taman makam, pusara berjuru kunci, kemeriahan upacara, apalagi monumen. Yang dibutuhkan hanya sebuah ruang untuk bertutur dan berbagi dengan bebas, sebuah bahasa yang bisa mempertautkan pembicara dan pendengar dengan bijak. -Degung Santikarma, Antropolog yang menekuni studi tentang kekerasan 1965 di Bali. Bila urusan narasi atas peristiwa masa lalu sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah, maka sejarah akan jatuh menjadi sekadar alat legitimasi kekuasaan. Buku ...




Keranjang


