| Soft Cover, Mei 2016 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
“Zam, bagi laki-laki kesetiaan itu menjadi sesuatu yang membanggakan untuk istri dan anak-anaknya kelak. Sementara bagi perempuan, kesetiaan itu menjadi kehormatannya.”
Pesan Bu Nafisah itu terus bermain-main di kepalanya, membuat perjalanannya ke Istanbul kali ini benar-benar tak dinikmatinya. Nizam bertanya-tanya dalam hati, apakah ibunya tahu tentang polemik yang sedang terjadi di rumah tangganya? Kalau iya, dari mana ibunya tahu? Sabria tak mungkin mengadukan hal ini ke ibunya. Ia ...




Keranjang





