Pencarian

Brand
Diva Press
Kategori
Buku
Puisi & Sastra
Sastra

Hasil: 81 - 86 dari 86
GRIDLIST
81.
Aku Menulis Maka Aku Ada oleh Kang Maman
Soft Cover
Stock tidak tersedia
Menulis itu bukan cuma sulit, tapi sulit sekali. Ada juga yang bilang, menulis itu gampang. Bahkan, gampang sekali. Buku ini tidak membenturkan dua pendapat itu. Tapi, memaparkan perihal “menulis itu membaca berulang-ulang”. Berkarir di dunia kepenulisan sejak 1986, Kang Maman pun membuka rahasia sederhana “mengail 100 ide dalam sehari”. Bukan omong kosong, 24 buku tercipta dalam 8 tahun adalah salah satu buktinya. Belum terhitung karya tulisnya yang tertuang di berbagai media, ...
82.
Perca-Perca Bahasa oleh Holy Adib
Soft Cover
Stock tidak tersedia
PERCA - PERCA BAHASA ...
83.
Riwayat Sarung oleh Ahmad Nyabeer
Soft Cover Rp. 47.000 Rp. 37.600 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Tradisi bersarung yang biasa kita kenal di kalangan santri dan kaum nahdiyin, menjadi bagian penting bagi Ahmad Nyabeer. Penyair Madura ini sangat kuat dalam tradisi "sarungan" terasa dalam buku puisi ini. Selain budaya dan alam Madura itu sendiri. Puisi "Sarung ibu" menarik bagi saya, dan bukan tak disengaja diletakkan di awal dan jadi lokomotif kumpulan puisi ini: 'Ibu tua itu terus mendongeng/sebuah sarung bergambar/pagi yang ceria'. Lalu puisi kedua yang berjudul 'Ibu Ingin Pulang" dan ...
84.
Soft Cover
Stock tidak tersedia
Dari beberapa kisah-kisah drama dalam buku ini, satu di antaranya adalah lakon "Perempuan-Perempuan Chairil" yang membawa kita pada kisah cinta Chairil Anwar dan perempuan-perempuan dalam hidupnya. Sisi romantis dan kisah getir percintaan penyair yang kerap disebut sebagai "binatang jalang" itu, ternyata juga merefleksikan pergulatan kepenyairannya. Kisah drama ini menjadi sangat menarik ketika hadir dalam situasi perayaan 100 Tahun Chairil Anwar. "Perempuan-Perempuan Chairil" pernah ...
85.
Film dan Pascanasionalisme oleh Seno Gumira Ajidarma
Soft Cover
Stock tidak tersedia
Ini bukan tentang film, melainkan ideologi—sebagaimana tiada yang melebihi film dalam menanggung beban nasionalisme di Indonesia. Sejak pemutaran pertama Darah dan Doa di Istana Merdeka pada 1950; pengalaman Orde Baru yang memisahkan film dari bentuk seni lain, dan mengendalikannya di bawah Departemen Penerangan; sampai masa pasca-Reformasi, tempat Festival Film Indonesia masih terus menjadi ajang pengujian: apakah film Indonesia itu “sudah Indonesia” atau belum. Bagaimanakah cara ...
86.
Rawi Tanah Bakarti oleh Kiki Sulistyo
Soft Cover
Stock tidak tersedia
Di mana rahasia terbuka, bahwa di tenggara, jauh di tenggara, karang itu masih ada tumbuh inci demi inci, bagai tubuh jin gili, jadi tanah tanpa perawi yang kau sebut Bakarti. ...