| Soft Cover | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Dalam pengembaraannya, Lazuardi singgah di sebuah perkampungan yang terletak di sepanjang rel kereta api. Perkampungan itu hendak digusur, selain karena sebuah kepentingan yang bersifat komersil juga karena perkampungan itu dianggap meresahkan karena banyak melakukan kegiatan maksiat seperti judi dan pelacuran.
Penduduk yang tidak terima pun ramai-ramai menolaknya. Suatu ketika kampung itu terbakar.
Ada kecurigaan bahwa kampung itu sengaja dibakar oleh oknum-oknum tertentu. Benturan-benturan ...




Keranjang


