Pencarian

Bahasa
Indonesia
Kategori
Buku
Puisi & Sastra
Puisi

Hasil: 101 - 120 dari 359
GRIDLIST
101.
Jalan Lain ke Majapahit oleh Dadang Ari Murtono
Soft Cover, April 2019 Rp. 55.000 Rp. 44.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
1/ Puisi-puisi dalam buku ini berutang kepada sebuah perjalanan sentimentil dari Mojokerto menuju Bandung pada awal Oktober 2015. 2/ Puisi-puisi dalam buku ini berutang kepada sebuah unggahan foto di Facebook tanggal 5 Mei 2016. Foto tersebut menampilkan diri saya yang tengah berdiri mengenakan kaus berwarna ungu bergambar figur yang diandaikan sebagai Gajah Mada. 3/ Puisi-puisi dalam buku ini berutang kepada kitab-kitab yang membiarkan dirinya ditafsir ulang, dikomentari, dibaurkan dengan ...
102.
Puisi Cap Pistol Orangtua oleh Pidi Baiq
Hard Cover, Non TTD, April 2019 Rp. 89.000 Rp. 71.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
- Olehku - Kedatangannya mengubah perasaanku menjadi energi. Diam-diam tanpa izin mengambil segala macam pikiranku dari rumahnya atau sekolah, dari jembatan atau toilet. Kupikir, aku sedang tidak sadar. Harus segera dievakuasi. Aku menghibur diri dengan pikiran bahwa dia juga mengalami penderitaan yang sama seperti ini, olehku. Olehku. ...
103.
Soft Cover, Maret 2019
Stock tidak tersedia
Mirror Womb Water Anthers Stars Mirror Sugarcane and honeycomb Moon and rain flower petals faith shell iron birth Poems and illustrations ...
104.
Soft Cover, Maret 2019
Stock tidak tersedia
No need to ever question it. Since it’s always been your choice, It’s never their place to make a noise. Keep going. ...
105.
Sekumpulan Puisi Untuk Matamu oleh Kharisma P. Lanang
Soft Cover, Maret 2019
Stock tidak tersedia
Ada satu alasan mengapa aku lebih memilih diam dan terus bertanya-tanya daripada melangkah untuk mencari jawabnya. Mencintaimu, membuat tubuhku melahirkan banyak tanya, dan mungkin aku akan tetap memilih terus bertanya-tanya, karena aku takut, bukan kau jawabannya. ...
106.
Aviarium oleh Hasan Aspahani
Soft Cover, Februari 2019
Stock tidak tersedia
Saat ini, bila ingin diskusi soal puisi, Hasan Aspahani adalah rujukan pertama yang saya datangi. Wawasan perpuisiannya luas, mampu memetakan persoalan dengan jelas. Ia, saya ibaratkan, vseorang Juru Peta yang bisa menunjukkan apa yang tidak (atau belum) kita lihat. —Agus Noor Hasan Aspahani adalah satu dari sedikit penyair Indonesia yang selalu mendorong jauh kemungkinan-kemungkinan berbahasa dalam menulis puisi. Di awal karir saya sebagai penulis, saya memulainya dengan puisi. Saya ...
107.
Love, Spelled in Poetry oleh Helena Natasha
Hard Cover, Februari 2019
Stock tidak tersedia
Here's to planes you missed. the tickets ripped away. and the lands left unexplored. Here's to the boxes left unopened. the keys thrown away. and the treasure left untouched. here's to the 2 AM thoughts. the songs of what ifs. and the chances i missed. ...
108.
Surat Kopi oleh Joko Pinurbo
Hard Cover, Januari 2019
Stock tidak tersedia
Kurang atau lebih, setiap rezeki perlu dirayakan dengan secangkir kopi. Kebahagiaan saya terbuat dari kesedihan yang sudah merdeka. Tuhan menciptakan pegal di punggungmu di hari Sabtu, menjadikannya linu di hari Minggu, dan menyembuhkannya di hari Rindu. Jogja terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan. ...
109.
Hati ke Hati Waktu ke Waktu oleh Seno Gumira Ajidarma, Adimas Immanuel, Cynthia Hariadi, Dedy Tri Riyadi, Theoresia Rumthe
Soft Cover, 2019 Rp. 77.000 Rp. 61.600 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Buku ini memuat puisi-puisi dari 5 penyair. Ada "pancagukguk" dari Seno Gumira Ajidarma. Ada "minggu yang rentan untuk dicuri" dari Adimas Immanuel. Ada seseorang yang "cuma mau beli pisang" dari Cyntha Hariadi. Ada yang bilang "agar tak mabuk, orang harus dibuat sibuk kerja, kerja, & kerja!" dari Dedy Tri Riyadi. Ada "bintang-bintang pecah menusuk kaki-kaki telanjang" dari Theoresia Rumthe.   ...
110.
Januari Berkisah oleh Tim Ayo Berkarya
Soft Cover, Januari 2019 Rp. 50.000 Rp. 45.000 (10% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Miyu mencari dari mana asal suara teriakan orang-orang yang begitu ramai. Namun, yang ia lihat hanya orang-orang tengah mengerumuni sesuatu yang membuatnya sangat penasaran. Jantung Miyu berdegup sangat kencang, firasatnya pun tidak enak, tetapi Miyu menepis itu dengan keras. Perlahan, Miyu bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati kerumunan. Miyu mengerutkan dahi, menebak-nebak apa yang terjadi di sana. Ia pun semakin mendekati kerumunan tersebut. Miyu hanya bisa berdoa dalam hati apa yang ...
111.
Soft Cover, 2019
Stock tidak tersedia
Sajak-Sajak Rumput Liar ...
112.
Bicara Tubuh oleh Ucita Pohan & Jozz Felix
Sebuah karya kolaborasi Ucita Pohan dan Jozz Felix. Berisi foto dan tulisan yang tiap lembarnya didedikasikan untuk tubuh yang selama ini menjadi bagian dari diri dan perjalanan hidup. Ucita Pohan menuangkan isi hati dan pemikirannya melalui tulisan bergaya puitis, sedangkan Jozz Felix sebagai fotografer profesional mengabadikan bagian-bagian tubuh lewat sudut pandangannya. Buku ini mengajak pembaca untuk lebih mengapresiasi tubuh. Lebih dari sekadar hidup di dalamnya, namun juga “berkawan” ...
113.
Hard Cover, Desember 2018
Stock tidak tersedia
Setiap Kita Adalah kata Ada yang sekadar menatap Ada yang sehati menetap - Kang Maman Perempuan Jika Itulah Namamu merupakan kumpulan puisi yang dirangkap melalui ekspresi satu individu dengan kakasihnya. Keseluruhan karya dirangkai dengan ekspresi yang dalam, hangat dan penuh kasih. Setiap puisi dirangkap dengan bentuk tulisan yang variatif. Kesatuan buku "Perempuan Jika Itulah Namamu" menjadi karya puisi romantik dengan ekspresi kuat dalam penyampaian puisi tersebut. Rupa ...
114.
No Image Available
Air Mata Manggar oleh Arif Hidayat
Soft Cover, November 2018
Stock tidak tersedia
115.
Komik: Gugug! oleh Emte
Hard Cover, Oktober 2018
Stock tidak tersedia
Gugug! adalah sebuah komik yang menggambarkan petualangan seekor anjing kecil di lingkungan masyarakat pinggiran perkotaan. Komik ini berkonsep hitam putih dan tanpa dialog. Emte, penulis komik ini, ingin menyuguhkan sebuah potret bagaimana kehidupan masyarakat pinggiran berlangsung dari kacamata seekor anjing yang melihat cepatnya perubahan dan pembangunan di sekitarnya. ...
116.
Soft Cover, Oktober 2018
Stock tidak tersedia
Aku ingin pulang kampung ke liang matamu... Matamu tak pernah takluk oleh kantuk... Aku ingin pulang kampung. Jemput aku dalam rindumu. Suara Murai dan Puisi-puisi Lainnya adalah kumpulan puisi yang mengakar pada warisan budaya, identitas, mitologi, dan penelusuran ke dalam diri. Dari rumah sampai ke perantauan, laut ke gunung, bahkan tempat-tempat untuk berjalan kaki, puisi-puisi ini mengingatkan kita tentang hal yang menunggu kita serta sesuatu yang juga kita tunggu. “Dengan menggunakan ...
117.
Serayu Malam oleh Muhamad Wahyudi
Soft Cover, Oktober 2018
Stock tidak tersedia
"Di setiap pemakaman, pasti ada saja nisan yang tak lagi dikunjungi siapapun. Tak ada lagi yang peduli kisah hidup siapa yang ditanam di sana. Begitupun di setiap perpustakaan, selalu saja ada buku yang tak lagi dibuka siapa pun. Tak ada yang tahu pahlawan macam apa yang tertulis di sana dan tukang tenung seperti apa yang ia taklukan. Demikian pula setiap kerumunan manusia, selalu saja ada seseorang yang nasibnya seperti nisan dan buku tadi. Keberadannya seperti genangan setelah hujan di ...
118.
Membaca Lambang oleh Acep Zamzam Noor
Soft Cover, Oktober 2018
Stock tidak tersedia
Di muara kudengar langkah waktu sayup-sayup sampai Rumpun bakau menjelma ruang yang memantulkan gema Ketika angin kemarau berkejaran dengan gulungan ombak Di pantai. Aku tertinggal jauh di luar batas kesementaraan Sekalipun yang tampak di hadapan tinggal kabut semata Tentu ada yang masih bisa diteroka. Aku membaca lambang Merenungi bagaimana langit merendah dan bumi meninggi Namun bukan sedang mengulurkan benang basah ke udara Pengembaraan adalah detik-detik yang mengalir dari gunung Diteruskan ...
119.
Orkestra Pemakaman oleh Aslan Abidin
Soft Cover, Oktober 2018
Stock tidak tersedia
Kematian akan berdiri tersenyum di hadapanmu, merentangkan tangan memperlihatkan rahasiamu yang selama ini ia simpan sambil berkata: "tinggal kematian petualangan yang tersisa". tak ada yang mencintaimu setulus kematian. -------- Di tengah banjir karya yang merayakan seksualitas sekadar untuk sensasi, bagi saya puisi puisi Aslan Abidin terasa sangat menyegarkan. (Katrin Bandel, kritikus sastra) Seluruh puisi Aslan Abidin serupa pemakaman, ...
120.
Ilustrasi Rindu oleh Gustfinesa
Soft Cover, September 2018 Rp. 49.000 Rp. 44.100 (10% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Rindu untukmu bukan lagi candu Ia seperti harga mati Karena jika ia tak lagi ada Maka artinya aku telah berhenti berjuang (Halaman Empat Belas)   Kamu bilang perjalanan ini tak akan lama Kamu bilang kamu sudah lelah duduk di bangku tempat kita terpaku Padahal kamu tahu, aku pun tahu Kita berdua sama-sama mengancam waktu Agar ia tak menjadi kurang ajar dengan cepat-cepat berlalu (Halaman Tujuh Belas Titik Satu)   Jangan lupa jalan pulang Hanya karena ...