Pencarian

Kata Kunci
金丰南 赠送 土器 纽约大都会艺术博物馆
Penulis
-
Format
Soft Cover
Kategori
Buku
Puisi & Sastra
Puisi

Hasil: 321 - 329 dari 329
GRIDLIST
321.
Soft Cover
Stock tidak tersedia
Suara ku-chen di rerumpun bambu, di hutan kecil bertabur kabut. Selepas subuh, dara melangkah di tangannya sekeranjang persik dan angin menggelitik, lewat bukit-bukit. Suara ku-chen di antara ilalang, cahaya merebak lewat pepohonan. Selepas pagi, dara berdendang suaranya menyelusup lewat rerimbun dahan dan dedaunan gerisik, karena angin menggerisik. Nah, lihatlah! Ketika burung mencericit dan dara tertawa pada pagi lembayung muda, ketika angin bertingkah dan ...
322.
Soft Cover
Stock tidak tersedia
Faiz, nama lengkapnya Abdurahman Faiz, lahir di jakarta, 15 November 1995. Masih muda banget, kan? Siswa kelas 2 SDN 02 Cipayung ini pada usia 3 tahun, pernah bilang, "Bunda, aku mencintai Bunda seperti aku mencintai surga". Dan, sejak saat itu, setiap waktu, Faiz bisa tiba-tiba mengeluarkan kalimat-kalimat puitis layaknya seorang penyair. Putra pertama Tomi Satryatomo dan Helvy Tiana Rosa ini pada Agustus 2003 lalu, meraih Juara I Lomba Menulis Surat untuk Presiden, Tingkat Nasional, yang ...
323.
To Love To Wander
The Poetry of Sitor Situmorang
oleh Sitor Situmorang
Soft Cover Rp. 125.000 Rp. 100.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
The more than one hundred poems in this book trace the development of Indonesia’s longest-reigning poet, from before the revolution through the turbulent 1960s and finally to his current residence abroad. ...
324.
Antologi: Puisi Indonesia Modern oleh Various Indonesian Authors
Soft Cover
Stock tidak tersedia
Pembicaraan tentang sastra tidak habis-habisnya dilakukan orang dalam usaha meningkatkan wawasan masyarakat tentang sastra-terutama sastra Indonesia dan sastra di Indonesia-yang semakin hari semakin berkembang. Pembicaraan-pembicaraan itu terwujud dalam penelitian sastra, baik sastra Indonesia lama maupun penelitian sastra Indonesia modern. Hasil pembicaraan tersebut haruslah disebarluaskan kepada masyarakat agar apa yang dihasilkan oleh kegiatan tersebut dapat dinikmati oleh masyarakat ...
325.
No Image Available
Kumpulan Puisi: Bunglon oleh Hasyim Wahid
Soft Cover
Stock tidak tersedia
Hasyim "Bunglon" Wahid Oleh: Radhar Panca Dahana Kompas, 6 September 2005 Ruang gelap itu pecah oleh suara mendengking dengan dengung panjang ditinggalkannya. Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, lepas Isya, 28 Agustus lalu, itu pun terpaku. Tak hanya lantaran suara gitar elektrik yang menikam gendang telinga, tapi juga Indonesia Raya dalam melodi yang ganjil. Lagu agung itu pun seperti hukum rejam yang pedih dan menyakitkan pengunjung yang memenuhi acara peluncuran buku puisi Bunglon karya ...
326.
No Image Available
Duka-Mu Abadi - Kumpulan Puisi oleh Sapardi Djoko Damono
Soft Cover
Stock tidak tersedia
327.
No Image Available
Gugusan Mata Ibu oleh Raudal Tanjung Benua
Soft Cover
Stock tidak tersedia
Rantau, sparring partner, silaturahmi, adalah tiga tradisi utama yang mewarnai perjalanan kepenyairan Raudal Tanjung Banua. Di sini ia mencoba merumuskan konsepsi personalnya tentang rantau sebagai jarak yang mendekatkan. Sesuatu yang semasa di kampung dianggap biasa, ketika diingat atau dikenang kembali, justru terasa baru. Tanda, lambang, dan nama-nama datang menggoda, membantunya mencipta idiom, metafora, dan gaya pengucapan; membuat perumpamaan, menghidupkan khazanah lama. Tradisi rantau ...
328.
No Image Available
Malam Cahaya Lampion oleh Tan Lioe Ie
Soft Cover
Stock tidak tersedia
Tan Lioe Le mungkin bisa di sebut sebagai penyair pertama di Indonesia yang serius melakukan eksplorasi atas ritual dan mitologi Tionghoa untuk puisi. Ini dapat dibaca pada puisi-puisinya dalam buku ini, antara lain Co Kong Tik dan Cing Bing. Akan tetapi, nuansa etnik yang kental tak lantas membuat puisi-puisi Tan Lioe Le kehilangan daya pikatnya untuk khalayak yang luas. Karena bagaimanapun, puisi tetap saja perkasa melampaui batas-batas ...
329.
Sajak-Sajak Lengkap 1961-2001 oleh Goenawan Mohamad
Soft Cover
Stock tidak tersedia
Inilah himpunan lengkap pertama puisi-puisi dari lima windu karir Goenawan Mohamad, sang penyair, eseis dan wartawan Indonesia. *** "... ciri khas yang paling menonjol, dan yang menjadikan puisi ini mempesona dan sekaligus sering sukar dipahami secara rasional ialah semantik kata. Metaforiknya sangat orisinal, kaya dan kuat, acap kali mengejutkan atau membingungkan .... Lebih khas lagi cara sajak Goenawan Mohamad sering mempertahankan asosiasi yang ditimbulkan oleh metafor atau perumpamaan ...