Pencarian

Penulis
Hasan Aspahani
Kategori
Buku
Puisi & Sastra
Puisi (4)
Sastra (6)

Hasil: 1 - 10 dari 10
GRIDLIST
1.
Aviarium oleh Hasan Aspahani
Soft Cover, Februari 2019
Stock tidak tersedia
Saat ini, bila ingin diskusi soal puisi, Hasan Aspahani adalah rujukan pertama yang saya datangi. Wawasan perpuisiannya luas, mampu memetakan persoalan dengan jelas. Ia, saya ibaratkan, vseorang Juru Peta yang bisa menunjukkan apa yang tidak (atau belum) kita lihat. —Agus Noor Hasan Aspahani adalah satu dari sedikit penyair Indonesia yang selalu mendorong jauh kemungkinan-kemungkinan berbahasa dalam menulis puisi. Di awal karir saya sebagai penulis, saya memulainya dengan puisi. Saya ...
2.
No Image Available
Soft Cover, Oktober 2016
Stock tidak tersedia
Itukah Sajak yang Kau Tulis Untukku? APAKAH sajak-sajak cinta yang tak menyebut namaku itu? Aku sering tersesat di sana. Terkejut pada kata yang tak pernah aku tahu, padaku mereka ingin mengucap apa. Aku kerap terjerembap di sana. Berjalan di bait-bait yang rumit, yang aku tak tahu hendak mengantarku ke mana. Tapi aku betah di sana. Seakan sembunyi dari banyak bunyi, yang bertahun-tahun memaksa aku memekakkan telinga sendiri. Ah, alangkah kamusnya engkau. Sebetapa sempitnya lidahku. Aku ingin ...
3.
Buku Sajak: Telimpuh oleh Hasan Aspahani
Soft Cover, Juni 2009
Stock tidak tersedia
Sajak adalah sebuah tetapi, bahkan, atau dan kemudian. Begitu tulis penyair dalam kata pengantar buku ini. “Bila dunia menampakkan A, maka penyair harus menemukan dan menghadirkan B dalam sajak-sajaknya… Bahkan adalah kedalaman, sebuah kelebihan. Menyajak adalah mencari yang bahkan itu…. Dengan sajaknya, penyair memberikan pilihan, menawarkan jalan lain. Sebuah atau… Kemudian adalah sesuatu yang bergerak ke depan. Selalu menggapai kebaruan… “ begitu lintasan penjelasan penyairnya. “Ia boleh ...
4.
No Image Available
Menapak Ke Puncak Sajak
Jangan Menulis Puisi Sebelum Baca Buku ini!
oleh Hasan Aspahani (1)
Soft Cover, Desember 2007
Stock tidak tersedia
Puisi yang indah tidak harus menetes dari penyulingan kata-kata, penyair bukan hanya harus menjadi penyuling kata, tapi juga bisa menciptakan keindahan dengan menciduk segelas air lumpur, lalu memberinya makna.Puisi yang sekedar berindah-indah tapi hampa makna hanya akan jadi deretan kalimat-kalimat klise. Puisi yang baik adalah ruang yang lapang dan juga gerbang yang mengundang siapa saja untuk datang bersenag. seberapa lapang dalam puisi kita? ini juga tantangan terbesar dalam menulis puisi. ...
5.
Duka Manis oleh Hasan Aspahani
Soft Cover
Stock tidak tersedia
AKU cabang, kau dedaunan, sepasang burung hinggap di ranting itu, tak tahu bahwa teduhnya adalah Cinta kita Aku lelah angin, kau tabah laut, pantai yang selalu menunggu itu tak tahu ombak yang sampai padanya adalah Cinta kita Aku matahari pagi, kau manis gerimis, pelangi yang melengkung itu tak tahu, bahwa warnanya adalah Cinta kita ...
6.
Tanju oleh Hasan Aspahani
Soft Cover Rp. 45.000 Rp. 36.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Sajak-sajak di buku ini, sebagian besar, saya tulis dalam perjalanan. Awal September 2016, Taiwan Leisure Farm Development Association mengundang sejumlah jurnalis Indonesia bertandang. Terikutlah saya di program bernama Indonesia Media Trip itu. Kami mengunjungi beberapa daerah wisata pertanian yang seluruhnya ada di pinggiran Taiwan. Saya membaca sajak-sajak Cina Klasik dari terjemahan Sapardi Djoko Damono. Cina punya sejarah persajakan yang kuat dan panjang. Puisi sangat penting di Cina. ...
7.
Soft Cover Rp. 45.000 Rp. 36.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Sajak-sajak di buku ini saya tulis dan saya sebut sebagai sajak Sapardian. Idenya bermula dari sebuah sajak Indonesia yang mungkin telah dimanfaatkan dan menunjukkan daya guna yang paling luas, yaitu “Aku Ingin”. Sajak ini menyadarkan bahwa puisi penyair Indonesia bukan hanya sajak gelap yang terkurung di menara gading, angkuh, tak peduli dengan pembaca di luar wilayahnya dan tak peduli juga bahwa orang di luar sana sesungguhnya juga tak peduli padanya. Sajak ini membuktikan bahwa tanpa ...
8.
Lupakan Payung dan Biarkan Hujan oleh Hasan Aspahani
Soft Cover
Stock tidak tersedia
Lupakan Payung Dan Biarkan Huan ...
9.
Soft Cover
Stock tidak tersedia
Pandemi, wabah yang tak perlu disebut namanya itu, mengingatkan pada kekeraskepalaan Don Corleone yang mengajukan penawaran yang tak tertolak. Beberapa kawan baik kalah. Beberapa anggota keluarga dekat saya terjangkit dan menunggu kabar dari mereka selama menjalani isolasi mandiri seperti menunggu utusan yang dikirim bernegosiasi dengan keluarga musuh. Puisi-puisi ini bagi saya akhirnya seperti upaya bertahan dan momen kembali setelah mengasingkan diri ke wilayah aman, sementara, seperti ...
10.
No Image Available
Lelaki yang Dicintai Bidadari oleh Hasan Aspahani
Soft Cover
Stock tidak tersedia
Ketika jarak tak perlu ditempuh. Ketika waktu tak perlu dihitung. Aku tergenang di samudera baru yang tak tersentuh apapun. Akulah lelaki yang dicintai bidadari. Kaukah bidadari itu?... ...