| Soft Cover, 2021 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
182.
| Soft Cover, 2021 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Berbeda dari ideologi, sains adalah proses berpikir yang fleksibel untuk menerima perubahan yang sejalan dengan perkembangan pemahaman tentang dunia. Pengetahuan berkembang melalui revolusi sains. Paradigma baru menggantikan yang lama, setiap perubahan paradigm membentuk pemahaman baru. Revolusi sains mirip revolusi sosial, tetapi tanpa genangan darah.
Tugas sains bukan mencari (memverifikasi) kebenaran, melainkan mengeliminasi (mengurangi) kesalahan, agar kebenaran bisa semakin didekati. ...
183.
| Soft Cover, 2021 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Sains ibarat komputer jaringan, yang simpul-simpulnya saling mendukung sehingga bisa berkembang begitu cepat, termasuk dalam mekanisme koreksi atas kesalahan-kesalahannya. Sedangkan filsafat seperti stand-alone computer, yang pasti kalah cepat karena sifat eksklusif dan soliternya.
Metode sains yang sangat ketat dan terus disempurnakan ini tidak mungkin ditandingi oleh jenis-jenis pengetahuan lain — kalaupun semua orang, dari bangsa mana pun, setuju belaka dengan teriakan cemas kaum filsuf ...
187.
| Soft Cover, Januari 2021 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Sedari bulan tiga
Aku pulang ke rumah
Meremas cemas dan resah
Melangitkan doa
12 tanggalnya
Bulan kelima
Ibu mertua
Kembali pulang ke haribaan-Nya
12 tanggalnya
Ketujuh bulannya
Ibuku tercinta
Pun kembali pulang ke haribaan-Nya
Runtuh langit
Terbelah tanah
Segala sakit
Mencekik alir darah
Bisik Bunda
Wartakan cinta
Berpulang Bunda
Karena rindu-Nya
Puisikan saja
Segala dera
Agar doa
Punya tangga ke langit sana
Hidup adalah perjalanan
‘Nuju pulang
Hanya ...
188.
| Soft Cover, Desember 2020 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Gen Z
Senin pagi
kau ingin berhenti bekerja, meluncurkan startup,
menjadi influencer, dan menerima endorse.
Senin siang
kau teringat cicilan dan tagihan, investasi bulanan,
tabungan liburan, persiapan menikah, dana darurat.
Senin sore
kau ingin pulang tepat waktu, tapi Bos menahanmu,
klien menunggu hasil revisi kelima.
•
Lucia Priandarini menggubah sajak-sajaknya dengan bahasa yang hidup di tengah masyarakat. Dengan mendayagunakan diksi-diksi dan citraan-citraan kekinian, ...
189.
| Soft Cover, Desember 2020 | Rp. 99.000 | Rp. 79.200 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
Buku karya M. Aan Mansyur yang terbit pada penghujung tahun 2020 berjudul Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau ini mungkin bagi sebagian orang yang akrab dengan puisi nama beliau tidak terdengar asing lagi. Buku kumpulan puisinya yang berjudul Tidak Ada Newyork Hari ini sempat bertengger dalam section best seller dan muncul di salah satu adegan dalam film Ada Apa Dengan Cinta 2. Buku ini berisi empat puluh satu puisi yang terbagi dalam lima bagian. Selain kata-kata apik dari M. Aan Mansyur yang ...
190.
| Soft Cover, November 2020 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
dan menyimpan murung adalah seni menikmati penantian. tak tersimpan hanya akan merusak suasana. berpura bahagia itu dusta, tapi penting untuk membangun cerita. karena secara abjad c dan d berdekatan, salah langkah cerita bisa jadi derita. maka percakapan adalah tukar kabar berita saja, bukan tukar derita. rindu pun terobati, setelah cinta saling tikamkan belati. telepon ditutup. jeda tanpa birama yang jelas pun kembali dimulai. ...
191.
| Soft Cover, November 2020 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
binatang kesepian dalam tubuhmu bukan serigala bagai anak unggas menetas dari telur bunga telang merambat ke luar tubuh berapa lama lagi air liurmu ampuh merekatkan tubuh yang telah retak? tiada yang sanggup membuka- buka catatan takdir. pun malaikat tampak pura-pura sibuk kehilangan pena Tubuh adalah objek utama dalam buku ini, terutama dalam bentuk metafora dan metonimia. Metafora: karena bisa merujuk ke berbagai hal lain dalam berbagai situasi. Metonimia: karena banyak elemen dalam buku ini ...
192.
No Image Available
| Soft Cover, September 2020 | Rp. 50.000 | Rp. 40.000 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
“Andai aku diberi pilihan tentang suatu negeri
Kukatakan bahwa engkau adalah negeriku
Jika aku melupakanmu, oh kekasih hidupku
Maka hatiku yang tulus juga akan melupakanku
Jika aku tersesat di tengah jalan
Di matamu alamatku”
...
193.
| Soft Cover, September 2020 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Apa yang tertuang di dalamnya secara langsung, jernih, dan benderang mampu mengungkap sikap dan gerak hati penulisnya. Tak ada lagi beban untuk memilih-milih dan memacak kata yang indah, agung, dan “puitis”.
Seperti setiap puisi yang bagus, di sini tidak ditemui kata yang mubazir dan boyak. Setiap hurufnya menyangga kearifan dan bernas oleh makna.
Dr. (H.C.) K.H. Ahmad Mustofa Bisri atau lebih sering dipanggil dengan Gus Mus (lahir 10 Agustus 1944 di Rembang) adalah pimpinan Pondok ...
194.
| Soft Cover, Agustus 2020 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Dari kamar mandi yang jauh dan sunyi saya ucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puisi.
Sabda sudah menjadi saya. Saya akan dipecah-pecah menjadi ribuan kata dan suara.
Tubuhku kenangan yang sedang menyembuhkan lukanya sendiri.
Menggigil adalah menghafal rute menuju ibu kota tubuhmu.
Lupa: mata waktu tidur sementara.
Tuhan yang merdu, terimalah kicau burung dalam kepalaku.
Kita adalah cinta yang berjihad melawan trauma. ...
196.
| Soft Cover, Juli 2020 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Karena aku selalu bersama para perempuan Maka aku masuk dalam daftar hitam (Nizar Qabbani) Kamus Para Pecinta (Qâmûs al-‘Âsyiqîn) adalah salah satu dari sekian buku antologi puisi Nizar Qabbani yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Sebagaimana puisi-puisi cinta Nizar lainnya, 66 puisi dalam antologi ini pun menarik—atau memang tak ada puisi cinta Nizar yang tidak menarik. Nizar tetap konsisten pada karakternya sebagai penyair yang berbicara atas nama cinta, asmara, dan wanita. ...
197.
| Soft Cover, Juli 2020 | Rp. 59.000 | Rp. 47.200 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
hari-hari mencuri wajahmu
esok kita hanya mendengar suara tawa seorang nakhoda pemabuk
dari neraka paling celaka dia bawa beribu cerita
perihal menemukan seluruh harta karun yang kita cari
tapi tak seorang pun akan percaya lagi setelah di museum kehilangan: terpajang cermin, terpasung wajahmu dan kesunyian berabad-abad lamanya.
Tentang Penulis:
Wawan Kurniawan menulis puisi, cerpen, esai, novel dan menerjemahkan beberapa karya. Beberapa karyanya yang telah terbit, Kumpulan Puisi: ...
198.
| Soft Cover, Juli 2020 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Selama laut masih bergelombang Dan moke masih terus dituang Mendampingi kunyahan sirih pinang Gelas-gelas akan tetap menengadah Mengharap jatuhnya tetes-tetes baru Melunasi luka-luka.
Sebuah kumpulan cakupan puisi. ...
199.
| Soft Cover, Juli 2020 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Sebagai manusia ia papa dan suci – seorang martir. Dan bagi generasi saya ia adalah gempa bumi sebuah zaman, juga jenius terbesar dalam berbahasa Jerman sejak Martin Luther. (Penyair Gottfried Benn tentang Nietzsche)
Ya! Dari mana asalku kutahu pasti!
Tak terkenyangkan bagai api
aku membara habisi diri.
Segala kupegang menjelma cahaya,
yang kulepas arang belaka:
pastilah aku api sejati.
(Nietzsche dalam puisinya "Ecce Homo“) ...
200.
| Soft Cover, Juli 2020 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Cara penghayatan Trakl berjalan bagai dalam bayang cermin dan mengisi ruangnya sendiri, yang bagai ruang dalam cermin, tak bisa dimasuki. (Rainer Maria Rilke)
Aku tak memahami puisi-puisi Trakl. Namun, nadanya membahagiakan saya: nada manusia yang benar-benar jenius.
(Ludwig Wittgenstein)
Keketatan unik bahasa Trakl, yang hakekatnya multimakna, dalam dimensi lebih tinggi demikian tunggalmakna, hingga ia jauh melampaui segala presisi teknis dari istilah-istilah yang sekedar bersifat ...




Keranjang






