Pencarian

Format
Soft Cover
Kategori
Buku
Puisi & Sastra
Puisi (339)
Sastra (898)

Hasil: 181 - 200 dari 1238
GRIDLIST
181.
Soft Cover, 2021
Stock tidak tersedia
Sains ibarat komputer jaringan, yang simpul-simpulnya saling mendukung sehingga bisa berkembang begitu cepat, termasuk dalam mekanisme koreksi atas kesalahan-kesalahannya. Sedangkan filsafat seperti stand-alone computer, yang pasti kalah cepat karena sifat eksklusif dan soliternya. Metode sains yang sangat ketat dan terus disempurnakan ini tidak mungkin ditandingi oleh jenis-jenis pengetahuan lain — kalaupun semua orang, dari bangsa mana pun, setuju belaka dengan teriakan cemas kaum filsuf ...
182.
No Image Available
Sains Dan Hal-hal Baiknya oleh A.S. Laksana
Soft Cover, 2021
Stock tidak tersedia
183.
No Image Available
Creative Writing #2 oleh A.S. Laksana
Soft Cover, 2021
Stock tidak tersedia
184.
No Image Available
Antar Kota Antar Puisi oleh BENI SATRYO
Soft Cover, 2021
Stock tidak tersedia
185.
Puisi dan Bulu Kuduk oleh Acep Zamzam Noor
Soft Cover, 2021
Stock tidak tersedia
PUISI DAN BULU KUDUK ...
186.
Ibu: Sebuah Obituari Cinta oleh Kang Maman
Soft Cover, Januari 2021
Stock tidak tersedia
Sedari bulan tiga Aku pulang ke rumah Meremas cemas dan resah Melangitkan doa 12 tanggalnya Bulan kelima Ibu mertua Kembali pulang ke haribaan-Nya 12 tanggalnya Ketujuh bulannya Ibuku tercinta Pun kembali pulang ke haribaan-Nya Runtuh langit Terbelah tanah Segala sakit Mencekik alir darah Bisik Bunda Wartakan cinta Berpulang Bunda Karena rindu-Nya Puisikan saja Segala dera Agar doa Punya tangga ke langit sana Hidup adalah perjalanan ‘Nuju pulang Hanya ...
187.
Soft Cover, Desember 2020
Stock tidak tersedia
Gen Z Senin pagi kau ingin berhenti bekerja, meluncurkan startup, menjadi influencer, dan menerima endorse. Senin siang kau teringat cicilan dan tagihan, investasi bulanan, tabungan liburan, persiapan menikah, dana darurat. Senin sore kau ingin pulang tepat waktu, tapi Bos menahanmu, klien menunggu hasil revisi kelima. • Lucia Priandarini menggubah sajak-sajaknya dengan bahasa yang hidup di tengah masyarakat. Dengan mendayagunakan diksi-diksi dan citraan-citraan kekinian, ...
188.
Soft Cover, Desember 2020 Rp. 99.000 Rp. 79.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Buku karya M. Aan Mansyur yang terbit pada penghujung tahun 2020 berjudul Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau ini mungkin bagi sebagian orang yang akrab dengan puisi nama beliau tidak terdengar asing lagi. Buku kumpulan puisinya yang berjudul Tidak Ada Newyork Hari ini sempat bertengger dalam section best seller dan muncul di salah satu adegan dalam film Ada Apa Dengan Cinta 2. Buku ini berisi empat puluh satu puisi yang terbagi dalam lima bagian. Selain kata-kata apik dari M. Aan Mansyur yang ...
189.
Kidung Para Pencari oleh NUGROHO PUTU
Soft Cover, November 2020
Stock tidak tersedia
dan menyimpan murung adalah seni menikmati penantian. tak tersimpan hanya akan merusak suasana. berpura bahagia itu dusta, tapi penting untuk membangun cerita. karena secara abjad c dan d berdekatan, salah langkah cerita bisa jadi derita. maka percakapan adalah tukar kabar berita saja, bukan tukar derita. rindu pun terobati, setelah cinta saling tikamkan belati. telepon ditutup. jeda tanpa birama yang jelas pun kembali dimulai. ...
190.
Soft Cover, November 2020
Stock tidak tersedia
binatang kesepian dalam tubuhmu bukan serigala bagai anak unggas menetas dari telur bunga telang merambat ke luar tubuh berapa lama lagi air liurmu ampuh merekatkan tubuh yang telah retak? tiada yang sanggup membuka- buka catatan takdir. pun malaikat tampak pura-pura sibuk kehilangan pena Tubuh adalah objek utama dalam buku ini, terutama dalam bentuk metafora dan metonimia. Metafora: karena bisa merujuk ke berbagai hal lain dalam berbagai situasi. Metonimia: karena banyak elemen dalam buku ini ...
191.
No Image Available
Di Matamu Alamatku oleh Faruq Juwaidah
Soft Cover, September 2020 Rp. 50.000 Rp. 40.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
“Andai aku diberi pilihan tentang suatu negeri Kukatakan bahwa engkau adalah negeriku Jika aku melupakanmu, oh kekasih hidupku Maka hatiku yang tulus juga akan melupakanku Jika aku tersesat di tengah jalan Di matamu alamatku” ...
192.
Negeri Daging oleh A. Mustofa Bisri
Soft Cover, September 2020
Stock tidak tersedia
Apa yang tertuang di dalamnya secara langsung, jernih, dan benderang mampu mengungkap sikap dan gerak hati penulisnya. Tak ada lagi beban untuk memilih-milih dan memacak kata yang indah, agung, dan “puitis”. Seperti setiap puisi yang bagus, di sini tidak ditemui kata yang mubazir dan boyak. Setiap hurufnya menyangga kearifan dan bernas oleh makna. Dr. (H.C.) K.H. Ahmad Mustofa Bisri atau lebih sering dipanggil dengan Gus Mus (lahir 10 Agustus 1944 di Rembang) adalah pimpinan Pondok ...
193.
Soft Cover, Agustus 2020
Stock tidak tersedia
Dari kamar mandi yang jauh dan sunyi saya ucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puisi. Sabda sudah menjadi saya. Saya akan dipecah-pecah menjadi ribuan kata dan suara. Tubuhku kenangan yang sedang menyembuhkan lukanya sendiri. Menggigil adalah menghafal rute menuju ibu kota tubuhmu. Lupa: mata waktu tidur sementara. Tuhan yang merdu, terimalah kicau burung dalam kepalaku. Kita adalah cinta yang berjihad melawan trauma. ...
194.
Dinding Diwani oleh Kiki Sulistyo
Soft Cover, Agustus 2020
Stock tidak tersedia
DINDING DIWANI ...
195.
Kamus Para Pecinta oleh Nizar Qabbani
Soft Cover, Juli 2020
Stock tidak tersedia
Karena aku selalu bersama para perempuan Maka aku masuk dalam daftar hitam (Nizar Qabbani) Kamus Para Pecinta (Qâmûs al-‘Âsyiqîn) adalah salah satu dari sekian buku antologi puisi Nizar Qabbani yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Sebagaimana puisi-puisi cinta Nizar lainnya, 66 puisi dalam antologi ini pun menarik—atau memang tak ada puisi cinta Nizar yang tidak menarik. Nizar tetap konsisten pada karakternya sebagai penyair yang berbicara atas nama cinta, asmara, dan wanita. ...
196.
Museum Kehilangan - Puisi oleh Wawan Kurniawan
Soft Cover, Juli 2020
Stock tidak tersedia
hari-hari mencuri wajahmu esok kita hanya mendengar suara tawa seorang nakhoda pemabuk dari neraka paling celaka dia bawa beribu cerita perihal menemukan seluruh harta karun yang kita cari tapi tak seorang pun akan percaya lagi setelah di museum kehilangan: terpajang cermin, terpasung wajahmu dan kesunyian berabad-abad lamanya. ...
197.
Soft Cover, Juli 2020
Stock tidak tersedia
Selama laut masih bergelombang Dan moke masih terus dituang Mendampingi kunyahan sirih pinang Gelas-gelas akan tetap menengadah Mengharap jatuhnya tetes-tetes baru Melunasi luka-luka. Sebuah kumpulan cakupan puisi. ...
198.
Syahwat Keabadian oleh Friedrich Nietzsche
Soft Cover, Juli 2020
Stock tidak tersedia
Sebagai manusia ia papa dan suci – seorang martir. Dan bagi generasi saya ia adalah gempa bumi sebuah zaman, juga jenius terbesar dalam berbahasa Jerman sejak Martin Luther. (Penyair Gottfried Benn tentang Nietzsche) Ya! Dari mana asalku kutahu pasti! Tak terkenyangkan bagai api aku membara habisi diri. Segala kupegang menjelma cahaya, yang kulepas arang belaka: pastilah aku api sejati. (Nietzsche dalam puisinya "Ecce Homo“) ...
199.
Mimpi dan Kelam Jiwa oleh Georg Trakl
Soft Cover, Juli 2020
Stock tidak tersedia
Cara penghayatan Trakl berjalan bagai dalam bayang cermin dan mengisi ruangnya sendiri, yang bagai ruang dalam cermin, tak bisa dimasuki. (Rainer Maria Rilke) Aku tak memahami puisi-puisi Trakl. Namun, nadanya membahagiakan saya: nada manusia yang benar-benar jenius. (Ludwig Wittgenstein) Keketatan unik bahasa Trakl, yang hakekatnya multimakna, dalam dimensi lebih tinggi demikian tunggalmakna, hingga ia jauh melampaui segala presisi teknis dari istilah-istilah yang sekedar bersifat ...
200.
Jangan Mati Sebelum Berguna oleh Fitri Nganthi Wani
Soft Cover, Juni 2020
Stock tidak tersedia
Penyair hilang tak menjadikan buah persetubuhannya sebagai layaknya mereka Karena penyair di negerimu tidaklah seperti aku Karena puisi di negerimu tidaklah seperti puisiku Aku adalah kebebasan yang menjadi nakal Bermain kejar-kejaran dengan sederhananya bahagia di lorong-lorong yang digelapkan gerhana kehidupan Setengah tak dianggap *** Dalam kumpulan puisi ini, Fitri Nganthi Wani menerjemahkan luka, cinta, duka keluarga, dan peliknya kehidupan sebagai anak Wiji Thukul—aktivis ...