Pencarian

Kata Kunci
Gramedia Pustaka Utama
Bahasa
Indonesia
Penulis
M. Aan Mansyur
Kategori
Buku
Puisi & Sastra
Puisi (3)
Sastra (1)

Hasil: 1 - 4 dari 4
GRIDLIST
1.
Soft Cover, Desember 2020 Rp. 99.000 Rp. 79.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Buku karya M. Aan Mansyur yang terbit pada penghujung tahun 2020 berjudul Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau ini mungkin bagi sebagian orang yang akrab dengan puisi nama beliau tidak terdengar asing lagi. Buku kumpulan puisinya yang berjudul Tidak Ada Newyork Hari ini sempat bertengger dalam section best seller dan muncul di salah satu adegan dalam film Ada Apa Dengan Cinta 2. Buku ini berisi empat puluh satu puisi yang terbagi dalam lima bagian. Selain kata-kata apik dari M. Aan Mansyur yang ...
2.
Cinta yang Marah oleh M. Aan Mansyur
Soft Cover, Mei 2017 Rp. 69.000 Rp. 55.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
"Cinta dalam puisi ini bukan cinta yang damai. Ia terlampau penuh oleh kehilangan, oleh marah, oleh kemustahilan untuk menjelaskan. Cinta ini membawa pisau ke mana-mana. Dalam tubuh aku yang ditinggal mati, dalam tubuh kita yang masih hidup, cinta seperti itu menyimpan napas orang mati dan membiarkan luka terus berbiak." Zen RS Profil Penulis: M. Aan Mansyur berdomisili di Maros, Sulawesi Selatan. Buku-bukunya antara lain: Aku Hendak Pindah Rumah (2008), Melihat Api Bekerja (2015), Tidak Ada ...
3.
Pod:Kukila - Kumpulan Cerita oleh M. Aan Mansyur
Oktober 2015
Stock tidak tersedia
NAK, dua hal aku benci dalam hidup: September dan pohon mangga. September tidak pernah mau beranjak dari rumah. Betah. Ia sibuk meletakkan neraka di seluruh penjuru. Di ruang tamu. Di ranjang. Di meja makan. Bahkan di dada. Batang pohon mangga tetap selutut persis prasasti batu. Ia berdiri mengekalkan dosa-dosa—dan dosa adalah pemimpin yang baik bagi penyesalan-penyesalan. Kukila adalah perempuan itu, yang membenci September dan pohon mangga. Hidupnya didera rasa bersalah yang besar, ...
4.
Soft Cover, April 2015
Stock tidak tersedia
Aku benci berada di antara orang-orang yang bahagia. Mereka bicara tentang segala sesuatu, tapi kata-kata mereka tidak mengatakan apa-apa. Mereka tertawa dan menipu diri sendiri menganggap hidup mereka baik-baik saja. Mereka berpesta dan membunuh anak kecil dalam diri mereka. Aku senang berada di antara orang-orang yang patah hati. Mereka tidak banyak bicara, jujur, dan berbahaya. Mereka tahu apa yang mereka cari. Mereka tahu dari diri mereka ada yang telah dicuri. Menikmati Akhir ...