Media digital menawarkan banyak cara menarik untuk menyampaikan cerita: kombinasi liputan dan kurasi, liputan panjang dengan alat multimedia seperti video, infografik, dan timeline interaktif, serta Iiputan langsung. Keunggulan yang lain, tentu pada kecepatan menyampaikan informasi, diimbangi dengan kemampuan mengulas cerita lebih dalam daripada versi cetak dan penyiaran. Idealnya begitu. Di Indonesia, banyak online media sudah menawarkan beragam konten berkualitas dan inovatif, tetapi beberapa justru membuat jurnalisme online terkesan murahan dan menyerupai jurnalisme kuning yang menyajikan sensasi belaka. Buku ini berupaya menjadi pijakan awal Anda untuk menguasai berbagai pekerjaan di wilayah jurnalisme multimedia, mulai dari aspek penulisan, prinsip dan etika jurnalisme, pemanfaatan alat multimedia dan media sosial, konten untuk anak muda dan format ponsel, hingga inovasi bisnis terkini.
Engelbertus Wendratama mengajar Jurnalisme Online di almamaternya, Ilmu Komunikasi UGM, dan memberikan berbagai pelatihan jurnalisme serta penulisan. Wendra adalah penulis buku Kasus Pembunuhan Munir: Kejahatan yang Sempurna? (2009) dan buku panduan Melakukan Jurnalisme Data tentang Jaminan Kesehatan Nasional (2015).
Lulusan S-2 Jurnalisme Multimedia di Emerson College, Boston, dengan beasiswa Fulbright ini juga penerima grant untuk membuat liputan tentang regulasi mariyuana di Massachusetts dan Colorado (2013—2014).