Belakangan ini makin sering kita mendengar kata-kata storytelling. Banyak karyawan yang karirnya meningkat pesat karena dia jago storytelling. Banyak pemimpin yang semakin bersinar karena kemampuan storytelling yang mumpuni.
Storytelling menjadi hal penting untuk hampir semua orang—baik untuk pribadi maupun perusahaan, baik untuk karyawan maupun untuk para pemimpin.
Storytelling sudah penting sejak dulu, dan era digital membuat storytelling jadi semakin penting. Era digital membuat cerita bisa viral dengan cepat sehingga terkadang membuat kita terjebak sekadar membuat sensasi tanpa esensi.
Storytelling bukan sekadar belajar public speaking. Ada Banyak orang yang sangat baik melakukan public speaking, tetapi pada saat bercerita, ceritanya tidak menggerakkan. Ceritanya biasa saja. Ceritanya bahkan dengan cepat terlupakan.
Bukan hanya di tataran individu, begitu banyak brand yang juga melesat karena kemampuan mereka bercerita. Menjadi merek yang bukan hanya dikenal tapi juga dicintai, membutuhkan kemampuan bercerita yang baik.Dalam perjalanan karier saya dan Umay, kami juga menyaksikan banyak merek yang menghambur-hamburkan uang mereka dengan cerita yang tidak relevan dengan produk atau jasa mereka. Buku ini mulai dipersiapkan dan dirancang sejak mulai banyak perusahaan juga individu yang terjebak cerita penuh sensasi tanpa esensi.
Buku ini akan bercerita tentang pengalaman serta berbagai contoh praktis dari berbagai industri, bagaimana kita bisa bercerita dan membuat sensasi yang ada esensinya. Bagaimana kita bisa menyajikan Meaningful Storytelling.
Tahun Terbit : Cetakan Pertama, 2023
Winner of the 2006 International Young Creative Entrepreneur of the Year – Music Award in the UK held by British Council. “Project Goliath” is his new digital music venture in partnership with the UK music industry.
He became the youngest General Manager in Hard Rock Café Asia Pacific (The second in the world) at the age of 26. He is the creator of Hard Rock Café Jakarta successful “I Like Monday” where he won several awards for this, including Indonesian Young Marketers Awards in 2003 from IMA, Markplus and SWA Magazine.
Founder of IP Entertainment in year 2000, to pioneer artist management plus entertainer training class and also set the high standard of event organizing. In 2004 and 2005, the company was selected to become the exclusive artist management for Indonesian Idol winners by 19 entertainment UK.
Creatively, co-founded Broadcast Bar (BC Bar) in year 2000, the first bar in Indonesia that open only 2 nights a week but profitable. Now the bar was closed and became the legendary story of bar history in Jakarta.
In 2001, co-founded MTV Trax magazine. Received MURI (Indonesian Museum of Record) in 2003 for the sensational event “Destination Nowhere”for a traveling event where all the ...