Pencarian

Penulis
Irawan
Kategori
Buku
Religius
Islam
Novel

Hasil: 1 - 4 dari 4
GRIDLIST
1.
Air Mata Tuhan oleh Aguk Irawan
Soft Cover, September 2014
Stock tidak tersedia
Jiwa Fisha melayang-layang. Hatinya pun menjerit-jerit. Rasa kesakitan karena kanker rahim itu semakin memuncak, seiring jiwanya yang terkapar dalam ketidakberdayaan. Dengan tangan gemetar, ia usap air matanya dengan ujung jarinya. Ia tak menyangka bahwa hinaan dan kebencian itu akan menghadapkannya pada pilihan yang sangat tidak ia bayangkan: bercerai atau dimadu? Ya, Allah … untuk inikah aku membangun rumah tanggaku? Setelah Kau angkat calon bayi dari rahimku? Setelah Kau buat dua kali ...
2.
No Image Available
Soft Cover, Juni 2014 Rp. 49.500 Rp. 37.125 (25% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Ayahnya seorang kiai desa, meninggal karena amuk massa salah sasaran. Sejak itu ia terpaksa keluar dari pesantren sebelum waktunya. Hari-hari yang biasa diisinya dengan mengaji berganti dengan tumpukan baju dan bumbu-bumbu. Ia bekerja sebagai buruh cuci di rumah tetangganya, sesekali menjadi juru masak di rumah warga yang sedang menggelar hajatan. Suatu hari seorang calo PJTKI merayu agar ia mau menjadi TKW di Arab Saudi, dan ia tergoda. Tubuhnya langsing. Kulitnya kun-ing langsat. ...
3.
No Image Available
Umang oleh Ferry Irawan AM
Soft Cover, Februari 2009
Stock tidak tersedia
“Sebuah novel yang berbicara mengenai tren masa kini. Bauran dari keindahan seni, ingar-bingar budaya pop, dan semangat religius dengan kecenderungan transendental. Dan, ditinjau dari pengarangnya, inilah satu lagi ‘novel pesantren’ yang ikut memperpanjang daftar karya pesantren. Selamat.”KH. A. Mustofa Bisri, budayawan, pengasuh Pondok Pesantren Raudhatut Thalibin, Rembang. “Novel seperti ini termasuk langka; berkisah tentang metafisika. Saat Firman, sang tokoh utama, tertidur di makam ...
4.
Air Mata Tuhan (Cover Film) oleh Aguk Irawan
Soft Cover
Stock tidak tersedia

Jiwa Fisha melayang-layang. Hatinya pun menjerit-jerit. Rasa kesakitan karena kanker rahim itu semakin memuncak, seiring jiwanya yang terkapar dalam ketidakberdayaan. Dengan tangan gemetar, ia usap air matanya dengan ujung jarinya. Ia tak menyangka bahwa hinaan dan kebencian itu akan menghadapkannya pada pilihan yang sangat tidak ia bayangkan: bercerai atau dimadu? Ya, Allah … untuk inikah aku membangun rumah tanggaku? Setelah Kau angkat calon bayi dari rahimku? Setelah Kau buat dua kali aku keguguran? Setelah kujaga terus cinta dan sayangku kepada suamiku? Setelah Kau beri aku kesakitan dengan penyakit ini? Setelah Kau ambil ayahku? O inikah tujuan-Mu sesungguhnya, ya Rabb?

...