Kita hidup pada zaman ketika nama Tuhan sering digunakan untuk memenangkan argumen, melegitimasi amarah, bahkan membenarkan kekerasan. Tapi, benarkah kita sedang membela Tuhan? Atau, justru membela ego kita sendiri?
“Hidup ini bukan lomba panjat pinang duniawi. Bukan siapa paling kaya, paling terkenal, paling viral. Tapi, siapa yang paling sadar bahwa setiap langkahnya adalah tanggapan atas undangan Tuhan. Hidup ini bukan seberapa jauh Anda lari, tapi seberapa dalam Anda mengerti,” demikian kata penulis dalam buku ini.
Emha Ainun Nadjib juga mengajak kita menengok kembali hakikat iman dan keberagamaan. Serta mempertanyakan kebiasaan kita yang sering kali terlalu mudah bicara atas nama Tuhan, tapi enggan berlama-lama duduk diam di hadapan-Nya.
Buku ini menelusuri bagaimana manusia beriman, mengenal, dan memahami Tuhan secara jujur melalui perjalanan batin dan akal, bukan secara teoretis. Dan, menolak cara kita beragama yang sering kali hanya sebatas suara, tanpa menyentuh rasa.
Tahun Terbit : Cetakan Pertama, November 2025
Pernahkah Anda terpikir betapa menariknya dunia yang terbuka lebar lewat lembaran buku? Membaca bukan hanya kegiatan rutin, tetapi juga petualangan tak terbatas ke dalam imajinasi dan pengetahuan.
Membaca mengasah pikiran, membuka wawasan, dan memperkaya kosakata. Ini adalah pintu menuju dunia di luar kita yang tak terbatas.
Tetapkan waktu khusus untuk membaca setiap hari. Dari membaca sebelum tidur hingga menyempatkan waktu di pagi hari, kebiasaan membaca dapat dibentuk dengan konsistensi.
Pilih buku sesuai minat dan level literasi. Mulailah dengan buku yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan membaca.
Temukan tempat yang tenang dan nyaman untuk membaca. Lampu yang cukup, kursi yang nyaman, dan sedikit musik pelataran bisa menciptakan pengalaman membaca yang lebih baik.
Buat catatan atau jurnal tentang buku yang telah Anda baca. Tuliskan pemikiran, kesan, dan pelajaran yang Anda dapatkan.