Pencarian

Brand
Mizan
Bahasa
Indonesia

Hasil: 41 - 60 dari 66
GRIDLIST
41.
No Image Available
Selama ini, positioning dikenal sebagai strategi untuk menguasai pikiran konsumen dengan penawaran perusahaan kita. Saya mendefinisikan positioning sebagai strategi untuk mengarahkan para pelanggan. Positioning adalah upaya membangun kesan di benak konsumen bahwa perusahaan kita layak dipercaya dan kompeten. Seri 9 Elemen Marketing: 1. Brand 2. Differentiation 3. Positioning 4. Segmentation 5. Targeting 6. Marketing Mix 7. Selling 8. Service 9. Process Hermawan Kartajaya adalah ...
42.
Soft Cover, 2004
Stock tidak tersedia
Diferensiasi telah dikenal sebagai tindakan merancang seperangkat perbedaan yang berarti dalam penawaran perusahaan. Lebih lanjut, saya mendefinisikan diferensiasi sebagai menyatukan konten, konteks, dan infrastruktur penawaran kita kepada para konsumen. Produk yang berbeda adalah taktik utama bagi perusahaan untuk mendukung positioning-nya. jika positioning tidak didukung oleh diferensiasi, perusahaan akan hanya mengumbar janji dan tak bisa memuaskan konsumen, yang pada gilirannya akan merusak ...
43.
Soft Cover, 2004
Stock tidak tersedia
Brand bukan sekadar nama. Bukan pula logo atau simbol. Brand adalah value indicator dari apa yang Anda tawarkan. Ia adalah payung yang melingkupi produk atau pelayanan, perusahaan, pribadi, atau bahkan negara. Ia adalah ekuitas perusahaan yang menambahkan value pada produk dan pelayanan yang ditawarkan. Sebagai sebuah aset, brand menciptakan value bagi para konsumen melalui kualitas produk dan kepuasan konsumen. Seri 9 Elemen Marketing: 1. Brand 2. Differentiation 3. Positioning 4. ...
44.
Mengelola Usaha Baru Dengan Tepat oleh Jackie Ambadar, Miranty Abidin, Yanty Isa
Soft Cover, 2000
Stock tidak tersedia
Buku Manual Usaha Praktis yang berjudul Mengelola Usaha dengan Tepat ini merupakan seri keempat—lanjutan dari buku manual usaha seri pertama, ke dua, dan ke tiga. Jika sudah menemukan ide usaha yang tepat, sudah dapat menentukan mitra bisnis dan membuat perencanaan dari usaha Anda, kini waktunya bagi Anda untuk mengelola usaha yang telah Anda rencanakan itu dengan tepat. Mengelola usaha yang mandiri memang tidak mudah. Apalagi jika Anda tidak memiliki panduan bagaimana cara mengelola usaha ...
45.
Soft Cover Rp. 68.000 Rp. 54.400 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Buku 8 Intisari Kecerdasan Finansial ini akan menjadi sumber inspirasi, bahan renungan, sekaligus panduan Anda dalam melangkah mencapai tujuan dan mewujudkan kesuksesan finansial yang selama ini hanya menjadi impian Anda. Banyak pelajaran mengenai bagaimana mengelola uang yang baik sehingga perputaran uang terus dapat terus berjalan. Buku ini sangat cocok bagi Anda yang ingin sukses dalam hal finansial. Temukan 8 intisari dalam kecerdasan finansial yang ada di buku ini yang akan membantu Anda ...
46.
Soft Cover Rp. 63.000 Rp. 50.400 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Menurut Marshall Sylver, hanya 5% orang yang menguasai 90% uang yang beredar di seluruh dunia. Dan ternyata, hanya 1% orang yang menguasai 50% uang yang beredar tadi. Seandainya uang itu dibagikan semua orang di dunia, dalam jangka waktu 5 tahun uang tersebut akan kembali pada komposisi semula. Yakni, 5% orang menguasai 90% uang yang beredar dan hanya 1% yang menguasai 50% uang beredar. Mengapa itu bisa terjadi?Setiap orang selalu memiliki obsesi menjadi kaya, bermimpi memiliki rumah megah dan ...
47.
Stock tidak tersedia

PAKET 10 EKS SO ANAK MUSLIM BERTANYA

...
48.
Rp. 89.000 Rp. 71.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier

Zaki tidak sengaja merusak mainan temannya.

 

 

 

Aduh, bagaimana ini?

Zaki pun menyembunyikan mainan itu

di bawah kakinya.

“Kan, tidak ada yang melihat,” gumam Zaki.

Hm …, benar tidak, ya, tidak ada yang melihat?

Kita baca cerita lengkapnya, yuk!

">

Zaki tidak sengaja merusak mainan temannya.

Aduh, bagaimana ini?

Zaki pun menyembunyikan mainan itu

di bawah kakinya.

“Kan, tidak ada yang melihat,” gumam Zaki.

Hm …, benar tidak, ya, tidak ada yang melihat?

Kita baca cerita lengkapnya, yuk!

">

Zaki tidak sengaja merusak mainan temannya.

 

Aduh, bagaimana ini?

Zaki pun menyembunyikan mainan itu

di bawah kakinya.

“Kan, tidak ada yang melihat,” gumam Zaki.

Hm …, benar tidak, ya, tidak ada yang melihat?

Kita baca cerita lengkapnya, yuk!

">

Zaki tidak sengaja merusak mainan temannya.

Aduh, bagaimana ini?

Zaki pun menyembunyikan mainan itu

di bawah kakinya.

“Kan, tidak ada yang melihat,” gumam Zaki.

Hm …, benar tidak, ya, tidak ada yang melihat?

Kita baca cerita lengkapnya, yuk!

">

Zaki tidak sengaja merusak mainan temannya.

 

 

Aduh, bagaimana ini?

Zaki pun menyembunyikan mainan itu

di bawah kakinya.

“Kan, tidak ada yang melihat,” gumam Zaki.

Hm …, benar tidak, ya, tidak ada yang melihat?

Kita baca cerita lengkapnya, yuk!

">

Zaki tidak sengaja merusak mainan temannya.

Aduh, bagaimana ini?

Zaki pun menyembunyikan mainan itu

di bawah kakinya.

“Kan, tidak ada yang melihat,” gumam Zaki.

Hm …, benar tidak, ya, tidak ada yang melihat?

Kita baca cerita lengkapnya, yuk!

">

Zaki tidak sengaja merusak mainan temannya.

 

Aduh, bagaimana ini?

Zaki pun menyembunyikan mainan itu

di bawah kakinya.

“Kan, tidak ada yang melihat,” gumam Zaki.

Hm …, benar tidak, ya, tidak ada yang melihat?

Kita baca cerita lengkapnya, yuk!

">

Zaki tidak sengaja merusak mainan temannya.

Aduh, bagaimana ini?

Zaki pun menyembunyikan mainan itu

di bawah kakinya.

“Kan, tidak ada yang melihat,” gumam Zaki.

Hm …, benar tidak, ya, tidak ada yang melihat?

Kita baca cerita lengkapnya, yuk!

...
49.
Rp. 89.000 Rp. 71.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier

Tutu punya sepatu sama seperti punya Kak Pupu.

 

 

 

Kak Pupu memberitahu sepatu miliknya lebih besar.

Saat dua pasang sepatu bersama, Tutu bisa membandingkannya langsung.

Tapi saat hanya ada sepasang sepatu, Tutu bingung menentukan.

Kali ini kita belajar membandingkan bilangan, yuk!

 

Tutu has a pair of shoes which resemble Pupu’s.

Pupu tells him that Pupu’s shoes are bigger.

Tutu can compare two pairs of shoes, but when it’s only a pair of them, he gets confused.

Let’s learn how to compare numbers!

">

Tutu punya sepatu sama seperti punya Kak Pupu.

Kak Pupu memberitahu sepatu miliknya lebih besar.

Saat dua pasang sepatu bersama, Tutu bisa membandingkannya langsung.

Tapi saat hanya ada sepasang sepatu, Tutu bingung menentukan.

Kali ini kita belajar membandingkan bilangan, yuk!

 

Tutu has a pair of shoes which resemble Pupu’s.

Pupu tells him that Pupu’s shoes are bigger.

Tutu can compare two pairs of shoes, but when it’s only a pair of them, he gets confused.

Let’s learn how to compare numbers!

">

Tutu punya sepatu sama seperti punya Kak Pupu.

 

Kak Pupu memberitahu sepatu miliknya lebih besar.

Saat dua pasang sepatu bersama, Tutu bisa membandingkannya langsung.

Tapi saat hanya ada sepasang sepatu, Tutu bingung menentukan.

Kali ini kita belajar membandingkan bilangan, yuk!

 

Tutu has a pair of shoes which resemble Pupu’s.

Pupu tells him that Pupu’s shoes are bigger.

Tutu can compare two pairs of shoes, but when it’s only a pair of them, he gets confused.

Let’s learn how to compare numbers!

">

Tutu punya sepatu sama seperti punya Kak Pupu.

Kak Pupu memberitahu sepatu miliknya lebih besar.

Saat dua pasang sepatu bersama, Tutu bisa membandingkannya langsung.

Tapi saat hanya ada sepasang sepatu, Tutu bingung menentukan.

Kali ini kita belajar membandingkan bilangan, yuk!

 

Tutu has a pair of shoes which resemble Pupu’s.

Pupu tells him that Pupu’s shoes are bigger.

Tutu can compare two pairs of shoes, but when it’s only a pair of them, he gets confused.

Let’s learn how to compare numbers!

">

Tutu punya sepatu sama seperti punya Kak Pupu.

 

 

Kak Pupu memberitahu sepatu miliknya lebih besar.

Saat dua pasang sepatu bersama, Tutu bisa membandingkannya langsung.

Tapi saat hanya ada sepasang sepatu, Tutu bingung menentukan.

Kali ini kita belajar membandingkan bilangan, yuk!

 

Tutu has a pair of shoes which resemble Pupu’s.

Pupu tells him that Pupu’s shoes are bigger.

Tutu can compare two pairs of shoes, but when it’s only a pair of them, he gets confused.

Let’s learn how to compare numbers!

">

Tutu punya sepatu sama seperti punya Kak Pupu.

Kak Pupu memberitahu sepatu miliknya lebih besar.

Saat dua pasang sepatu bersama, Tutu bisa membandingkannya langsung.

Tapi saat hanya ada sepasang sepatu, Tutu bingung menentukan.

Kali ini kita belajar membandingkan bilangan, yuk!

 

Tutu has a pair of shoes which resemble Pupu’s.

Pupu tells him that Pupu’s shoes are bigger.

Tutu can compare two pairs of shoes, but when it’s only a pair of them, he gets confused.

Let’s learn how to compare numbers!

">

Tutu punya sepatu sama seperti punya Kak Pupu.

 

Kak Pupu memberitahu sepatu miliknya lebih besar.

Saat dua pasang sepatu bersama, Tutu bisa membandingkannya langsung.

Tapi saat hanya ada sepasang sepatu, Tutu bingung menentukan.

Kali ini kita belajar membandingkan bilangan, yuk!

 

Tutu has a pair of shoes which resemble Pupu’s.

Pupu tells him that Pupu’s shoes are bigger.

Tutu can compare two pairs of shoes, but when it’s only a pair of them, he gets confused.

Let’s learn how to compare numbers!

">

Tutu punya sepatu sama seperti punya Kak Pupu.

Kak Pupu memberitahu sepatu miliknya lebih besar.

Saat dua pasang sepatu bersama, Tutu bisa membandingkannya langsung.

Tapi saat hanya ada sepasang sepatu, Tutu bingung menentukan.

Kali ini kita belajar membandingkan bilangan, yuk!

 

Tutu has a pair of shoes which resemble Pupu’s.

Pupu tells him that Pupu’s shoes are bigger.

Tutu can compare two pairs of shoes, but when it’s only a pair of them, he gets confused.

Let’s learn how to compare numbers!

...
50.
Rp. 89.000 Rp. 71.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier

Ipung sakit dan dua teman menjenguknya.

 

 

 

Ternyata mereka member jeruk. Ipung menghitungnya.

Tapi, saat dihitung ulang, jeruknya ada yang hilang.

Siapa yang mengambilnya?

 

Ipung is sick.

His two friends visit him and give him some oranges.

Then, Ipung count the oranges. But, as Ipung recounts the oranges, one is missing.

Who took it away?    

">

Ipung sakit dan dua teman menjenguknya.

Ternyata mereka member jeruk. Ipung menghitungnya.

Tapi, saat dihitung ulang, jeruknya ada yang hilang.

Siapa yang mengambilnya?

 

Ipung is sick.

His two friends visit him and give him some oranges.

Then, Ipung count the oranges. But, as Ipung recounts the oranges, one is missing.

Who took it away?    

">

Ipung sakit dan dua teman menjenguknya.

 

Ternyata mereka member jeruk. Ipung menghitungnya.

Tapi, saat dihitung ulang, jeruknya ada yang hilang.

Siapa yang mengambilnya?

 

Ipung is sick.

His two friends visit him and give him some oranges.

Then, Ipung count the oranges. But, as Ipung recounts the oranges, one is missing.

Who took it away?    

">

Ipung sakit dan dua teman menjenguknya.

Ternyata mereka member jeruk. Ipung menghitungnya.

Tapi, saat dihitung ulang, jeruknya ada yang hilang.

Siapa yang mengambilnya?

 

Ipung is sick.

His two friends visit him and give him some oranges.

Then, Ipung count the oranges. But, as Ipung recounts the oranges, one is missing.

Who took it away?    

">

Ipung sakit dan dua teman menjenguknya.

 

 

Ternyata mereka member jeruk. Ipung menghitungnya.

Tapi, saat dihitung ulang, jeruknya ada yang hilang.

Siapa yang mengambilnya?

 

Ipung is sick.

His two friends visit him and give him some oranges.

Then, Ipung count the oranges. But, as Ipung recounts the oranges, one is missing.

Who took it away?    

">

Ipung sakit dan dua teman menjenguknya.

Ternyata mereka member jeruk. Ipung menghitungnya.

Tapi, saat dihitung ulang, jeruknya ada yang hilang.

Siapa yang mengambilnya?

 

Ipung is sick.

His two friends visit him and give him some oranges.

Then, Ipung count the oranges. But, as Ipung recounts the oranges, one is missing.

Who took it away?    

">

Ipung sakit dan dua teman menjenguknya.

 

Ternyata mereka member jeruk. Ipung menghitungnya.

Tapi, saat dihitung ulang, jeruknya ada yang hilang.

Siapa yang mengambilnya?

 

Ipung is sick.

His two friends visit him and give him some oranges.

Then, Ipung count the oranges. But, as Ipung recounts the oranges, one is missing.

Who took it away?    

">

Ipung sakit dan dua teman menjenguknya.

Ternyata mereka member jeruk. Ipung menghitungnya.

Tapi, saat dihitung ulang, jeruknya ada yang hilang.

Siapa yang mengambilnya?

 

Ipung is sick.

His two friends visit him and give him some oranges.

Then, Ipung count the oranges. But, as Ipung recounts the oranges, one is missing.

Who took it away?    

...
51.
Rp. 59.000 Rp. 47.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier

Teman-Teman, Islam agama yang sempurna. Jejak kehebatannya tersebar di segenap penjuru dunia. Islam juga agama yang lengkap, loh. Mengatur semua hal dari hidup kita. Bagaimana, ya, cara Islam mengaturnya? Lalu, apa saja yang diatur dalam Islam?

 

 

Buku ini akan membimbing Teman-Teman mengenal Islam lebih baik lagi. Selain itu, kita juga bisa mengetahui kehebatan dan peninggalan Islam yang masih ada sampai sekarang, mengenal para ilmuwan Muslim yang hebat, sampai mengenal berbagai karya seni dan tempat sejarah Islam di dunia. Yuk, kita baca bersama-sama!

 

">

Teman-Teman, Islam agama yang sempurna. Jejak kehebatannya tersebar di segenap penjuru dunia. Islam juga agama yang lengkap, loh. Mengatur semua hal dari hidup kita. Bagaimana, ya, cara Islam mengaturnya? Lalu, apa saja yang diatur dalam Islam?

 

Buku ini akan membimbing Teman-Teman mengenal Islam lebih baik lagi. Selain itu, kita juga bisa mengetahui kehebatan dan peninggalan Islam yang masih ada sampai sekarang, mengenal para ilmuwan Muslim yang hebat, sampai mengenal berbagai karya seni dan tempat sejarah Islam di dunia. Yuk, kita baca bersama-sama!

 

...
52.
Maximum Profit, Minimum Problem oleh Hermann Simon
Soft Cover
Stock tidak tersedia
Tujuan nomor satu bisnis adalah profit/laba, bukan pangsa pasar. Buku ini, mengungkapkan sejumlah kontradiksi yang sangat mendasar dan berdampak meruntuhkan obsesi terhadap pangsa pasar. Berdasarkan pengalaman bertahun-tahun sebagai konsultan di Simon-Kuc ...
53.
No Image Available
Soft Cover
Stock tidak tersedia
Merek (brand) mempunyai kekuatan yang dahsyat untuk memikat hati orang agar membeli produk atau jasa yang diwakilinya. Citra yang ditampilkan secara 'menyihir' setiap sasarannya. Keputusan pembelian pun lebih sering didasarkan pada pertimbangan merek daripada hal-hal lain. Buku ini menguraikan secara mendetail bagaimana mengembangkan strategi dan identitas merek, mengelola ekuitas dan nilai merek, melakukan positioning mereka di mata konsumen, serta bagaimana mengembangkan organisasi ...
54.
No Image Available
Stock tidak tersedia
Pemasaran pernah dinyatakan "mati". Tentu ini bukan mati sungguhan. Paradigmanya saja yang berubah. Disiplin dan praktik pemasaran terus berkembang selaras dengan tuntutan zaman. Aktivitas pemasaran konvensional sudah semakin banyak ditinggalkan, dan kini banyak diwarnai oleh pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Sebagai sebuah disiplin, tujuan pemasaran yang semula untuk memaksimalkan penjualan dan keuntungan pemegang saham telah bergeser ke penciptaan value dan kesejahteraan bagi ...
55.
Stock tidak tersedia
Di tengah rimba belantara bisnis yang sangat kompetitif ini, apa yang akan dilakukan Aristoteles jika dia menjadi seorang CEO? Pertama-tama -- menurut "juru bicara"-nya, Tom Morris -- dia akan mempertanyakan konsep-konsep bisnis yang mendasar. Apakah tujuan berbisnis semata-mata untuk mendapatkan uang, ketenaran, kekuasaan, dan status? Sudahkah Anda meminang kebahagiaan sejati setelah mendapatkan semua itu? Sudah tepatkah cara Anda melanggengkan kebahagiaan dan keunggulan bisnis ini? Sang ...
56.
No Image Available
Soft Cover
Stock tidak tersedia
Paradigma budaya organisasi telah bergeser. budaya organisasi tidak lagi dipandang sebagai warisan masa lalu tetapi sudah menjadi strategic tools yang berdaya saing tinggi dalam mencapai kesuksesan bisnis. Budaya organisasi berperan besar dalam stakeholders alignment, formulasi strategi, dan perencanaan bisnis serta implementasinya. Budaya organisasi yang kuat akan membantu perusahaan dalam memberikan kepastian kepada seluruh karyawan untuk berkembang bersama tumbuh dan berkembangnya ...
57.
No Image Available
Soft Cover
Stock tidak tersedia
"Pendekatan Doug Hall yang unik telah mendapatkan sambutan hangat dari perusahaan-perusahaan besar Amerika." CNN Dunia bisnis begitu padat dan riuh! Persaingan begitu ketat. Seakan tak ada lagi ruang untuk usaha baru dan tak ada celah bagi perusahaan kecil untuk berkembang. Otak pun rasanya buntu untuk mencari ide-ide bisnis yang brilian. Ide apa pun tampaknya sudah dilakukan orang lain. Lalu, apa kita harus membebek saja? Jangan, dong! Masih ada Doug Hall yang akan membantu kita ...
58.
No Image Available
Kalau Belum Dipecat, Jangan Keluar dari Pekerjaan Anda!
26 Kiat Meraih Kesuksesan dan Kepuasan Kerja Tanpa Berganti Pekerjaan
oleh Beverly Kaye & Sharon Jordan-Evans
Soft Cover
Stock tidak tersedia
Apakah Anda mengalami masalah-masalah berikut ini di tempat kerja? * Bos atau rekan kerja menjengkelkan * Pekerjaan tidak menantang * Pekerjaan menyita waktu untuk keluarga * Suasana kerja tidak menyenangkan dan membosankan * Jenjang karier tidak jelas * Penghasilan tidak meningkat Jika Anda mengalami hal-hal di atas, apa yang akan Anda lakukan? Keluar dari pekerjaan Anda? Tahan, jangan lakukan itu dulu! Paling tidak, ada 26 pertimbangan yang bisa Anda ambil sebelum merasa mantap bahwa ...
59.
No Image Available
World Class Family Business oleh A.B. Susanto
Stock tidak tersedia
Bukan Tidak Mungkin sebuah perusahaan keluarga menjadi besar dan berkelas dunia. Ini telah dibuktikan oleh beberapa perusahaan ternama seperti IBM, P&G, Wal Mart, dan Astra. Dengan mengambil langkah-langkah strategis, perusahaan keluarga yang dibangun dari kecil sekalipun bisa menjadi besar dan mendunia. Itu semua dimulai dari kemampuan perusahaan keluarga untuk menangani isu-isu internal yang satu sama lain saling terkait, seperti kepemimpinan, konflik, suksesi, kompetensi, transparansi, ...
60.
No Image Available
Soft Cover
Stock tidak tersedia
"Ada kecenderungan dewasa ini untuk kembali ke pemikiran bahwa anak didik akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan alamiah," demikian terbaca di sebuah publikasi terbitan Depdiknas, yang membincangkan konsep CTL. "Belajar akan lebih bermakna jika anak didik 'mengalami' apa yang dipelajarinya, bukan sekadar 'mengetahui' apa yang dipelajarinya. Pemelajaran yang berorientasi target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi 'mengingat' jangka pendek, tetapi gagal dalam membekali ...