Pencarian

Brand
Mizan Publishing

Hasil: 1 - 20 dari 101
GRIDLIST
1.
No Image Available
Paket 1 - Po Cerita Ade Bonus Ttd Digital oleh Nia Ramadhani Bakrie
Soft Cover, Desember 2022
Stock tidak tersedia
“Ini bukan akhir segalanya. Jauh lebih baik melanjutkan, daripada mengeluhkan.” —Ade Sore hari bulan Juli itu seharusnya menjadi sore yang menenangkan dan menyenangkan untuk Ade nikmati bersama ketiga anaknya. Namun, tiba-tiba tujuh polisi datang untuk menangkap Ade atas tuduhan penyalahgunaan obat terlarang. Dunia Ade seketika terasa hancur lebur. Bagaimana tidak, sebagai seorang megabintang dan istri pengusaha sukses, wajahnya akan muncul di berbagai media massa ...
2.
Soft Cover, Mei 2022 Rp. 129.000 Rp. 103.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Memang Jodoh (Republished 2022 Edisi Ke-4) Hamli tak pernah mengira, keputusannya untuk menerima beasiswa pemerintah Belanda demi melanjutkan sekolah ditentang oleh orangtuanya. Orangtua yang justru dia harapkan akan mendukung sepenuh hati. Namun, adat Minang yang mengikat erat ternyata membelenggu cita- citanya. Hamli pun kemudian memutuskan untuk melanggar adat, merantau demi ilmu. Dan ketika dalam perantauan dia bertemu dengan mojang Priangan yang menawan hatinya, pilihan getir terpaksa ...
3.
ANNE OF GREEN GABLES (REPUBLISH 2022) oleh Lucy M. Montgomery
Soft Cover, Mei 2022 Rp. 99.000 Rp. 79.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Anne of Green Gables, kisah klasik dari Kanada yang dicintai seluruh dunia. Menjadi salah satu novel klasik terbaik abad ke-20, Anne of Green Gables hingga sekarang bertahan sebagai novel klasik bestseller dunia yang telah diadaptasi ke berbagai film, drama, teater, dan musikal. ISI BUKU Tentang Penulis — 7 1 Mrs. Rachel Lynde Terkejut — 15 2 Matthew Cuthbert Terkejut — 29 3 Marilla Cuthbert Terkejut — 51 4 Pagi di Green Gables — 63 5 Masa Lalu Anne — 75 6 ...
4.
Soft Cover, Februari 2022
Stock tidak tersedia
Selama lebih dari 150 tahun, Pride and Prejudice tetap menjadi salah satu novel Inggris terpopuler “Seandainya aku tahu isi hatinya, semua akan jadi lebih mudah.” Elizabeth Bennet dan Fitzwilliam Darcy sama sekali tidak memiliki kecocokan bahkan sejak mereka belum saling mengenal. Elizabeth menilai Mr. Darcy sebagai pria yang sok, angkuh, dan mengesalkan, sementara Mr. Darcy menganggap Elizabeth tidak anggun dan terlalu sering berprasangka. Cukup lama mereka saling bermusuhan, ...
5.
Soft Cover, Februari 2022 Rp. 85.000 Rp. 68.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Sulit bagi Clara memahami maksud Arjuna bahwa mereka pacaran, tapi harus menjaga jarak. Terlebih lagi saat Arjuna, si siswa teladan, berubah menjadi preman demen tawuran dan meminta Clara untuk memanggilnya Tigris di luar sekolah. Clara heran, kenapa Arjuna begitu cepat berubah sikap, seolah-olah Arjuna dan Tigris adalah pribadi yang berbeda. Clara tidak pernah tahu, Arjuna pun kewalahan menghadapi dirinya sendiri. Arjuna memiliki trauma masa kecil yang dia sembunyikan dari siapa pun. Tanpa ...
6.
Soft Cover, 2022
Stock tidak tersedia
“Sudahkah kau menemukan Tuhanmu?” Terpaku oleh pertanyaan seorang suster ketika dirinya terbaring lemah di rumah sakit membuat hari-hari Weiner penuh dengan kegelisahan. Ditambah lagi, Sonya, anak perempuannya yang berusia lima tahun, sudah mulai bertanya-tanya tentang Tuhan. Semua itu memaksa Weiner untuk segera melakukan pencarian Tuhan. Weiner memutuskan untuk mengeksplorasi delapan aliran kepercayaan yang telah diseleksinya dengan ketat. Dia melakukan tarian berputar bersama para Sufi ...
7.
Soft Cover, 2022 Rp. 129.000 Rp. 103.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
  Apakah orang Swiss lebih bahagia karena negara mereka paling demokratis di dunia? Apakah penduduk Qatar, yang bergelimang dolar dari minyak mereka, menemukan kebahagiaan di tengah semua kekayaan itu? Apakah Raja Bhutan seorang pengkhayal karena memakai indikator kebahagiaan rakyat yang disebut Gross National Happiness sebagai prioritas nasional? Mengapa penduduk Asheville, Carolina Utara, sangat bahagia? Mengapa warga Islandia, yang negaranya bersuhu sangat dingin dan jauh dari ...
8.
Soft Cover, 2022 Rp. 99.000 Rp. 79.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Menulis biografi seorang tokoh paling berpengaruh sepanjang sejarah, seperti Nabi Muhammad, tentu bukanlah tugas sederhana. Dan hal ini tampaknya disadari betul oleh Karen Armstrong, salah seorang penulis terkemuka seputar tema-tema fundamental keberagamaan. Dalam upaya itu, dia mesti mencoba bergerak di antara dua ekstrem: menampilkannya sebagai sosok sakral-sempurna atau sosok profan yang harus dikritisi. Armstrong, menyadari kompleksitas dan sensitivitas subjek yang ditulisnya, mencoba ...
9.
SWEET POSSESSIVE BOYFRIEND oleh Dewi Serayu (data ini jangan dipake lagi, pake yang dewi woro serayu)
Soft Cover, 2022 Rp. 89.000 Rp. 71.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Sejauh mana seseorang mampu mempertahankan cinta, jika orang yang dicintainya membahayakan dirinya? Setelah tiga tahun berhubungan dengan Raga, Siska jadi ragu dengan sisi gelap Raga. Sayangnya, Siska terbuai dengan hal-hal manis yang dilakukan Raga untuknya dan ujung-ujungnya memaafkan sikap-sikap Raga yang temperamental. Belum lagi, Raga telah menyelamatkan Siska dari perundungan selama SMP. Raga juga membuktikan cintanya kepada Siska, dengan tidak tergoda pada Luccy, murid baru yang ...
10.
FEMME FATALE: RAYA AND THE BOYS oleh Zaimatul Hurriyyah
Soft Cover, 2022 Rp. 89.000 Rp. 71.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
FEMME FATALE: RAYA AND THE BOYS ...
11.
Soft Cover, 2022 Rp. 99.000 Rp. 79.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Favorite Classisc Romance “Semakin luas kulihat dunia, semakin aku yakin tak ada pria yang bisa sungguh-sungguh kucintai.” Elinor dan Marianne Dashwood, dua saudari dengan kepribadian bertolak belakang. Elinor, sang kakak, mengutamakan akal sehat, sementara Marianne mementingkan perasaan. Walau demikian, keduanya sama-sama ingin menemukan cinta sejati dan menikah untuk membahagiakan ibu mereka. Namun, pada masa banyak orang lebih mementingkan status dan harta daripada cinta ...
12.
Soft Cover, 2022 Rp. 129.000 Rp. 103.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier

Sebagai bocah yatim piatu yang tinggal bersama kakak perempuan dan suaminya, Pip tidak pernah memiliki harapan. Namun ketika dia mulai mengunjungi seorang wanita tua kaya raya, Miss Havisham, dan keponakan angkatnya, Estella, mulailah Pip mengharapkan kehidupan yang lebih baik. Kemudian Pip mewarisi sejumlah besar uang dari seseorang misterius, dan dia pun pindah ke London untuk belajar menjadi pria terhormat.

Charles Dickens, salah satu penulis yang paling dicintai dalam Sastra Inggris, telah menikmati kemasyhuran selama hidupnya. Selain dikenal lewat novel-novelnya, Dickens juga bekerja sebagai jurnalis serta menulis esai dan drama. Karya-karya Dickens dipuji karena mempunyai daya tarik bagi semua kalangan. Lewat potretnya terhadap tokoh utama yang tak terlupakan dan mengundang simpati, tokoh antagonis yang menyeramkan, serta karakter-karakter jenaka, dia mengomentari sisi baik dan buruk manusia dalam masyarakat.

 

Great Expectations adalah kisah yang fantastis dan kita dapat becermin di dalamnya.”

-The New Yorker

 

“Salah satu novel paling brilian yang pernah ditulis.”

-Jenny Hartley, Pengarang dan Profesor Sastra Inggris

di Roehampton University

 

BAB 1

Nama keluarga ayahku Pirrip, dan nama baptisku Philip, tetapi yang bisa diucapkan secara singkat dan jelas oleh lidah bayiku adalah Pip. Maka, aku menyebut diriku Pip dan semua orang pun me manggilku Pip. Aku mengetahui bahwa Pirrip adalah nama keluarga ayahku, selain dari batu nisannya, juga dari kakakku, Mrs. Joe Gargery, yang menikah dengan pandai besi. Aku tidak pernah berjumpa dengan ayah atau ibuku dan tidak mengetahui wujud mereka (karena mereka hidup lama sebelum foto ditemukan), bayangan pertamaku mengenai sosok orangtuaku mau tidak mau kuperoleh dari batu nisan mereka. Bentuk abjad di batu nisan ayahku memberiku gagasan aneh bah wa dia berbadan tegap, kekar, berkulit gelap, dan berambut ikal hi tam. Dari lekak-lekuk tulisan, “Terbaring Juga, Georgiana, Istri Pria di Atas,” otak kanak-kanakku menyimpulkan bah wa ibuku sakit-sakitan dan wa jah nya berbintik-bintik. Untuk lima batu nisan belah ketupat kecil, masing-masing setinggi sekitar setengah meter, yang berderet r a pi di samping makam orangtuaku dan menyimpan kenangan sa kral k elima adik lelakiku—yang menyerah pada tahap sangat dini da lam perjuangan menghadapi kehidupan—aku yakin seyakin-yakin nya bah wa mereka semua terlahir dalam posisi berbaring dan mengan-tongi tangan, tanpa pernah mengeluarkannya di dunia ini.

Kami tinggal di desa berawa dekat sungai, sekitar dua pu luh mil dari laut. Ingatan terjelas pertamaku mengenai iden titas sepertinya ku dapatkan pada suatu sore yang berkesan. Ketika itulah aku tahu bahwa tempat sunyi yang dipenuhi paku-pakuan ini adalah ku bur an gereja; dan bahwa Philip Pirrip, mantan jemaat gereja ini, juga Geor-giana istrinya, su dah meninggal dan dikubur; dan bahwa Alexander, Bartho  lomew, Abraham, Tobias, dan Roger, bayi mereka, juga sudah me ninggal dan dikubur; dan bahwa dataran liar dan gelap di dekat ku buran, yang hanya dipisahkan oleh tanggul, gundukan-gunduk an tanah, dan gerbang, dan sesekali dikun jungi hewan ternak, adalah rawa; dan bahwa garis kelabu di bawa hnya adalah sungai; dan bahwa sarang makhluk ganas di ke jauhan, tempat angin berasal, adalah laut; dan bah wa bun tal an kecil yang gemetar dan takut pada semuanya, lalu mu lai menangis, adalah Pip.

“Jangan berisik!” seru suara parau milik pria yang men dadak ber diri di tengah kuburan di dekat teras gereja. “Diam, Iblis Kecil, atau kugorok lehermu!”

Tampaklah seorang pria garang berpakaian abu-abu kumal dengan belenggu besi besar di kakinya. Dia tidak bertopi, sepatunya jebol, dan kain kumal membungkus kepalanya. Pria itu basah kuyup, berlepotan lumpur, kakinya luka akibat menginjak-injak batu, dan tubuhnya lecet-lecet akibat belenggu besi, duri, dan semak-semak gatal; dia pincang, ge   metar, memelotot, dan menggeram; dan giginya ber  gemeletuk saat dia menyambar daguku.

“Oh! Jangan gorok leherku, Sir,” aku memohon dengan ngeri. “Tolong, jangan lakukan itu, Sir.”

“Sebutkan namamu!” ujarnya. “Cepat!”

“Pip, Sir.”

“Sekali lagi,” pria itu memelototiku. “Yang keras!”

“Pip. Pip, Sir.”

“Tunjukkan rumahmu,” katanya. “Tunjukkan tempat itu!” Aku menunjuk desa tempat tinggal kami, dataran di antara pepo honan alder dan pollard, sekitar satu mil dari gereja.

Pria itu, setelah menatapku sejenak, menjungkirbalikkanku se-hingga isi sakuku berjatuhan. Tidak ada apa-apa di dalamnya selain se  potong roti. Begitu gereja kembali tegak—saking perkasanya dia, se konyong-konyong badanku sudah terbalik sehingga menara ge reja seolah-olah pindah ke bawah kakiku—aku duduk di atas se-bu ah batu nisan tinggi, gemetar, sementara dia menyantap rotiku de  ngan lahap.

“Hei, Bocah,” kata pria itu sambil menjilati bibir, “pipimu tem  bam.”

Pipiku memang tembam walaupun badanku termasuk kecil dan lemah untuk anak seumurku.

“Menggiurkan sekali,” kata pria itu dengan gelengan mengancam, “aku gila kalau tidak ingin memakannya.”

Dengan jujur, kuungkapkan harapanku agar dia tidak memakan pipi ku. Aku berpegangan erat pada batu nisan yang kududuki, se-bagian agar tidak jatuh, dan sebagian untuk menahan tangis.

“Lihat ke sini!” perintah pria itu. “Di mana ibumu?”

“Di situ, Sir!” jawabku.

Dia terhenyak, mundur beberapa langkah, lalu berhenti dan me nengok ke belakang.

“Di situ, Sir!” terbata-bata, aku menjelaskan. “Terbaring Juga Georgiana. Itu ibuku.”

“Oh!” dia kembali. “Dan ayahmukah yang dikubur bersama-nya?”

“Ya, Sir,” jawabku, “dia juga sudah meninggal; mantan jemaat gereja ini.”

“Ha!” gumamnya sambil berpikir. “Jadi, kau tinggal de ngan siapa—kalau aku membiarkanmu hidup walaupun itu be lum ku-putuskan.”

“Kakakku, Sir—Mrs. Joe Gargery—istri Joe Gargery, si Pandai Besi, Sir.”

“Pandai besi, ya?” katanya. Dia menunduk mantap ke kaki nya. Setelah beberapa kali mengalihkan pandangan suramnya antara aku dan kakinya, dia mendekati batu nisan yang kududuki, meme-gang kedua lenganku, dan mendorongku ke belakang sejauh mungkin agar tatapannya kepadaku kian tajam dan tatapanku kepadanya kian ke habisan daya.

“Lihat ke sini,” katanya, “ini masalah hidup dan matimu. Kau tahu kikir?”

“Ya, Sir.”

“Kau juga tahu belati?”

“Ya, Sir.”

Sehabis melontarkan setiap pertanyaan, dia mendorongku se  makin jauh, sehingga aku semakin merasa tidak berdaya dan ter-a n cam bahaya. 

“Ambilkan kikir untukku.” Dia mendorongku. “Dan belati.” Dia mendorongku lebih jauh. “Bawakan keduanya kemari.” Lagi-lagi dia mendorongku. “Kalau kau tak ingin jantung dan hatimu ter  burai.” Dia terus mendorongku.

Aku benar-benar ketakutan dan lemas. Aku berpegangan ke-pa da  nya dengan kedua tanganku dan berkata, “Mohon tegakkan ba  dan  ku dahulu, Sir, agar aku tidak mual, dan mungkin bisa lebih mem  bantu.”

Dia mendadak menjungkirbalikkanku, sehingga gereja seolah-olah melompati ayam jantan penanda angin di atapnya. Kemudian, dia mencengkeram lenganku dan menegakkanku di atas batu nisan sebelum menyampaikan pesan sarat an cam an:

“Besok pagi, berikan kikir dan belati itu kepadaku. Bawa ke dua nya ke Battery tua di sana. Lakukan saja, jangan coba-coba 

menga ta kan atau mengisyaratkan apa pun bahwa kau pernah bertemu de ngan ku atau siapa pun, dan kau akan tetap hidup. Jika tidak, atau ka lau kau membocorkan omonganku kepada orang lain, sesedikit apa pun, hati dan jantungmu akan kucongkel, lalu kupanggang dan ku makan. Ingat, aku tidak sendirian, kalau itu yang kau kira. Aku ber sembunyi de ngan seorang pemuda, dan dia menganggapku Malai kat. Dia mematuhi semua omonganku. Pemuda itu punya rahasia. Dia pernah menculik seorang bocah, lalu memakan jantung dan hati nya. Percuma saja kalau bocah yang sudah diincarnya mencoba ka bur. Bocah itu bisa saja mengunci pintu, lalu berbaring di ranjang, me nutupi badannya dengan selimut, menutupi kepalanya dengan baju, mengira dirinya aman dan nyaman, tapi pemuda itu akan meng endap-endap dan merobek-robek badan si Bocah. Walaupun harus bers   usah pa yah, aku akan menjauhkan pemuda itu darimu untuk saat ini. Meskipun sulit untuk melarangnya mengincar jeroanmu. Nah, ba ga i mana menurutmu?”

Aku berjanji untuk membawakannya kikir dan makanan seadanya, dan menemuinya di Battery pada pagi buta.

“Katakan, Tuhan akan menyambarmu sampai mati kalau kau ber  bohong!” perintahnya.

Aku mematuhinya, dan dia menurunkanku.

...
13.
The Scarlet Letter oleh Nathaniel Hawthorne
Soft Cover, Oktober 2021
Stock tidak tersedia
Hester Prynne hamil dan melahirkan, padahal sudah dua tahun dia terpisah dari suaminya.   Boston heboh. Tak terbayangkan, seorang istri yang harusnya bersikap layak dan terhormat malah melahirkan anak haram. Sebuah aib besar bagi masyarakat Puritan Boston abad ke-17. Penduduk kota menghukumnya dengan mengalungkan huruf A merah besar yang berarti adultery (perzinaan) dan mengadilinya di depan umum. Hidup Hester berakhir sudah. Atau benarkah demikian? Di antara kerumunan, ternyata ...
14.
Wuthering Heights (republish) oleh Emily Bronte
Soft Cover, Agustus 2021
Stock tidak tersedia
WUTHERING HEIGHTS (REPUBLISH) ...
15.
Soft Cover, April 2021 Rp. 98.000 Rp. 78.400 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
“Dia memang punya masa lalu, tetapi saya punya Dilan.” —Ancika Ancika ini, pacarnya Dilan. Mereka saling mengenal setelah Dilan sudah tidak lagi sama Lia. Ya, gitu deh, drama kehidupan namanya juga. Mau bagaimana lagi? Kita ini hanya manusia. Pokoknya, baca aja, deh. Mudah-mudahan menyenangkan. ...
16.
BULAN SABIT DI ATAS EIFFEL oleh Abd Al Malik
Soft Cover, 2021 Rp. 5.750 Rp. 4.600 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier

...
17.
FANTASTEEN.DREAM TRAVELLER oleh Fauzi Maulana Hakim
Soft Cover, 2021
Stock tidak tersedia

...
18.
BUAT APA BERAGAMA oleh Abdillah Toha
Soft Cover, 2020
Stock tidak tersedia
SINOPSIS Buku ini berisi refleksi Abdillah Toha tentang pelbagai isu keislaman, dari soal makna ritual dan ibadah hingga soal sosial-politik umat Islam. Abdillah menekankan pentingnya mempromosikan Islam yang terbuka, inklusif, modern, berkeadaban, dan menebar kasih sayang dan rahmat. Secara lebih khusus, pengarang menyoroti kecenderungan radikalisme dan ekstremisme di kalangan Islam Indonesia pasca-Soeharto, yang menunggangi iklim kebebasan yang dirasakan umat di era Reformasi. ...
19.
Ghost Fleet oleh Peter Warren Singer, August Cole
Soft Cover, Januari 2019
Stock tidak tersedia
“Bacaan Wajib” para pemimpin militer di seluruh dunia Ghost Fleet, sebuah kisah tentang armada hantu dan Perang Dunia Ketiga yang diramalkan akan segera terjadi. Pasukan marinir bertempur dalam dahsyatnya peperangan Pearl Harbor modern; para pilot pesawat tempur berusaha mengalahkan drone-drone antiradar; hingga para peretas remaja yang mencoba saling meretas sistem pertahanan antarnegara. Bahkan, miliarder Silicon Valley pun ikut memobilisasi cyber-war dan seorang pembunuh ...
20.
Lafaz Cinta oleh Sinta Yudisia
Soft Cover, Maret 2018 Rp. 79.000 Rp. 63.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Di bawah langit biru Azura Kota Groningen, Seyla mempercayakan hatinya untuk diobati. Dia ingin menjauh dari Zen yang telah mengkhianati hubungan mereka bertahun-tahun. Semua berjalan mulus selama Seyla menata hatinya di negeri tulip dan kincir angin. Dia menikmati hari-harinya berkuliah, melupakan Zen, dan berkawan dengan orang-orang dari berbagai pandangan. Sampai akhirnya Pangeran Karl van Veldhuizen, putra mahkota Kerajaan Belanda muncul dan mengusik hari-harinya yang damai. Hati ...