Dari balik kandang, seekor ayam petelur yang menamai dirinya sendiri Daun selalu menyaksikan
kehidupan keluarga halaman yang penuh kebahagiaan. Ayam Betina mengerami telur. Bebek-
bebek berbaris menuju bendungan. Anjing Tua yang selalu kalah ketika berebut makanan
dengan Ayam Jantan. Daun ingin berhenti menjadi ayam petelur. Daun ingin keluar, bebas, dan
menjadi ibu; bertelur dan mengeraminya.
Tatkala kesempatan keluar kandang tiba, Daun harus berhadapan dengan penolakan keluarga
halaman dan ancaman Musang lapar yang hendak menerkam. Hidup di luar kandang tidak
semudah yang Daun bayangkan. Namun Daun berhasil menetaskan Jambul Hijau, seekor anak
bebek yang berbeda dengan bebek-bebek di halaman.
The Hen Who Dreamed She Could Fly adalah dongeng indah yang menguatkan tekad untuk
memupuk impian. Sebuah kisah tentang bersikap penuh kasih sayang, keberanian,
pengorbanan, dan tulus mencintai tanpa membeda-bedakan. Begitu diterbitkan, The Hen Who
Dreamed She Could Fly langsung mencuri perhatian pembaca Korea. Berada di daftar buku
terlaris selama sepuluh tahun berturut-turut dan menginspirasi film animasi terpopuler dalam
sejarah Korea.