| Soft Cover, Oktober 2026 | Rp. 150.000 | Rp. 120.000 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
2.
| Soft Cover, Juli 2025 | Rp. 150.000 | Rp. 120.000 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
Laut Bercerita, novel terbaru Leila S. Chudori, bertutur tentang kisah keluarga yang kehilangan, sekumpulan sahabat yang merasakan kekosongan di dada, sekelompok orang yang gemar menyiksa dan lancar berkhianat, sejumlah keluarga yang mencari kejelasan makam anaknya, dan tentang cinta yang tak akan luntur. Profil Penulis: Leila S. Chudori, lahir di Jakarta, adalah alumni Political Science dan Comparative Development Studies, Trent University, Kanada. Wartawan majalah TEMPO dari tahun 1989 sampai ...
3.
| Soft Cover, Desember 2023 | Rp. 130.000 | Rp. 104.000 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
Novel Pulang adalah kisah dua generasi—Dimas Suryo dan putrinya, Lintang Utara—yang bersama-sama menetap di Paris, Prancis. Seperti ribuan warga Indonesia lain yang terjebak di berbagai negara dengan status stateless, keluarga Dimas Suryo tak pernah bisa pulang ke Indonesia karena paspor mereka dicabut dan kehidupan mereka terancam. Pada tahun 1998, Lintang Utara akhirnya berhasil menyentuh tanah air. Dia datang untuk mereka pengalaman keluarga korban Tragedi 1965 sebagai tugas ...
4.
| Soft Cover, September 2023 | Rp. 120.000 | Rp. 96.000 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
Inilah yang kubayangkan detik-detik terakhir Bapak: 18 Mei 1970. Hari gelap. Langit berwarna hitam dengan garis ungu. Bulan bersembunyi di balik ranting pohon randu. Sekumpulan burung nasar bertengger di pagar kawat. Mereka mencium aroma manusia yang nyaris jadi mayat bercampur bau mesiu. Terdengar lolongan anjing berkepanjangan. Empat orang berbaris rapi, masing-masing berdiri dengan senapan yang diarahkan kepada Bapak. Hanya satu senapan berisi peluru mematikan. Selebihnya, peluru karet. Tak ...
5.
| Soft Cover, Agustus 2022 | Rp. 190.000 | Rp. 152.000 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
Buku Laut Bercerita menceritakan terkait perilaku kekejaman dan kebengisan yang dirasakan oleh kelompok aktivis mahasiswa di masa Orde Baru. Tidak hanya itu, novel ini pun merenungkan kembali akan hilangnya tiga belas aktivis, bahkan sampai saat ini belum juga ada yang mendapatkan petunjuknya. Buku ini juga bertutur tentang kisah keluarga yang kehilangan, sekumpulan sahabat yang merasakan kekosongan di dada, sekelompok orang yang gemar menyiksa dan lancar berkhianat, dan sejumlah keluarga yang ...
6.
| Soft Cover, Februari 2018 | Rp. 75.000 | Rp. 60.000 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
“Leila bercerita tentang kejujuran, keyakinan, tekad, prinsip, dan pengorbanan.... Banyak idiom dan metafor baru di samping pandangan falsafi yang terasa baru karena pengungkapan yang baru. Sekalipun bermain dalam khayalan, lukisan-lukisannya sangat kasat mata.”
—H.B. Jassin, pengantar Malam Terakhir edisi pertama
“Dalam cerpen ‘Air Suci Sita’, ditulis di Jakarta 1987, Leila memulai ceritanya dengan kalimat: ‘Tiba-tiba saja malam menabraknya.’ Sebuah kalimat padat yang ...
7.
No Image Available
| Soft Cover, Februari 2017 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
"Leila bercerita tentang kejujuran, Cerpen keyakinan, tekad, prinsip, dan pengorbanan.... Banyak idiom dan metafor baru di samping pandangan falsafi yang terasa baru karena pengungkapan yang baru. Sekalipun bermain dalam khayalan, lukisanlukisannya sangat kasat mata." H.B. Jassin, pengantar Malam Terakhir edisi pertama
"Dalam cerpen 'Air Suci Sita', ditulis di Jakarta 1987, Leila memulai ceritanya dengan kalimat: 'Tiba-tiiba saja malam menabraknya.' Sebuah ...
8.
| Soft Cover, Oktober 2015 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
ONE GLOOMY morning, Nadira Suwandi fi nds her mother
has committed suicide. The death of Nadira’s mother Kemala
Yunus, an expressive, free-thinking woman who always
struggled to fi nd her own self, comes as a shock.
Kemala’s death infl uences Nadira’s life as a girl
(“Sky Painting”), a journalist (“Prayer Beads),
a lover (“Longest Kiss”) and a wife, and brings Nadira into an
exploration of a new world, an untouched world of sexuality
(“Kirana”). In the last two ...
9.
| Soft Cover, Maret 2015 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Di sebuah pagi yang murung, Nadira Suwandi menemukan ibunya
tewas bunuh diri. Kematian sang ibu, Kemala Yunus, seorang perempuan
yang dikenal sangat ekspresif, berpikiran bebas, dan selalu bertarung
mencari diri itu, sungguh mengejutkan.
Tewasnya Kemala kemudian mempengaruhi kehidupan Nadira sebagai
seorang anak (“Melukis Langit”); seorang wartawan (“Tasbih”);
seorang kekasih (“Ciuman Terpanjang”); seorang istri, hingga akhirnya
membawa Nadira kepada sebuah penjelajahan ke ...
11.
No Image Available
| Soft Cover, Desember 2012 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Berisi tiga buku karya-karya Leila S. Chudori yang telah kami terbitkan.
Malam Terakhir
"Leila bercerita tentang kejujuran, keyakinan, tekad, prinsip, dan pengorbanan... Banyak idiom dan metafor baru di samping pandangan falsafi yangterasa baru karena pengungkapan yang baru. Sekalipun bermain dalam khayalan, lukisan-lukisannya sangat kasat mata."
H.B. Jassin, pengantar Malam Terakhir edisi pertama
"Dalam cerpen ‘Air Suci Sita’, ...
12.
No Image Available
| Soft Cover, Oktober 2012 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
"Leila bercerita tentang kejujuran, keyakinan, tekad, prinsip, dan pengorbanan... Banyak idiom dan metafor baru di samping pandangan falsafi yangterasa baru karena pengungkapan yang baru. Sekalipun bermain dalam khayalan, lukisan-lukisannya sangat kasat mata."
H.B. Jassin, pengantar Malam Terakhir edisi pertama
"Dalam cerpen 'Air Suci Sita', ditulis di Jakarta 1987, Leila memulai ceritanya dengan kalimat: 'Tiba-tiba saja malam menabraknya.' ...
13.
No Image Available
| Soft Cover, Oktober 2012 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Paris, Mei 1968.
Ketika revolusi mahasiswa berkecamuk di Paris, Dimas Suryo seorang eksil politik Indonesia bertemu Vivienne Deveraux, seorang mahasiswa Prancis yang ikut demonstrasi melawan pemerintah Prancis. Pada saat yang sama, Dimas menerima kabar dari Jakarta: Hananto Prawiro, sahabatnya, ditangkap tentara dan dinyatakan tewas. Dimas merasa cemas dan gamang. Bersama puluhan wartawan dan seniman lain, dia tak bisa kembali ke Jakarta karena paspornya dicabut oleh pemerintah ...
14.
No Image Available
| Soft Cover | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Paris, Mei 1968.
Ketika revolusi mahasiswa berkecamuk di Paris, Dimas Suryo seorang eksil politik Indonesia bertemu Vivienne Deveraux, seorang mahasiswa Prancis yang ikut demonstrasi melawan pemerintah Prancis. Pada saat yang sama, Dimas menerima kabar dari Jakarta: Hananto Prawiro, sahabatnya, ditangkap tentara dan dinyatakan tewas. Dimas merasa cemas dan gamang. Bersama puluhan wartawan dan seniman lain, dia tak bisa kembali ke Jakarta karena paspornya dicabut oleh pemerintah ...
15.
No Image Available
| Soft Cover | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Malam Terakhir
"Leila bercerita tentang kejujuran, keyakinan, tekad, prinsip, dan pengorbanan... Banyak idiom dan metafor baru di samping pandangan falsafi yangterasa baru karena pengungkapan yang baru. Sekalipun bermain dalam khayalan, lukisan-lukisannya sangat kasat mata."
H.B. Jassin, pengantar Malam Terakhir edisi pertama
"Dalam cerpen 'Air Suci Sita', ditulis di Jakarta 1987, Leila memulai ceritanya dengan kalimat: 'Tiba-tiba saja malam ...




Keranjang


