| Soft Cover, 2022 | Rp. 85.000 | Rp. 68.000 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
2.
| Soft Cover, Oktober 2013 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Akulah sang Amongraga, dan engkaulah keselarasan tembang dalam setiap langkahku. Jangan kau mengira bahwa aku telah pergi meninggalkanmu, karena sesungguhnya aku sedang mengembara di dalam dirimu.
***
Dalam pengembaraannya, Jayengresmi, pangeran Giri Kedaton yang kini telah berganti nama menjadi Amongraga, semakin terasah batinnya dalam menyelami jagat kasunyatan. Dari ujung kulon Jawa, Amongraga ditemani kedua abdinya, Jamal dan Jamil, mengelana hingga ke Padepokan Wanamarta di kaki ...
3.
| Soft Cover, Februari 2013 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Yudhistira kalah bermain judi dadu. Negara Amarta, dirinya, adik-adiknya, bahkan istrinya telah dipertaruhkan di meja judi. Semuanya lenyap, jatuh ke tangan Kurawa. Dan, siapakah yang paling menderita akibat permainan tersebut? Tak lain adalah Drupadi, istri Yudhistira.
Kehormatan Drupadi dilecehkan oleh para Kurawa, terutama Duryudana dan Dursasana, tanpa seorang pun yang sanggup menolongnya. Rambutnya yang tergelung rapi layaknya istri bangsawan dijambak hingga terurai, sementara ...
4.
| Soft Cover, Desember 2012 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
"Demi dirimu, Oh, Ayahku tercinta. Aku rela untuk tidak beristri dan berketurunan. Aku ikhlas tidak akan menikah seumur hidupku di dunia ini, Ayah!"
***
Demikianlah sumpah Dewabrata kepada sang ayah, Prabu Sentanu. Ketika sang ayah hendak memperistri Dewi Setyawati, perempuan itu mengajukan syarat bahwa kelak keturunannyalah yang harus mewarisi tahta Astinapura. Padahal, sang Prabu telah memiliki pewaris, yaitu Dewabrata, anaknya dengan Dewi Gangga. Sebagai wujud rasa sayang ...
5.
| Soft Cover, Juli 2012 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Tokoh Semar dalam pewayangan merupakan seorang yang paling sakti di antara tokoh wayang lainnya. Tak ada tokoh yang dapat mengalahkan Semar sehingga semua menghormatinya. Bahkan, Batara Guru yang menguasai jagat triloka pun tidak lagi memiliki kekuasaan mutlak dalam kedudukan sebagai mahadewa.
Semar tidak memiliki hasrat kekuasaan dan menonjolkan diri terhadap jasa-jasanya. Fungsi dan perannya sebagai pendorong, penolong, perawat, dan perestu jalan kebaikan, kebenaran, dan keadilan. Dia ...
6.
No Image Available
| Soft Cover, Juni 2012 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
“Jika memang sudah menjadi tekad dan takdirmu, sekarang juga berangkatlah Anakku, Bima. Mumpung hari belum pagi. Carilah Tirta Pawitrasari. Air keramat yang telah diperebutkan oleh dewa-dewa pada masa awal purwa carita jagat pewayangan ini.”
***
Bima yang didera kegelisahan tentang hidupnya, kemudian diperintahkan oleh gurunya mencari Tirta Pawitrasari dengan menyelam mengarungi Samudra Selatan yang berombak ganas. Di sana, Bima bertemu dengan Batara Ruci.
Setelah meresapi makna ...




Keranjang


