Pencarian

Kata Kunci
Bentang Pustaka
Penulis
Sujiwo Tejo
Kategori
Buku
Fiksi

Hasil: 1 - 8 dari 8
GRIDLIST
1.
RAHVAYANA I (REPUBLISH 2025) oleh Sujiwo Tejo
Soft Cover, 2025 Rp. 99.000 Rp. 79.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Yang menulis di buku ini belum tentu saya, sebab Rahwana tak mati-mati. Gunung kembar Sondara-Sondari yang mengimpit Rahwana cuma mematikan tubuhnya semata. Jiwa Rahwana terus hidup. Hidupnya menjadi gelembung-gelembung. Siapa pun bisa dihinggapi gelembung itu tak terkecuali saya. Yang menulis di buku ini adalah gelembung-gelembung itu, gelembung Rahwana padaku. Yang menyampaikan buku ini padamu adalah gelembung-gelembung Rahwana pada penerbit, percetakan, distributor, toko buku, dan lain-lain ...
2.
RAHVAYANA 2 (REPUBLISH 2025) oleh Sujiwo Tejo
Soft Cover, 2025 Rp. 119.000 Rp. 95.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Sinta berubah. Namanya jadi Janaki. Janaki pun berubah. Namanya jadi Waidehi. Tapi, Rahwana tetap mencintainya. Rahwana tetap menjunjungnya, menyembahnya. Terhadap titisan Dewi Widowati itu ia tak menyembah nama. Rahwana menyembah Zat melalui caranya sendiri. Persembahannya secara agama cinta .... Hmmm .... Sebuah nama yang ada bukan karena dinamai. Sebuah nama yang ada juga bukan karena menamai dirinya sendiri. Adakah itu? Ada. Rahwana yakin itu ada. Dan ia sangat ...
3.
Rahvayana: Aku Lala Padamu oleh Sujiwo Tejo
Soft Cover, April 2021
Stock tidak tersedia
"Bahwa menikah itu nasib, mencintai itu takdir. Kamu dapat berencana menikah dengan siapa, tapi tak bisa kamu rencanakan cintamu untuk siapa... Bahwa yang membekas dari lilin itu bukan lelehnya, melainkan wajahmu sebelum gelap..." -Aku (Rahwana). Yang menulis di buku ini belum tentu saya, sebab Rahwana tak mati-mati. Gunung kembar Sondara-Sondari yang menghimpit Rahwana cuma mematikan tubuhnya semata. Jiwa Rahwana terus hidup. Hidupnya menjadi gelembung-gelembung alias jisim. Siapa pun bisa ...
4.
Talijiwo oleh Sujiwo Tejo
Soft Cover, Januari 2018 Rp. 64.000 Rp. 51.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Sudah berapa lama kau terjebak dengan beragam kesibukan yang tak habis-habis itu? Berhentilah berbusa-busa tentang kemerdekaan bila ternyata kau sendiri tak punya waktu luang. Padahal, hanya di dalam waktu luang manusia bisa berpikir dan merenung tentang bagaimana seyogianya mengisi kemerdekaan hidup. ...
5.
Rahvayana: Aku Lala Padamu oleh Sujiwo Tejo
Soft Cover, Agustus 2017
Stock tidak tersedia
''Dalam Rahvayana, cinta itu indah, bergairah, walau kadang berdarah. Terutama ketika jatuh cinta, atau dijatuhi. Menyenangkan, karena cinta menjadi pemenang: baik bagi Sinta, Rahwana, atau pembaca." —Arswendo Atmowiloto, penulis ''Nakal dan jenaka—khas sang dalang edan Sujiwo Tejo. Membaca novel ini seperti dibawa bertualang di antara dua dunia, ketika tokoh pewayangan hidup di dunia modern. Satu hal yang terlintas di benak, ah, betapa beruntungnya menjadi Sinta ...
6.
Rahvayana: Ada yang Tiada oleh Sujiwo Tejo
Soft Cover, Agustus 2017
Stock tidak tersedia
Sinta berubah. Namanya jadi Janaki. Janaki pun berubah. Namanya jadi Waidehi. Tapi, Rahwana tetap mencintainya. Rahwana tetapmenjunjungnya, menyembahnya.   Terhadap titisan Dewi Widowati itu ia tak menyembah nama. Rahwana menyembah Zat melalui caranya sendiri. Persembahannya secara agama cinta ....   Hmmm .... Uhmmm ...   Sebuah nama yang ada bukan karena dinamai. Sebuah nama yang ada juga bukan karena menamai dirinya sendiri. Adakah itu? Ada. Rahwana yakin itu ada. ...
7.
No Image Available
Balada Gathak-Gathuk (Non TTD)
Lorong Waktu Centhini
oleh Sujiwo Tejo
Soft Cover, April 2016
Stock tidak tersedia
Gathak dan Gathuk kelimpungan. Tanah Air mereka, Giri, telah tumpas diganyang Mataram. Bahkan junjungan mereka pun, Raden Jayengresmi—keturunan Sunan Giri Perapen—pergi entah ke mana. Gathak dan Gathuk galau. Mereka tak tahu harus mulai mencari dari mana. Tiba-tiba, Petruk terbang di atas sekerat tempe dan tahu untuk memberi petunjuk. Mereka harus berjalan ke barat. Perjalanan mereka rupanya penuh warna. Bahkan, sempat-sempatnya diundang masuk studio televisi untuk syuting ...
8.
Balada Gathak-Gathuk (TTD)
Lorong Waktu Centhini
oleh Sujiwo Tejo
Gathak dan Gathuk kelimpungan. Tanah Air mereka, Giri, telah tumpas diganyang Mataram. Bahkan junjungan mereka pun, Raden Jayengresmi-keturunan Sunan Giri Perapen-pergi entah ke mana. Gathak dan Gathuk galau. Mereka tak tahu harus mulai mencari dari mana. Tiba-tiba, Petruk datang di atas sekerat tempe dan tahu untuk memberi petunjuk. Mereka harus berjalan ke barat. Perjalanan mereka rupanya penuh warna. Bahkan, sempat-sempatnya diundang masuk studio televisi untuk syuting acara talkshow yang ...