normal
No Image Available
20%
OFF
Tambah ke Keranjang Belanja
Atau
Tambah ke Daftar Keinginan

Adat Istiadat Orang Rembong di Flores Barat
oleh Roger Tol

Harga Resmi : Rp. 35.000
Harga : Rp. 28.000 (20% OFF)

Ketersediaan : Stock di Gudang Supplier

Format :
ISBN13 : 979461257X
Tanggal Terbit : 1997
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Yayasan Obor
Dimensi : 210 mm x 140 mm



Deskripsi:
Kerja sama antara Ignatius Egi Dadu, seorang Rembong asli, Flores, dan linguis terkenal Pater Dr Jillis A, J. Verheijen, Ruteng, Flores, menghasilkaan dua puluh tujuh teks dalam bahasa Rembong dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia yang disajikan dalam buku ini. Ignatius Egi Dadu menuturkan cerita-cerita asli Rembong kepada Pater Dr Jillis, yang merekam dan menyalinnya ke dalam bentuk tulisan, pada tahun 1976 di Riung, Kabupaten Ngadha, Flores Barat. Terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia dikerjakan oleh Ignatius Egi Dadu pada tahun 1986. Bahasa Rembong, yang berbeda sekali dari bahasa Manggarai dan Ngadha, ditemukan oleh Pater Dr Jillis ketika beliau sedang meneliti dialek-dialek bahasa di Manggarai Timur dan Riung, Flores Jumlah penutur bahasa Rembong sekitar 10.000 orang. Kumpulan teks ini isinya menarik dan penting. Semua cerita sangat erat berkait dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Rembong. Adat memainkan peranan yang sangat penting dalam pertanian, khususnya pertanian jagung dan padi. Hampir separuh dari ceritanya berkisar tentang adat dan upacara pertanian. Banyak pula cerita tentang bencana kelaparan. Ini dapat dipahami, karena wilayang yang dihuni orang Rembong di bagian timur laut daerah Manggarai itu termasuk daerah yang paling sering ditimpa bencana kelaparan. Selain itu, kita temukan cerita tentang bertenun, sejarah local, perburuan, pengobatan tradisional, perkawinan, aspek social, mite asal, pepatah dan teka-teki. Buku ini sangat berguna tidak saja bagi peneliti kebudayaan dan bahasa khususnya dan peneliti bidang ilmu-ilmu social umumnya, tetapi juga bagi para pengambil keputusan dalam dunia usaha dan bidang pemerintahan yang harus memperhitungkan kebudayaan setempat agar kebijaksanaan yang mereka ambil dalam bidang masing-masing tidak merugikan kepentingan penduduk setempat. ​

Kategori dan Rangking Bestseller:

Review Konsumen:
5 -
4 -
3 -
2 -
1 -
Jadilah yang Pertama untuk Review
Tulis Review Anda
Tulis Review Anda