Pencarian

Format
Soft Cover
Kategori
Buku
Fiksi
Lainnya

Hasil: 101 - 120 dari 318
GRIDLIST
101.
Kincir Waktu 1 oleh Akmal Nasery Basral
Soft Cover, Mei 2022 Rp. 97.000 Rp. 77.600 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
  Wikan Larasati, jurnalis majalah berita Dimensi, mendapat undangan liputan ke New York City. Sejak menjejakkan kaki di Negeri Paman Sam, ia menyaksikan beragam keanehan terkait peristiwa kontroversial di Indonesia jelang Reformasi Mei 1998. Sang pengundang pun tewas dalam satu insiden mengejutkan tepat di depan matanya.  Wikan terperangkap semakin jauh dalam jejaring konspirasi yang melibatkan pengusaha terkemuka, struktur oligarki, politisi ambisius, dan petinggi militer ahli strategi ...
102.
Jangan Lepaskan Islam walau Sedetik!! oleh Masykhuril Khamias
Soft Cover, Mei 2022 Rp. 65.000 Rp. 52.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
  Jangan lepaskan Islam, walau sedetik. Inilah ikrar dan tekad yang wajib ada dalam diri setiap kita. Satu ikrar dan tekad untuk menjalani kehidupan sejalan dengan tujuan kita diciptakan (QS adz-Dzariyat [51]: 56) dan berusaha agar semua aktivitas hidup yang kita jalani tidak lari dari status kita sebagai hamba Allah Swt. (QS al-An’am [6]: 162-163). Inilah jalan hidup yang seharusnya kita pilih dan terus berusaha untuk selalu ada di dalamnya. Kita memiliki siklus hidup yang sama. Dimulai ...
103.
Jane oleh Rachel Givney
Soft Cover, Mei 2022 Rp. 125.000 Rp. 100.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
  Dalam novel Jane in Love ini, Rachel Givney menciptakan ulang sosok Jane Austen dengan bumbu romance dan fantasy.  Dikisahkan, Jane Austen yang hidup tahun 1800-an, di mana wanita lajang yang berprofesi sebagai penulis dianggap sangat tidak membanggakan.  Dan di masa itu masih dianggap tidak lazim bila ada wanita yang berkarir atau berpenghasilan. Sayangnya, Jane yang mencintai dunia kepenulisan hidup di masa itu, dan ia belum menemukan cinta sejatinya.  Suatu hari, Jane ...
104.
Soft Cover, Maret 2022 Rp. 90.000 Rp. 72.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
HAMKA (Haji Abdul Malik Karim Amrullah) yang berkibar namanya sebagai pujangga seiring terbitnya roman Tenggelamnya Kapal van der Wijck, bertemu dengan Bung Karno untuk pertama kali di Bengkulu, 1938, atas ide Abdul Karim Oei Tjeng Hien. Namun kedatangan Jepang tak lama kemudian membuat posisi HAMKA di Medan menjadi kontroversial di mata umat akibat kedekatannya dengan penguasa militer. Di awal era 50-an, HAMKA membawa keluarganya pindah ke Jakarta. Di kota ini, selain menjadi motor ...
105.
RINGKASAN IHYÂ' 'ULÛMIDDÎN oleh Al-Habib Umar bin Hafizh
Soft Cover, Maret 2022 Rp. 115.000 Rp. 92.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
“Sesungguhnya Allah mempunyai bejana-bejana di bumi, yaitu hati. Dan, yang paling Dia sukai adalah hati yang paling lembut, jernih, dan kukuh; yaitu yang paling kukuh dalam agamanya, paling jernih dalam keyakinannya, dan paling lembut kepada saudaranya sesama Muslim.” --Ali bin Abi Thalib r.a. Sinopsis Rasulullah pernah bersabda, “Ingatlah bahwa dalam jasad ada segumpal daging. Jika ia baik maka baik pulalah seluruh jasadnya; Jika ia rusak maka rusak pulalah seluruh ...
106.
NORTHANGER ABBEY oleh Jane Austen
Soft Cover, 2022 Rp. 79.000 Rp. 63.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Catherine selalu mengkhayalkan petualangan romantis seperti novel-novel yang dibacanya. Pesta dansa di Bath mendekatkannya kepada impian tersebut. Dua pria menghampirinya: John Thorpe, yang punya jutaan cerita untuk dibagi dan amat memuja kecantikan Catherine; dan Henry Tilney, yang misterius, tetapi hangat dan selalu bisa diandalkan. Saat diundang untuk menginap beberapa hari di rumah keluarga Tilney, Northanger Abbey yang tersohor, Catherine menemukan petualangan baru: penyelidikan atas ...
107.
KOMIK NEXT G VOL. 506: KARENA RESTU IBU oleh Aurell Beatrice Edward Pangau
Soft Cover, 2022
Stock tidak tersedia
Seminggu lagi, Aisyah akan ikut lomba nasyid di sekolah. Berbagai persiapan sudah Aisyah lakukan. Sayangnya, mendekati hari-H, Aisyah sakit dan suaranya jadi serak. Aisyah panik karena takut tidak bisa ikut lomba. Beruntung, ada ibu yang selalu memberinya semangat juga restu. Berhasilkah Aisyah mengikuti lombanya? ...
108.
Soft Cover, 2022 Rp. 79.000 Rp. 63.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Latif pergi ke pasar bersama Ayah untuk berbelanja. Latif bersyukur karena mereka sampai di pasar dengan selamat. Sayang, ternyata kue serabi kesukaan Latif habis terjual. Apakah Latif tetap bersyukur dan berterima kasih kepada Allah Swt.?                            ...
109.
EVERLESS oleh Sara Holland
Soft Cover, 2022 Rp. 124.000 Rp. 99.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Ini zaman ketika darah menjadi alat pembayaran. Semakin banyak kau menginginkan sesuatu, semakin singkat rentang hidupmu. Everless memperkenalkan kita kepada lahan mistis di mana darah adalah waktu dan waktu adalah uang.  Aku mendapati bahwa konsep ini sangat menarik. Prolognya penuh intrik dan langsung menjerat pembaca. Ini adalah novel debut Sara Holland yang cukup bersinar. Pembaca tidak perlu membaca cukup jauh untuk ditarik ke dalam plot dan pusat aksinya. Jules, sang ...
110.
Soft Cover, 2022
Stock tidak tersedia
“Sudahkah kau menemukan Tuhanmu?” Terpaku oleh pertanyaan seorang suster ketika dirinya terbaring lemah di rumah sakit membuat hari-hari Weiner penuh dengan kegelisahan. Ditambah lagi, Sonya, anak perempuannya yang berusia lima tahun, sudah mulai bertanya-tanya tentang Tuhan. Semua itu memaksa Weiner untuk segera melakukan pencarian Tuhan. Weiner memutuskan untuk mengeksplorasi delapan aliran kepercayaan yang telah diseleksinya dengan ketat. Dia melakukan tarian berputar bersama para Sufi ...
111.
Soft Cover, 2022 Rp. 129.000 Rp. 103.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
  Apakah orang Swiss lebih bahagia karena negara mereka paling demokratis di dunia? Apakah penduduk Qatar, yang bergelimang dolar dari minyak mereka, menemukan kebahagiaan di tengah semua kekayaan itu? Apakah Raja Bhutan seorang pengkhayal karena memakai indikator kebahagiaan rakyat yang disebut Gross National Happiness sebagai prioritas nasional? Mengapa penduduk Asheville, Carolina Utara, sangat bahagia? Mengapa warga Islandia, yang negaranya bersuhu sangat dingin dan jauh dari ...
112.
Soft Cover, 2022 Rp. 79.000 Rp. 63.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
“Harus ini, wajib itu!” Ajaran dan aturan dalam Islam mungkin dirasa memberatkan dan memaksa bagi sebagian Muslim. Padahal, Islam sejatinya adalah agama kemanusiaan yang welas asih, bukan paksaan, apalagi kekerasan. Semua hal diatur sesuai konteks, sehingga sangat memungkinkan untuk diejawantahkan pada kehidupan sehari-hari berbagai zaman. Buku ini memuat penafsiran dan pemaknaan ajaran Islam yang penuh pesan cinta dengan tujuan membentuk pribadi Muslim yang damai dan bahagia. ...
113.
ANOTHER GOODBYE oleh Alya Ranti Azzahrah
Soft Cover, 2022 Rp. 79.000 Rp. 63.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
“Emang bener, ya, yang setia bakalan kalah sama yang selalu ada?” Tidak biasanya, Revo mengabaikan pesan Alea. Ucapan selamat ulang tahun dari Alea untuk Revo tidak berbalas. Revo seolah-olah menjauh setelah kuliah di Inggris. Alea tidak habis pikir, kesalahan apa yang sudah dia perbuat? Semua memori manis telah mereka torehkan di masa SMA. Revo ada pada saat-saat terpuruk Alea, dan berjanji tak pernah meninggalkannya. Alea menerima menjalani hubungan jarak jauh demi cita-cita Revo kuliah ...
114.
SWEET POSSESSIVE BOYFRIEND oleh Dewi Serayu (data ini jangan dipake lagi, pake yang dewi woro serayu)
Soft Cover, 2022 Rp. 89.000 Rp. 71.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Sejauh mana seseorang mampu mempertahankan cinta, jika orang yang dicintainya membahayakan dirinya? Setelah tiga tahun berhubungan dengan Raga, Siska jadi ragu dengan sisi gelap Raga. Sayangnya, Siska terbuai dengan hal-hal manis yang dilakukan Raga untuknya dan ujung-ujungnya memaafkan sikap-sikap Raga yang temperamental. Belum lagi, Raga telah menyelamatkan Siska dari perundungan selama SMP. Raga juga membuktikan cintanya kepada Siska, dengan tidak tergoda pada Luccy, murid baru yang ...
115.
FEMME FATALE: RAYA AND THE BOYS oleh Zaimatul Hurriyyah
Soft Cover, 2022 Rp. 89.000 Rp. 71.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
FEMME FATALE: RAYA AND THE BOYS ...
116.
Soft Cover, 2022 Rp. 99.000 Rp. 79.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Favorite Classisc Romance “Semakin luas kulihat dunia, semakin aku yakin tak ada pria yang bisa sungguh-sungguh kucintai.” Elinor dan Marianne Dashwood, dua saudari dengan kepribadian bertolak belakang. Elinor, sang kakak, mengutamakan akal sehat, sementara Marianne mementingkan perasaan. Walau demikian, keduanya sama-sama ingin menemukan cinta sejati dan menikah untuk membahagiakan ibu mereka. Namun, pada masa banyak orang lebih mementingkan status dan harta daripada cinta ...
117.
Soft Cover, 2022 Rp. 129.000 Rp. 103.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier

Sebagai bocah yatim piatu yang tinggal bersama kakak perempuan dan suaminya, Pip tidak pernah memiliki harapan. Namun ketika dia mulai mengunjungi seorang wanita tua kaya raya, Miss Havisham, dan keponakan angkatnya, Estella, mulailah Pip mengharapkan kehidupan yang lebih baik. Kemudian Pip mewarisi sejumlah besar uang dari seseorang misterius, dan dia pun pindah ke London untuk belajar menjadi pria terhormat.

Charles Dickens, salah satu penulis yang paling dicintai dalam Sastra Inggris, telah menikmati kemasyhuran selama hidupnya. Selain dikenal lewat novel-novelnya, Dickens juga bekerja sebagai jurnalis serta menulis esai dan drama. Karya-karya Dickens dipuji karena mempunyai daya tarik bagi semua kalangan. Lewat potretnya terhadap tokoh utama yang tak terlupakan dan mengundang simpati, tokoh antagonis yang menyeramkan, serta karakter-karakter jenaka, dia mengomentari sisi baik dan buruk manusia dalam masyarakat.

 

Great Expectations adalah kisah yang fantastis dan kita dapat becermin di dalamnya.”

-The New Yorker

 

“Salah satu novel paling brilian yang pernah ditulis.”

-Jenny Hartley, Pengarang dan Profesor Sastra Inggris

di Roehampton University

 

BAB 1

Nama keluarga ayahku Pirrip, dan nama baptisku Philip, tetapi yang bisa diucapkan secara singkat dan jelas oleh lidah bayiku adalah Pip. Maka, aku menyebut diriku Pip dan semua orang pun me manggilku Pip. Aku mengetahui bahwa Pirrip adalah nama keluarga ayahku, selain dari batu nisannya, juga dari kakakku, Mrs. Joe Gargery, yang menikah dengan pandai besi. Aku tidak pernah berjumpa dengan ayah atau ibuku dan tidak mengetahui wujud mereka (karena mereka hidup lama sebelum foto ditemukan), bayangan pertamaku mengenai sosok orangtuaku mau tidak mau kuperoleh dari batu nisan mereka. Bentuk abjad di batu nisan ayahku memberiku gagasan aneh bah wa dia berbadan tegap, kekar, berkulit gelap, dan berambut ikal hi tam. Dari lekak-lekuk tulisan, “Terbaring Juga, Georgiana, Istri Pria di Atas,” otak kanak-kanakku menyimpulkan bah wa ibuku sakit-sakitan dan wa jah nya berbintik-bintik. Untuk lima batu nisan belah ketupat kecil, masing-masing setinggi sekitar setengah meter, yang berderet r a pi di samping makam orangtuaku dan menyimpan kenangan sa kral k elima adik lelakiku—yang menyerah pada tahap sangat dini da lam perjuangan menghadapi kehidupan—aku yakin seyakin-yakin nya bah wa mereka semua terlahir dalam posisi berbaring dan mengan-tongi tangan, tanpa pernah mengeluarkannya di dunia ini.

Kami tinggal di desa berawa dekat sungai, sekitar dua pu luh mil dari laut. Ingatan terjelas pertamaku mengenai iden titas sepertinya ku dapatkan pada suatu sore yang berkesan. Ketika itulah aku tahu bahwa tempat sunyi yang dipenuhi paku-pakuan ini adalah ku bur an gereja; dan bahwa Philip Pirrip, mantan jemaat gereja ini, juga Geor-giana istrinya, su dah meninggal dan dikubur; dan bahwa Alexander, Bartho  lomew, Abraham, Tobias, dan Roger, bayi mereka, juga sudah me ninggal dan dikubur; dan bahwa dataran liar dan gelap di dekat ku buran, yang hanya dipisahkan oleh tanggul, gundukan-gunduk an tanah, dan gerbang, dan sesekali dikun jungi hewan ternak, adalah rawa; dan bahwa garis kelabu di bawa hnya adalah sungai; dan bahwa sarang makhluk ganas di ke jauhan, tempat angin berasal, adalah laut; dan bah wa bun tal an kecil yang gemetar dan takut pada semuanya, lalu mu lai menangis, adalah Pip.

“Jangan berisik!” seru suara parau milik pria yang men dadak ber diri di tengah kuburan di dekat teras gereja. “Diam, Iblis Kecil, atau kugorok lehermu!”

Tampaklah seorang pria garang berpakaian abu-abu kumal dengan belenggu besi besar di kakinya. Dia tidak bertopi, sepatunya jebol, dan kain kumal membungkus kepalanya. Pria itu basah kuyup, berlepotan lumpur, kakinya luka akibat menginjak-injak batu, dan tubuhnya lecet-lecet akibat belenggu besi, duri, dan semak-semak gatal; dia pincang, ge   metar, memelotot, dan menggeram; dan giginya ber  gemeletuk saat dia menyambar daguku.

“Oh! Jangan gorok leherku, Sir,” aku memohon dengan ngeri. “Tolong, jangan lakukan itu, Sir.”

“Sebutkan namamu!” ujarnya. “Cepat!”

“Pip, Sir.”

“Sekali lagi,” pria itu memelototiku. “Yang keras!”

“Pip. Pip, Sir.”

“Tunjukkan rumahmu,” katanya. “Tunjukkan tempat itu!” Aku menunjuk desa tempat tinggal kami, dataran di antara pepo honan alder dan pollard, sekitar satu mil dari gereja.

Pria itu, setelah menatapku sejenak, menjungkirbalikkanku se-hingga isi sakuku berjatuhan. Tidak ada apa-apa di dalamnya selain se  potong roti. Begitu gereja kembali tegak—saking perkasanya dia, se konyong-konyong badanku sudah terbalik sehingga menara ge reja seolah-olah pindah ke bawah kakiku—aku duduk di atas se-bu ah batu nisan tinggi, gemetar, sementara dia menyantap rotiku de  ngan lahap.

“Hei, Bocah,” kata pria itu sambil menjilati bibir, “pipimu tem  bam.”

Pipiku memang tembam walaupun badanku termasuk kecil dan lemah untuk anak seumurku.

“Menggiurkan sekali,” kata pria itu dengan gelengan mengancam, “aku gila kalau tidak ingin memakannya.”

Dengan jujur, kuungkapkan harapanku agar dia tidak memakan pipi ku. Aku berpegangan erat pada batu nisan yang kududuki, se-bagian agar tidak jatuh, dan sebagian untuk menahan tangis.

“Lihat ke sini!” perintah pria itu. “Di mana ibumu?”

“Di situ, Sir!” jawabku.

Dia terhenyak, mundur beberapa langkah, lalu berhenti dan me nengok ke belakang.

“Di situ, Sir!” terbata-bata, aku menjelaskan. “Terbaring Juga Georgiana. Itu ibuku.”

“Oh!” dia kembali. “Dan ayahmukah yang dikubur bersama-nya?”

“Ya, Sir,” jawabku, “dia juga sudah meninggal; mantan jemaat gereja ini.”

“Ha!” gumamnya sambil berpikir. “Jadi, kau tinggal de ngan siapa—kalau aku membiarkanmu hidup walaupun itu be lum ku-putuskan.”

“Kakakku, Sir—Mrs. Joe Gargery—istri Joe Gargery, si Pandai Besi, Sir.”

“Pandai besi, ya?” katanya. Dia menunduk mantap ke kaki nya. Setelah beberapa kali mengalihkan pandangan suramnya antara aku dan kakinya, dia mendekati batu nisan yang kududuki, meme-gang kedua lenganku, dan mendorongku ke belakang sejauh mungkin agar tatapannya kepadaku kian tajam dan tatapanku kepadanya kian ke habisan daya.

“Lihat ke sini,” katanya, “ini masalah hidup dan matimu. Kau tahu kikir?”

“Ya, Sir.”

“Kau juga tahu belati?”

“Ya, Sir.”

Sehabis melontarkan setiap pertanyaan, dia mendorongku se  makin jauh, sehingga aku semakin merasa tidak berdaya dan ter-a n cam bahaya. 

“Ambilkan kikir untukku.” Dia mendorongku. “Dan belati.” Dia mendorongku lebih jauh. “Bawakan keduanya kemari.” Lagi-lagi dia mendorongku. “Kalau kau tak ingin jantung dan hatimu ter  burai.” Dia terus mendorongku.

Aku benar-benar ketakutan dan lemas. Aku berpegangan ke-pa da  nya dengan kedua tanganku dan berkata, “Mohon tegakkan ba  dan  ku dahulu, Sir, agar aku tidak mual, dan mungkin bisa lebih mem  bantu.”

Dia mendadak menjungkirbalikkanku, sehingga gereja seolah-olah melompati ayam jantan penanda angin di atapnya. Kemudian, dia mencengkeram lenganku dan menegakkanku di atas batu nisan sebelum menyampaikan pesan sarat an cam an:

“Besok pagi, berikan kikir dan belati itu kepadaku. Bawa ke dua nya ke Battery tua di sana. Lakukan saja, jangan coba-coba 

menga ta kan atau mengisyaratkan apa pun bahwa kau pernah bertemu de ngan ku atau siapa pun, dan kau akan tetap hidup. Jika tidak, atau ka lau kau membocorkan omonganku kepada orang lain, sesedikit apa pun, hati dan jantungmu akan kucongkel, lalu kupanggang dan ku makan. Ingat, aku tidak sendirian, kalau itu yang kau kira. Aku ber sembunyi de ngan seorang pemuda, dan dia menganggapku Malai kat. Dia mematuhi semua omonganku. Pemuda itu punya rahasia. Dia pernah menculik seorang bocah, lalu memakan jantung dan hati nya. Percuma saja kalau bocah yang sudah diincarnya mencoba ka bur. Bocah itu bisa saja mengunci pintu, lalu berbaring di ranjang, me nutupi badannya dengan selimut, menutupi kepalanya dengan baju, mengira dirinya aman dan nyaman, tapi pemuda itu akan meng endap-endap dan merobek-robek badan si Bocah. Walaupun harus bers   usah pa yah, aku akan menjauhkan pemuda itu darimu untuk saat ini. Meskipun sulit untuk melarangnya mengincar jeroanmu. Nah, ba ga i mana menurutmu?”

Aku berjanji untuk membawakannya kikir dan makanan seadanya, dan menemuinya di Battery pada pagi buta.

“Katakan, Tuhan akan menyambarmu sampai mati kalau kau ber  bohong!” perintahnya.

Aku mematuhinya, dan dia menurunkanku.

...
118.
THE TEASHOP GIRLS oleh Laura Schaefer
Soft Cover, 2022
Stock tidak tersedia

...
119.
Soft Cover, 2022 Rp. 129.000 Rp. 103.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
"Tak peduli apa yang menimpa, kita punya pilihan Kita memilih para kita memandang hidup. Kita memillh seperti apa kita ingin hidup-apa yang kita suka, apa yang tidak, dan hanya kitalah yang bisa memutuskan." Aru galau, Bukan karena piama Spider-Man-nya rusak dan dia harusmenggantinya dengan piama Iron Man. Juga bukan karena Aldenmasih tidak menunjukkan tanda-tanda ketertarikan terhadapnya. Permasalahannya jauh lebih pelik: Aru tidak tahu apakah diamemihak kubu yang tepat dalam ...
120.
FALLEN GLADLY oleh Desty Permata Sari (Despersa)
Soft Cover, 2022 Rp. 79.000 Rp. 63.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
HIM Ada yang patah di dalam, tapi terlihat tanpa cela dari luar. Dan, ketika Leta mendekat seolah berharap bisa menyembuhkan meski telah berkali-kali didorong menjauh, salahkah kalau gue melakukan segala cara supaya dia bisa lihat bahwa gue jauh dari sosok sempurna dalam bayangan dia? Bahwa hati gue udah dibawa seseorang dan yang tersisa kini hanya lubang hampa yang menganga? Rencana itu awalnya lancar-lancar saja, sampai gue sadar ada yang perlahan berubah. Dalam cara gue ngelihat dia. ...