| Soft Cover, Juni 2015 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
61.
No Image Available
62.
| Soft Cover, Mei 2015 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Indonesia WOW!!!
Untuk Indonesia yang sedang melakukan transformasi diri dalam menghadapi MEA. MarkPlus WOW!!!
Untuk MarkPlus yang telah menjadi The Biggest Integrating Marketing Solution di ASEAN.
We’re WOW!!!
Untuk kita yang memiliki kesempatan besar agar semakin produktif dan kreatif di era keterbukaan ini.
...
63.
No Image Available
| Soft Cover, Mei 2015 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Bermula dari perusahaan satu orang, kini MarkPlus telah menjelma menjadi “The Biggest Marketing Solution” di ASEAN. Bermula dari satu kantor di Surabaya, kini MarkPlus hadir di 18 kota besar Indonesia dari Banda Aceh hingga Jayapura. Bermula sebagai pionir pemasaran di Indonesia, kini MarkPlus turut berkontribusi mengembangkan konsep pemasaran dunia. Tetapi kami tidak berpuas diri,
kini dan di masa datang kami akan terus memperbaiki diri. Setelah 25 tahun perjalanan, kini kami ...
64.
| Soft Cover, Mei 2015 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Badan Keamanan Laut (Bakamla), sebagai realisasi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan, khususnya Bab IX, mengedepankan tiga hal utama, yaitu patroli keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia bersifat “One for All”, proses penegakan hukum di laut yang tuntas, dan penyelenggaraan Sistem Peringatan Dini keamanan dan keselamatan laut.
Sistem Peringatan Dini sangat diperlukan untuk memantau perairan Indonesia secara ...
65.
No Image Available
| Soft Cover, Februari 2015 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Sebagai anak dari keluarga Muhammadiyah yang aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Prof. dr. Sam Soeharto Sp.MK berada di posisi terdepan pengganyangan Partai Komunis Indonesia (PKI). Apalagi posisi dia sebagai Ketua Presidium Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) Surabaya dan Ketua Dewan Mahasiswa Unair.
Sam berandil dalam membangun Orde Baru. Tapi, sampai dengan sekitar 20 tahun Orde Baru, dia memilih tetap berada di luar struktur. Ia berada ...
66.
| Soft Cover, Desember 2014 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Tidak ada tokoh yang menjadi bahan perbincangan yang melebihi Jokowi dalam beberapa waktu terakhir ini. Hampir setiap hari media massa mainstream menampilkan berita mengenai aktivitas Presiden RI 2014–2019 ini. Media sosial juga tak jarang menempatkannya sebagai trending topic. Buku yang mengupas sosok Jokowi juga tak kalah banyak.
Pertanyaannya, kenapa Jokowi bisa menjadi begitu disayang media (media darling)?
Tidak dapat dimungkiri lagi, Jokowi begitu populer di kalangan media ...
67.
No Image Available
| Soft Cover, November 2014 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
FUN FOR ALL, ALL FOR FUN
Pembubaran BP Migas 13 November 2012 adalah master of mistery. Karut-marut dunia migas hingga sekarang ini seakan-akan mengonfirmasi adagium plesetan fun for all, all for fun. Tetapi, itulah sejarah kelam yang harus diterima oleh bangsa dan negara Indonesia yang tercinta ini. Kita semua harus menerima semua ini sebagai bagian dari sejarah panjang perjalanan dunia migas Indonesia, tanpa harus mengambinghitamkan siapa pun.
INDONESIA RAYA
Dalam lagu Indonesia Raya ...
68.
No Image Available
| Soft Cover, November 2014 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Transfer kekuasaan dalam demokrasi representatif cenderung lebih memusatkan kepentingan elite atau kelompok tertentu sebagai akibat pelemahan rakyat yang menginginkan demokrasi sejati. People power (kekuatan rakyat) dipagari oleh hal-hal yang bersifat prosedural dan simbolis.
Dominasi elite telah mencaplok hak politik rakyat. Mekanisme itu didobrak oleh people power saat Pilpres 2014 yang mendudukkan Jokowi sebagai Presiden.
People power ini tidak boleh berhenti karena elite koruptor dan ...
69.
| Soft Cover, November 2014 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
...Karena percuma kekayaan alam yang besar jika tidak dibarengi dengan produktivitas, serta daya saing bagi SDM yang ada di dalamnya. Tanpa revolusi mental, tanpa budaya kerja yang sudah tertanam sejak kecil, saya kira sulit juga untuk membangun sebuah daya saing dan produktivitas...”
Joko Widodo ...
70.
No Image Available
| Soft Cover, Oktober 2014 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
SELAMA ini telah banyak studi tentang masyarakat-yang-dikalahkan atau masyarakat-yang-dibisukan oleh sejarah. Meski demikian tak banyak kajian yang menjelaskan bagaimana masyarakat-yang-dika lah kan itu bangkit melawan, menafsir ulang sejarah yang ditulis oleh kelompok dominan, dan berhasil menegosiasikan posisi sosial mereka yang baru.
Melawan Stereotip merupakan kajian etnografis yang mengkaji bagaimana kalangan atas masyarakat Buton mereproduksi stereotip orang Katobengke sebagai ...
71.
No Image Available
| Soft Cover, Oktober 2014 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
“ ....... Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan Kemerdekaan, Perdamaian Abadi dan Keadilan Sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia.....” (Alinea Keempat Pembukaan UUD 1945)
Benar, siapakah orang Indonesia yang tidak hidup ...
72.
No Image Available
| Soft Cover, Oktober 2014 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Pemilu Presiden 2014 menampilkan fenomena yang berbeda dalam sejarah politik Indonesia. Partisipasi publik terhadap kandidat presiden dan wakil presiden yang maju dalam Pilpres muncul begitu massif.
Menyebut diri sebagai relawan, individu maupun komunitas yang bergerak dalam Pilpres 2014 lebih termotivasi untuk melihat Indonesia lebih baik. Kemunculan mereka terjadi persis saat kepercayaan publik kepada kinerja partai politik nyaris runtuh.
Beberapa komunitas relawan memang ada yang ...
73.
No Image Available
| Soft Cover, Oktober 2014 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Kumpulan artikel yang ditulis oleh Gatot Irianto ini mengulas berbagai permasalahan yang dihadapi sektor pertanian Indonesia. Tetapi bukan hanya itu, untuk setiap masalah penulis juga memberikan solusi. Lewat pengambilan kebijakan yang tepat, kerja sama petani, perbaikan prasarana dan sarana pertanian, serta dukungan seluruh warna negara, artikel-artikel ini menunjukkan bahwa mimpi akan Indonesia yang berdaulat pangan mungkin diwujudkan.
“Membaca buku ini seperti melihat kilas balik ...
74.
| Soft Cover, Oktober 2014 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Telah banyak buku mengenai masalah kemiskinan dan ketimpangan diterbitkan. Namun, karya saudara Wija ini merupakan sumbangan pemikiran yang amat menarik. Buku ini membahas berbagai sisi isu ketimpangan dan mengemukakan analisa serta cara pemecahan persoalan secara meyakinkan; semua itu dikemas dalam gaya penulisan yang mengalir dan mudah dimengerti.
— Arifin M. Siregar; Mantan Gubernur BI dan Menteri Perdagangan
Kemajuan tanpa keseimbangan tidak terlalu bermakna. Mewujudkan keduanya ...
75.
No Image Available
Liberalisme Perbankan Indonesia
Suatu Telaah Ekonomi Politik
| Soft Cover, Oktober 2014 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Buku Liberalisasi Perbankan Indonesia ini merupakan telaah ekonomi-politik terhadap kebijakan Paket Juni (Pakjun) 1983 dan Paket Oktober (Pakto) 1988. Bercermin pada pengalaman negara-negara Southern Cone, studi ini menganalisis tiga hal penting: konteks ekonomi-politik domestik dan internasional yang melatarbelakangi kebijakan Pakjun
1983 dan Pakto 1988, pelaksanaan kebijakan, dan dampak kedua kebijakan tersebut.
Dalam konteks lebih luas, buku ini, yang dikembangkan dari disertasi ...
76.
No Image Available
| Soft Cover, Oktober 2014 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
An excellent book about a great country! Indonesia has made a lot of progress and we should ensure the progress continue to deliver prosperity for all. NO EASY WAY makes us more optimistic and cautious at the same time
— H.M. Jusuf Kalla; Vice President of the Republic of Indonesia, 2004 – 2009 and 2014 – 2019
Wija is that rare breed of scholar who is able to marry intellectual rigor with a compelling voice and style that brings to life the challenges and opportunities of ...
77.
No Image Available
| Soft Cover, September 2014 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Apabila kita mencermati sistem perlindungan HKI yang berkembang saat ini, perlindungan HKI justru tidak lagi sepenuhnya diberikan kepada sang pekerja (labor) yang melakukan kerja mencipta dan menemukan (to invent). Perlindungan HKI saat ini lebih banyak diberikan kepada pemilik modal yang melakukan investasi untuk memanfaatkan HKI.
Dalam konteks inilah, upaya Haryanto mengungkapkan “sesat pikir”
para penulis HKI, yang menggunakan gagasan Locke secara sepotong-sepotong, ...
78.
| Soft Cover, Agustus 2014 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
JURNALISME LINGKUNGAN, meskipun diakui sebagai “spesialisasi” baru, tetaplah jurnalisme yang mesti bertolak dari etika baku di dalam jurnalistik. Jurnalisme lingkungan dapat dilihat sebagai usaha menyampaikan seruan kepada semua pihak untuk berpartisipasi dalam penyelamatan lingkungan hidup. Pers harus memiliki sikap yang jelas terhadap persoalan lingkungan hidup, yang hampir selalu berbenturan dengan kepentingan ekonomi dan kepentingan politik. Apa saja prinsip etis yang perlu diketahui ...
79.
No Image Available
| Soft Cover, Agustus 2014 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Terhitung 88 tahun sejak film pertama Indonesia diproduksi, 1926, ternyata masih banyak potensi yang belum digali. Misalnya, konsep film sebagai media pendidikan, atau promosi daerah melalui karya sinematografi.
Bayangkan pula, di Indonesia hanya ada satu sekolah film untuk 250 juta penduduk! Bahkan Lembaga Sensor Film (LSF), yang harus memeriksa ribuan program televisi dan ratusan judul film tiap tahun, hanya beranggotakan 17 orang ditambah tenaga alih daya lain. Heru Effendy berhasil ...




Keranjang






