Pulang, bagi Medya, seperti melepaskan kerinduan sekaligus membuka kembali lukanya. Perkawinannya yang batal, ibunya yang shock berat, kekasihnya yang terluka, dan anaknya yang tumbuh tanpa ayah. Semua itu menjadi beban yang menindih pundaknya selama ini.
Kedatangan Medya, bagi Erlangga, adalah harapan baru akan cintanya di masa lalu. Kenyataan bahwa anaknya bukanlah darah dagingnya membuat Erlangga tebersit untuk mengulang kembali manis cinta di masa lalunya.
Rena merasakan kepulangan Medya setelah tujuh tahun menghilang bagai halilintar di siang hari. Medya adalah penghalang cintanya kepada Erlangga. Karena Medya pula Rena menderita dan memilih untuk melakukan banyak hal bodoh demi cintanya kepada Erlangga.
Ketiganya seolah berada dalam jalinan benang hidup yang kusut. Masing-masing punya alasan dengan tindakannya. Hanya cinta yang membuat mereka bertahan.