Pencarian

Kata Kunci
Gagas Media
Bahasa
Indonesia
Penulis
Ruwi Meita
Kategori
Buku
Fiksi
Horor

Format
Soft Cover (2)

Hasil: 1 - 4 dari 4
GRIDLIST
1.
Pocong 2 oleh Ruwi Meita
Soft Cover, 2009 Rp. 19.500 Rp. 15.600 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Andin memejamkan mata, membalikkan badan, dan memeluk guling kesayangannya. Ada sekelebat bau busuk melintas. Gulingnya terasa seperti es. Andin membuka matanya. Jantungnya hampir melonjak ke luar. Dia telah berhadapan dengan sebuah wajah pilu dan hijau. Bahkan, Andin memeluknya. Tubuh terbungkus kain putih…. POCONG!!! Andin terus saja melihat pocong di apartemen barunya. Sayangnya, Maya tidak memercayainya. Sampai pada suatu hari, mata ketiga Maya dibuka oleh Ki Gendeng Mangkulangit ...
2.
No Image Available
2007
Stock tidak tersedia
Saat senja datang ribuan kepakan sayap menggema di udara. Membuat bingung angin yang bertiup. Ribuan perempuan putih bersayap keluar dari terowongan kota seperti laron-laron di musim hujan. Mereka hinggap pada tiang jembatan, puncak-puncak gedung tinggi, bergelantungan pada tiang lampu jalan, menara-menara, pucuk-pucuk pohon tinggi. Kepak sayap mereka segera bisu setelah menemukan tempat hinggap. Sesekali sayap mereka membuka pelan dan menutup kembali. Memikat dalam gerakan kupu-kupu. Setiap ...
3.
No Image Available
Hantu Bangku Kosong oleh Ruwi Meita
2006
Stock tidak tersedia
Grace Damayanti masuk menjadi seorang guru pengganti di SMU Permata Bunda, sebuah sekolah khusus putri yang telah berdiri sejak zaman Belanda. Ia ditugaskan untuk menjadi wali kelas 3A menggantikan Melisa, guru sebelumnya yang hanya sanggup mengajar kelas itu dalam beberapa bulan saja. Kelas 3A memang terkenal kelas yang paling sulit ditangani, terlebih karena kehadiran Adela, anak pemilik yayasan swasta yang menjadi penyokong bertahannya sekolah itu. Selain reputasi kelas 3A, Grace dihadapkan ...
4.
No Image Available
Rumah Pondok Indah oleh Ruwi Meita
Soft Cover Rp. 20.000 Rp. 16.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Berbagai rahasia tertimbun di sela-sela tubuhku dan menjamur menjadi tragedi demi tragedi. Rahasia-rahasia itu membuatku berdenyut, bernyawa, dalam erangan kota metropolitan yang membiarkan tumbuhan perdu dan semak berpesta pora di halamanku.Aku hidup karena berbagai macam peristiwa. Yang tegak-rubuh silih berganti lalu mendendam dalamku, menciptakan roh di sela-sela dindingku, menghembuskan nafas-nafas di kisi-kisi jendela yang terbuka, merekam suara-suara yang dapat diputar kembali saat ...