Seolah tak pernah kehabisan ide cerita,kali ini,Remy Sylado hadir
kembali dengan novel paling gres dan terbarunya ini.Empat novel
terdahulu karyanya yang sudah kami terbitkan dalam seri ini adalah
Perempuan Bernama Arjuna 1: Filsafat dakam Fiksi (Bandung: Penerbit
Nuansa Cendekia,2013); Perempuan Bernama Arjuna 2: Sinologi dalam Fiksi
(Bandung: Penerbit Nuansa Cendekia,2014); Perempuan Bernama Arjuna 3:
Favonologi dalam Fiksi (Bandung: Penerbit Nuansa Cendekia,2015),dan
Perempuan Bernama Arjuna 4: Batakologi dalam Fiksi (Bandung: Penerbit
Nuansa Cendekia,2016).
Masih dalam seri yang sama,novel Perempuan Bernama Arjuna 5:
Minasanologi dalam Fiksi ini bertutur dengan memikat ihwal "safari"
intelektual dan kultural pasangan pengantin baru,Arjuna dan
Jean-Claude van Damme,di Tanah Minahasa,perjalanan mereka berdua
mengunjungi tempat kelahiran ibu suami Arjuna di Tomohon,dan juga
pentingnya pesan perdamaian,kebhinnekaan,dan toleransi dalam
kehidupan beragama dan bermasyarakat di kalangan masyarakat
Minahasa bagi bangsa Indonesia dewasa ini.
Sarat dengan berbagai wawasan dan informasi sejarah dan budaya,
"hidangan lezat"Minasanologi dalam novel ini terasa sangat nikmat
untuk kita santap sebagai makanan bergizi bagi batin dan jiwa kita.
Selamat membaca!
Alif Danya Munsyi alias Remy Sylado alias entah siapa lagi, yang nama aslinya Yapi Tambayong, banyak menulis puisi, cerpen, novel, drama, esai, kolom, kiritik, skenario, serta buku-buku tentang musikologi, dramaturgi, bahasa, dan teologi. Ia pernah bekerja sebagai wartawan harian dan majalah di Semarang, Bandung dan Jakarta. Perhatiannya pada bahasa dan sastra mendorongnya mempelajari banyak bahasa. Seniman multidimensi ini lahir di Makassar, dan menghabiskan masa kanak-kanak dan remaja di Semarang dan Solo.