Pencarian

Kategori
Buku
Fiksi
Sosial, Budaya & Sejarah

Hasil: 221 - 240 dari 1200
GRIDLIST
221.
Che Guevara Sang Revolusioner oleh Robert Junaidi
Soft Cover, November 2017
Stock tidak tersedia
Ernesto "Che" Guevara adalah seorang pejuang revolusi, dokter, penulis, pemimpin gerilyawan, diplomat, dan pakar teori militer asal Argentina yang berhaluan Marxis. Sebagai salah satu tokoh utama dalam Revolusi Kuba, wajahnya telah menjadi simbol perlawanan dalam gerakan kontra-kebudayaan dan dalam budaya populer. Che adalah kombinasi antara keberanian yang lantang, kerelaan diri yang lugas, serta semangat yang kukuh. Ia memasrahkan diri pada perjuangan tanpa akhir menuju perubahan ...
222.
Soft Cover, November 2017 Rp. 56.000 Rp. 44.800 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
223.
Zaman Edan Edisi 2017 oleh RONGGOWARSITO
Soft Cover, November 2017
Stock tidak tersedia
Hidup di zaman edan gelap jiwa bingung pikiran turut edan hati tak tahan jika tidak turut batin merana dan penasaran tertindas dan kelaparan tapi janji Tuhan sudah pasti seuntung apa pun orang yang lupa daratan lebih selamat orang yang menjaga kesadaran ...
224.
The Nightingale oleh Kristin Hannah
Soft Cover, November 2017
Stock tidak tersedia
“Tidak lama lagi Hitler akan menarik kita ke dalam perangnya.” (Halaman 10) Perang dunia ke-II telah dimulai dan setiap pria yang berumur 18 hingga 35 tahun wajib ikut berperang. Antoine sang pengantar pos pun mau tak mau harus berangkat ke barisan depan untuk membela negaranya, Prancis, setelah mendapat surat panggilan. Ia meninggalkan istri serta anaknya, Vianne dan Sophie. Bersama anak dan adiknya, Isabelle, Vianne menunggu suaminya kembali dari medan perang. Ketika Perang Dunia ke-II ...
225.
Kisah Perjalanan Pangeran Soeparto oleh Clara Brinkgreve Frieda Amran, Hoesein W. Djajadiningrat, Madelon Djajadiningrat
Soft Cover, September 2017
Stock tidak tersedia
INI KISAH MENGENAI SEBUAH PERJALANAN YANG SPESIAL. Bukan rute perjalanannya yang istimewa, karena sejak akhir abad ke-19, setiap dua minggu sekali berlayar kapal penumpang di antara Belanda dan Hindia-Belanda. Yang istimewa adalah seorang penumpang di salah satu kapal, yang berangkat meninggalkan Pulau Jawa pada pertengahan Juni 1913. Sang penumpang bukanlah bagian dari kelompok pegawai pemerintah Hindia-Belanda maupun pemilik atau pegawai perkebunan yang memenuhi kapal itu; ia seorang pangeran ...
226.
Rahvayana: Aku Lala Padamu oleh Sujiwo Tejo
Soft Cover, Agustus 2017
Stock tidak tersedia
''Dalam Rahvayana, cinta itu indah, bergairah, walau kadang berdarah. Terutama ketika jatuh cinta, atau dijatuhi. Menyenangkan, karena cinta menjadi pemenang: baik bagi Sinta, Rahwana, atau pembaca." —Arswendo Atmowiloto, penulis ''Nakal dan jenaka—khas sang dalang edan Sujiwo Tejo. Membaca novel ini seperti dibawa bertualang di antara dua dunia, ketika tokoh pewayangan hidup di dunia modern. Satu hal yang terlintas di benak, ah, betapa beruntungnya menjadi Sinta ...
227.
Rahvayana: Ada yang Tiada oleh Sujiwo Tejo
Promo Hari Buku Nasional
Soft Cover, Agustus 2017
Stock tidak tersedia
Sinta berubah. Namanya jadi Janaki. Janaki pun berubah. Namanya jadi Waidehi. Tapi, Rahwana tetap mencintainya. Rahwana tetapmenjunjungnya, menyembahnya.   Terhadap titisan Dewi Widowati itu ia tak menyembah nama. Rahwana menyembah Zat melalui caranya sendiri. Persembahannya secara agama cinta ....   Hmmm .... Uhmmm ...   Sebuah nama yang ada bukan karena dinamai. Sebuah nama yang ada juga bukan karena menamai dirinya sendiri. Adakah itu? Ada. Rahwana yakin itu ada. ...
228.
Soft Cover, Juli 2017
Stock tidak tersedia
Mohammad Natsir orang yang puritan. Hidupnya tak berwarna-warni seperti cerita tonil. Tapi kadang kala orang yang lurus bukan tak menarik. Ia punya daya tarik sendiri: santun, bersih, konsisten, toleran, tapi teguh berpendirian. Indonesia sekarang seakan-akan hidup di sebuah lingkaran setan yang tak terputus: regenerasi kepemimpinan terjadi, tapi birokrasi dan politik yang bersih, kesejahteraan sosial yang lebih baik, terlalu jauh dari jangkauan. Natsir seolah-olah wakil sosok yang berada di ...
229.
Soft Cover, Juli 2017
Stock tidak tersedia
Kiai Wahid, demikian dia biasa disapa, merupakan tokoh pembaru pesantren dan pendidikan Islam negeri ini. Sepulang menyantri di sejumlah pesantren di Jawa Timur dan belajar di Negeri Arab, ayah Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid ini memasukkan pendidikan umum dalam sistem pendidikan Pesantren Tebuireng. Kepiawaiannya berorganisasi dan berpolitik membuat Wahid Hasyim dipilih sebagai anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Ia ...
230.
No Image Available
Sepoer Oeap di Djawa Tempo Doeloe oleh Olivier Johannes Raap
Soft Cover, Juli 2017
Stock tidak tersedia
Masa sekitar pergantian abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20 merupakan zaman emas untuk kartu pos. Demikian juga yang terjadi di Nusantara. Pada masa itu, saat telepon masih belum umum digunakan atau dianggap terlalu mahal, kartu pos merupakan media korespondensi terpenting untuk kalangan yang bisa baca tulis. Banyak penerbit swasta mengedarkan beraneka macam kartu pos bergambar yang menarik, sesuai dengan keinginan para pelanggan. Menariknya, bukan sekadar media korespondensi dalam dan ...
231.
No Image Available
Soft Cover, Juli 2017 Rp. 120.000 Rp. 96.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Bagi sebagian orang, melihat matahari terbit di Gunung Bromo atau menyelam di Bunaken sudah membosankan. Sesungguhnya, Tanah Air kita menyimpan seribu nirwana tak tersentuh nun di pelosok. Cobalah tengok Taman Nasional Teluk Cenderawasih di Kwatisore, Nabire, Papua. Hiu paus (Rhincodon typus) yang hidup di sana menjadikan pemandangan alam bawah laut yang berbeda. Ikan berbobot 9 ton dan panjang 10 meter itu lebih “jinak” dibanding ikan lainnya. Dengan menyelam atau diving, kita dapat ...
232.
Kapal Nuh Abad 21 (DAUR IV) oleh Emha Ainun Nadjib
Soft Cover, Juni 2017
Stock tidak tersedia
Jika bahtera Nabi Nuh ada pada masa sekarang ini, apakah kita akan diajaknya ikut serta?   Kalau Nabi Nuh mengulurkan tangannya untuk semua penduduk bumi pada abad 21 ini, mungkin kapal tersebut tidak akan pernah berhenti bergoyang. Tak pernah seimbang. Tak pernah tak limbung. Karena sesungguhnya, masing-masing penumpang tidak sedang menghayati jiwanya bersemayam di atas kapal Nabi Nuh, tetapi justru sibuk menaiki kapal nafsunya sendiri.   Anak-Anak dan Cucu-Cucuku, ...
233.
Mencari Buah Simalakama (DAUR III) oleh Emha Ainun Nadjib
Sepanjang masa hidupmu,kelak kamu akan menemui buah simalakamamu sendiri. Namun, tahukah kamu buah simalakama yang rasanya paling getir yang kesakitannya bukan hanya dirasakan oleh dirimu saja, melainkan harus dipikul oleh jutaan orang di sekitarmu. Inilah simalakama itu: Ibu sebagai jelmaan alam, Bapak berwujud pemerintah, dan Rakyat yang menjadi anak-anaknya. ...
234.
Soft Cover, Juni 2017
Stock tidak tersedia
Sejak diberlakukannya UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah,banyak aspek positif yang diharapkan dalam pemberlakuan Undang-Undang tersebut. Otonomi Daerah memang dapat membawa perubahan positif di daerah dalam hal kewenangan daerah untuk mengatur diri sendiri. Kewenangan ini menjadi sebuah impian karena sistem pemerintahan yang sentralistik cenderung menempatkan daerah sebagai pelaku pembangunan yang tidak begitu penting atau sebagai pelaku pinggiran. Tujuan pemberian ...
235.
Anak Asuh Bernama Indonesia (DAUR I) oleh Emha Ainun Nadjib
Soft Cover, Mei 2017 Rp. 46.000 Rp. 36.800 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Aku dititipi perjuangan bersama engkau semua, anak-anak dan cucu-cucuku. Perjuangan yang meskipun engkau dikepung oleh kegelapan, tetapi engkau tetap sanggup menerbitkan cahaya dari dalam dirimu. Meskipun tertatih di jalanan yang sangat terjal, engkau tetap mampu menata kuda-kuda langkahmu sehingga terjalnya jalan itu bergabung ke dalam harmoni tangguhnya langkahmu. Bahkan, sekalipun engkau ditimpa, ditindih, dihajar dan seakan dihancurkan oleh beribu beban dan permasalahan, engkau ...
236.
Iblis Tidak Butuh Pengikut (Daur II) oleh Emha Ainun Nadjib
Anak, Cucu, dan Saudaraku .... Seberapa bencikah engkau kepada iblis? Yang selalu kau kutuk di sela doa-doamu. Yang selalu kau persalahkan ketika kegelapan menutupi hatimu. Apakah kalian benar-benar percaya jika hatimu hanya memiliki dua sisi yang berseberangan? Kebaikan di sisi malaikat dan keburukan di sisi iblis. Mampukah engkau membaca isi hati manusia-manusia ini: para pejuang yang lantang menolak korupsi, orang-orang yang menolak merampok harta rakyat? Jangan-jangan, mereka ...
237.
No Image Available
Soeka Doeka di Djawa Tempo Doeloe oleh Olivier Johannes Raap
Soft Cover, Mei 2017
Stock tidak tersedia
238.
No Image Available
Soft Cover, Mei 2017
Stock tidak tersedia
Mata, Cinta, dan Terang Semesta ...
239.
No Image Available
Kota di Djawa Tempo Doeloe oleh Olivier Johannes Raap
Soft Cover, Mei 2017
Stock tidak tersedia
Masa sekitar pergantian abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20 merupakan zaman emas untuk kartu pos. Demikian juga yang terjadi di Nusantara. Pada masa itu, saat telepon masih belum umum digunakan atau dianggap terlalu mahal, kartu pos merupakan media korespondensi terpenting untuk kalangan yang bisa baca tulis. Banyak penerbit swasta mengedarkan beraneka macam kartu pos bergambar yang menarik, sesuai dengan keinginan para pelanggan. Menariknya, bukan sekadar media korespondensi dalam dan ...
240.
KARTINI (Movie Tie-In) oleh Abidah El Khalieqy
Soft Cover, April 2017
Stock tidak tersedia
^Aku tidak akan menikah. Aku bisa jadi diriku sendiri. Aku bisa berdaya tanpa laki-laki.^ Dia hanya lulusan E.L.S.-bagaimana mungkin berani melantangkan sumpah menentang ikatan pernikahan? Menabrak akar tradisi, perempuan muda itu juga memiliki prespektif tentang dunia yang begitu jauh. Meradang terhadap ketidakadilan zamannya, pemberontakan Sang Putri Pingitan bak moncong senjata, yang bahkan mengentak kesadaran seorang Ratu Wilhelmina. Memahami Kartini, berarti menyelami perasaannya akan ...