| Soft Cover, November 2017 | Rp. 56.000 | Rp. 44.800 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
222.
| Soft Cover, November 2017 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Hidup di zaman edan
gelap jiwa bingung pikiran
turut edan hati tak tahan
jika tidak turut
batin merana dan penasaran
tertindas dan kelaparan
tapi janji Tuhan sudah pasti
seuntung apa pun orang yang lupa daratan
lebih selamat orang yang menjaga kesadaran ...
223.
| Soft Cover, Agustus 2017 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
''Dalam Rahvayana, cinta itu indah, bergairah, walau kadang berdarah. Terutama ketika jatuh cinta, atau dijatuhi. Menyenangkan, karena cinta menjadi pemenang: baik bagi Sinta, Rahwana, atau pembaca."
—Arswendo Atmowiloto, penulis
''Nakal dan jenaka—khas sang dalang edan Sujiwo Tejo. Membaca novel ini seperti dibawa bertualang di antara dua dunia, ketika tokoh pewayangan hidup di dunia modern. Satu hal yang terlintas di benak, ah, betapa beruntungnya menjadi Sinta ...
224.
| Soft Cover, Agustus 2017 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Sinta berubah. Namanya jadi Janaki. Janaki pun berubah. Namanya jadi Waidehi. Tapi, Rahwana tetap mencintainya. Rahwana tetapmenjunjungnya, menyembahnya. Terhadap titisan Dewi Widowati itu ia tak menyembah nama. Rahwana menyembah Zat melalui caranya sendiri. Persembahannya secara agama cinta .... Hmmm .... Uhmmm ... Sebuah nama yang ada bukan karena dinamai. Sebuah nama yang ada juga bukan karena menamai dirinya sendiri. Adakah itu? Ada. Rahwana yakin itu ada. ...
225.
| Soft Cover, Juli 2017 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Mohammad Natsir orang yang puritan. Hidupnya tak berwarna-warni seperti cerita tonil. Tapi kadang kala orang yang lurus bukan tak menarik. Ia punya daya tarik sendiri: santun, bersih, konsisten, toleran, tapi teguh berpendirian. Indonesia sekarang seakan-akan hidup di sebuah lingkaran setan yang tak terputus: regenerasi kepemimpinan terjadi, tapi birokrasi dan politik yang bersih, kesejahteraan sosial yang lebih baik, terlalu jauh dari jangkauan. Natsir seolah-olah wakil sosok yang berada di ...
226.
| Soft Cover, Juli 2017 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Kiai Wahid, demikian dia biasa disapa, merupakan tokoh pembaru pesantren dan pendidikan Islam negeri ini. Sepulang menyantri di sejumlah pesantren di Jawa Timur dan belajar di Negeri Arab, ayah Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid ini memasukkan pendidikan umum dalam sistem pendidikan Pesantren Tebuireng. Kepiawaiannya berorganisasi dan berpolitik membuat Wahid Hasyim dipilih sebagai anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Ia ...
227.
No Image Available
| Soft Cover, Juli 2017 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Masa sekitar pergantian abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20 merupakan zaman emas untuk kartu pos. Demikian juga yang terjadi di Nusantara. Pada masa itu, saat telepon masih belum umum digunakan atau dianggap terlalu mahal, kartu pos merupakan media korespondensi terpenting untuk kalangan yang bisa baca tulis. Banyak penerbit swasta mengedarkan beraneka macam kartu pos bergambar yang menarik, sesuai dengan keinginan para pelanggan. Menariknya, bukan sekadar media korespondensi dalam dan ...
228.
No Image Available
| Soft Cover, Juli 2017 | Rp. 120.000 | Rp. 96.000 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
Bagi sebagian orang, melihat matahari terbit di Gunung Bromo atau menyelam di Bunaken sudah membosankan. Sesungguhnya, Tanah Air kita menyimpan seribu nirwana tak tersentuh nun di pelosok.
Cobalah tengok Taman Nasional Teluk Cenderawasih di Kwatisore, Nabire, Papua. Hiu paus (Rhincodon typus) yang hidup di sana menjadikan pemandangan alam bawah laut yang berbeda. Ikan berbobot 9 ton dan panjang 10 meter itu lebih “jinak” dibanding ikan lainnya. Dengan menyelam atau diving, kita dapat ...
229.
| Soft Cover, Juni 2017 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Jika bahtera Nabi Nuh ada pada masa sekarang ini, apakah kita akan diajaknya ikut serta? Kalau Nabi Nuh mengulurkan tangannya untuk semua penduduk bumi pada abad 21 ini, mungkin kapal tersebut tidak akan pernah berhenti bergoyang. Tak pernah seimbang. Tak pernah tak limbung. Karena sesungguhnya, masing-masing penumpang tidak sedang menghayati jiwanya bersemayam di atas kapal Nabi Nuh, tetapi justru sibuk menaiki kapal nafsunya sendiri. Anak-Anak dan Cucu-Cucuku, ...
230.
| Soft Cover, Tanda Tangan, Juni 2017 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Sepanjang masa hidupmu,kelak kamu akan menemui buah simalakamamu sendiri. Namun, tahukah kamu buah simalakama yang rasanya paling getir yang kesakitannya bukan hanya dirasakan oleh dirimu saja, melainkan harus dipikul oleh jutaan orang di sekitarmu.
Inilah simalakama itu: Ibu sebagai jelmaan alam, Bapak berwujud pemerintah, dan Rakyat yang menjadi anak-anaknya. ...
231.
| Soft Cover, Juni 2017 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Sejak diberlakukannya UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah,banyak aspek positif yang diharapkan dalam pemberlakuan Undang-Undang tersebut. Otonomi Daerah memang dapat membawa perubahan positif di daerah dalam hal kewenangan daerah untuk mengatur diri sendiri. Kewenangan ini menjadi sebuah impian karena sistem pemerintahan yang sentralistik cenderung menempatkan daerah sebagai pelaku pembangunan yang tidak begitu penting atau sebagai pelaku pinggiran. Tujuan pemberian ...
232.
| Soft Cover, Mei 2017 | Rp. 46.000 | Rp. 36.800 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
Aku dititipi perjuangan bersama engkau semua, anak-anak dan cucu-cucuku. Perjuangan
yang meskipun engkau dikepung oleh kegelapan, tetapi engkau tetap sanggup menerbitkan cahaya
dari dalam dirimu. Meskipun tertatih di jalanan yang sangat terjal, engkau tetap mampu
menata kuda-kuda langkahmu sehingga terjalnya jalan itu bergabung ke dalam harmoni tangguhnya langkahmu.
Bahkan, sekalipun engkau ditimpa, ditindih, dihajar dan seakan dihancurkan oleh beribu beban dan permasalahan,
engkau ...
233.
| Soft Cover, Tanda Tangan, Mei 2017 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Anak, Cucu, dan Saudaraku .... Seberapa bencikah engkau kepada iblis? Yang selalu kau kutuk di sela doa-doamu. Yang selalu kau persalahkan ketika kegelapan menutupi hatimu. Apakah kalian benar-benar percaya jika hatimu hanya memiliki dua sisi yang berseberangan? Kebaikan di sisi malaikat dan keburukan di sisi iblis. Mampukah engkau membaca isi hati manusia-manusia ini: para pejuang yang lantang menolak korupsi, orang-orang yang menolak merampok harta rakyat? Jangan-jangan, mereka ...
235.
No Image Available
| Soft Cover, Mei 2017 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Mata, Cinta, dan Terang Semesta ...
236.
No Image Available
| Soft Cover, Mei 2017 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Masa sekitar pergantian abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20 merupakan zaman emas untuk kartu pos. Demikian juga yang terjadi di Nusantara. Pada masa itu, saat telepon masih belum umum digunakan atau dianggap terlalu mahal, kartu pos merupakan media korespondensi terpenting untuk kalangan yang bisa baca tulis. Banyak penerbit swasta mengedarkan beraneka macam kartu pos bergambar yang menarik, sesuai dengan keinginan para pelanggan. Menariknya, bukan sekadar media korespondensi dalam dan ...
237.
| Soft Cover, April 2017 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
^Aku tidak akan menikah. Aku bisa jadi diriku sendiri. Aku bisa berdaya tanpa laki-laki.^ Dia hanya lulusan E.L.S.-bagaimana mungkin berani melantangkan sumpah menentang ikatan pernikahan? Menabrak akar tradisi, perempuan muda itu juga memiliki prespektif tentang dunia yang begitu jauh. Meradang terhadap ketidakadilan zamannya, pemberontakan Sang Putri Pingitan bak moncong senjata, yang bahkan mengentak kesadaran seorang Ratu Wilhelmina. Memahami Kartini, berarti menyelami perasaannya akan ...
239.
| Soft Cover, Maret 2017 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
“Bang, saya ini mau dibawa ke mana?”
Sopir yang sejak tadi menyanyi kecil di jalan yang penuh motor itu tampak tersentak, “Lho, Ibu maunya ke mana?”
Si penumpang sama sekali tidak tersentak, “Ke mana sajalah, Bang.”
Sopir yang gemar baca komik itu segera sadar mereka telah dilukis oleh dua juru gambar yang berbeda.
Diusianya yang sudah senja, Sapardi masih produktif menuangkan isi pikirannya kedalam kata penuh makna. Buku ini merupakan satu dari sekian banyak buku kumpulan ...
240.
| Soft Cover, Maret 2017 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
/9/
api adalah lambang kehidupan
itu sebabnya ia tak bisa
menjadi fosil
api adalah lambang kehidupan
itu sebabnya kita luluh-lantak
dalam kobarannya
Ayat-Ayat Api
Sapardi Djoko Damono ...




Keranjang






