Pencarian

Kata Kunci
Chairil Anwar
Format
Soft Cover


Bahasa
Indonesia (23)
English (2)

Tentang Chairil Anwar:

Hasil: 21 - 24 dari 24
GRIDLIST
21.
No Image Available
Soft Cover, November 2007
Stock tidak tersedia
Buku ini berisi sajak-sajak terkemuka Chairil Anwar yang dihiasi dengan ilustrasi. Dari kumpulan sajak ini tercermin perjuangan yang tak pernah padam dan terus membahana dalam perjalanan waktu. Meski ia telah lama pergi, karya-karyanya masih dapat kita nikmati hingga sekarang. Chairil Anwar, the pioneer of Indonesian modern literature expressed his over flaming spirit in words:"I want to live a thousands more years". His extraordinary works has always been will always be loved by his ...
22.
Deru Campur Debu oleh Chairil Anwar (1)
Soft Cover, 2007
Stock tidak tersedia
Kalau sampai waktuku ‘Ku tak mau seorang, ‘kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulan yang terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap mendorong menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih dan perih Dan aku akan lebih baik tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi Chairil Anwar, seorang penyair terkemuka di Indonesia yang dijuluki ‘Si Binatang Jalang” lahir dan besar di Medan. Kemudian pindah ke Batavia yang ...
23.
No Image Available
Pulanglah Dia Si Anak Hilang
Kumpulan Terjemahan dan Esai
oleh Chairil Anwar
Soft Cover, 2007
Stock tidak tersedia
Buku in melukiskan keragu-raguan seorang anak muda yang dibesarkan dalam lingkungan agama Protestan oleh tiga orang perempuan: ibunya, bibinya, dan seorang teman mereka. Sesungguhnya yang menjadi pokok cerita ini ialah pengalaman Gide sendiri dalam masa mudanya. Oleh karena keadaan dan pula karena kesalahan ibunya, dalam masa mudanya Gide seorang pendiam benar. Dia seorang pemuda yang menderita, yang merasa dalam dirinya berkembang segala instink seorang pemuda. Kerap kali ia menyesali dan ...
24.
Aku
Berdasarkan Perjalanan Hidup dan Karya Penyair Chairil Anwar
oleh Sjuman Djaya (3)
Soft Cover, 2003
Stock tidak tersedia
Bom atom pertama meledak di kota Hiroshima. Langit berselaput awan cendawan berbisa. Ketika memburai awan ini, bumi laksana ditimpa hujan salju yang ganas. Gedung-gedung beton runtuh. Aspal-aspal jalan terbakar menyala.Bumi retak-retak berdebu, di segala penjuru. Dan beribu tubuh manusia meleleh, tewas atau terluka. Seekor kuda paling binal, berbulu putih dan berambut kuduk tergerai, berlari di pusat kota, Jakarta! Tidak peduli pada yang ada, sekelilingnya, juga tidak pada manusia. Dia ...