Pencarian

Kata Kunci
Multatuli
Penulis
Multatuli
Kategori
Buku

Format
Soft Cover (5)

Bahasa
Indonesia (5)

Hasil: 1 - 5 dari 5
GRIDLIST
1.
Soft Cover, 2025
Stock tidak tersedia
Max Havelaar, ditulis oleh Eduard Douwes Dekker, mantan Asisten Lebak, Banten, pada abad ke-19. Douwes Dekker terusik nuraninya melihat penerapan sistem tanam paksa oleh pemerintah Belanda yang menindas bumiputra. Dengan nama pena Multatuli, yang berarti aku menderita, dia mengisahkan kekejaman sistem tanam paksa yang menyebabkan ribuan pribumi kelaparan, miskin, dan menderita. Mereka diperas oleh kolonial Belanda dan pejabat pribumi korup yang sibuk memperkaya diri. Hasilnya, Belanda ...
2.
Max Havelaar (2019) oleh Multatuli
Soft Cover, Desember 2019
Stock tidak tersedia
Multatuli merupakan nama samaran dari Eduard Douwes Dekker. Dia adalah anggota Dewan Pengawas Keuangan Pemerintah Belanda yang pertama kali ditempatkan di wilayah Batavia (Hindia-Belanda) pada 1840. Tahun 1842 ia meminta untuk dipindahkan ke Sumatra Barat. Di tahun yang sama pula, ia dipindahkan ke Natal, Sumatra Utara, untuk bertugas sebagai Kontelir. Baru setelah itu, dirinya ditugaskan di wilayah Lebak, Banten. Selama bertugas sebagai perpanjangan tangan kolonial Belanda, Eduard Douwes ...
3.
No Image Available
Max Havelaar oleh Multatuli
Soft Cover, April 2008 Rp. 85.000 Rp. 68.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Multatuli merupakan nama samaran dari Eduard Douwes Dekker. Dia adalah anggota Dewan Pangawas Keuangan Pemerintah Belanda yang pertama kami ditempatkan di wilayah Batavia (Hindia Belanda) pada 1840. Tahun 1842 ia meminta untuk dipindahkan ke Sumatra Barat. Di tahun yang sama pula, ia dipindahkan ke Natal, Sumatra Utara, untuk bertugas sebagai Konselir. Baru setelah itu, dirinya ditugaskan di wilayah Lebak, Banten. Selama bertugas sebagai perpanjangan tangan kolonial Belanda, Douwes Dekker ...
4.
Soft Cover Rp. 90.000 Rp. 72.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
“Sungguh pilu mendengarkan ratapan rakyat tentang penindasan, pemerasan, kelaparan… saat aku, istri dan anakku, menatap kemungkinan nasib yang sama: kelaparan dan kemiskinan.” Ya, aku, Multatuli, “yang telah banyak menderita”, kini mengambil alih pena ini. Aku ingin dibaca! Dibaca oleh negarawan yang mesti membuka mata pada tanda-tanda zaman... oleh sastrawan yang merasa berkewajiban membaca buku yang konon “terlalu mengganggu”... oleh Gubernur Jenderal pensiunan... oleh para ...
5.
Max Havelaar oleh Multatuli
Soft Cover
Stock tidak tersedia
Multatuli merupakan nama samaran dari Eduard Douwes Dekker. Dia adalah anggota Dewan Pengawas Keuangan Pemerintah Belanda yang pertama kali ditempatkan di wilayah Batavia (Hindia-Belanda) pada 1840. Tahun 1842 ia meminta untuk dipindahkan ke Sumatra Barat. Di tahun yang sama pula, ia dipindahkan ke Natal, Sumatra Utara, untuk bertugas sebagai Kontelir. Baru setelah itu, dirinya ditugaskan di wilayah Lebak, Banten. Selama bertugas sebagai perpanjangan tangan kolonial Belanda, Eduard Douwes ...