| Soft Cover, Januari 2018 | Rp. 30.000 | Rp. 24.000 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
22.
No Image Available
23.
| Soft Cover, Januari 2018 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Ibrahim Gelar Datuk Sutan Malaka atau yang lebih dikenal dengan Tan Malaka merupakan salah satu tokoh besar di Indonesia. Buku ini akan mengisahkan kehidupan dan peran penting penulis buku “Madilog” itu di tanah air.
Sinopsis Buku
"Tan, jelas, tidak memperlakukan komunisme sebagai satu ideologi; ia adalah metode. Satu alat berpikir sistematis untuk membedah realitas dan menganalisis bagaimana seyogianya pergerakan digulirkan, pembagian wewenang dilangsungkan, dan pengorganisasian ...
24.
| Soft Cover, Oktober 2017 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Tan Malaka menulis buku Dari Penjara ke Penjara dalam dua jilid terpisah. Jilid pertama menuturkan tentang pergulatannya di penjara Hindia-Belanda dan Filipina. Sedang jilid kedua menceritakan tentang "perjalanan"-nya dari Shanghai, Hongkong, hingga kembali ke tanah air. Dalam buku ini, kedua jilid tersebut dirangkum menjadi satu.
Meski berada di balik jeruji, Tan Malaka tetap berusaha "mendobrak" semangat perjuangan rakyat Indonesia. Baginya, barang siapa yang ingin menikmati hakikat ...
25.
No Image Available
| Soft Cover, Oktober 2017 | Rp. 98.000 | Rp. 78.400 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
26.
| April 2017 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
HE was the first important figure who conceived of and wrote about the Republic of Indonesia. Muhammad Yamin called him, “Father of the Republic of Indonesia.” Following the declaration of independence he mobilized the youth for a mass rally at the Ikada Square on September 19, 1945. Tan Malaka could be called Indonesia’s most mysterious independence figure. He lived on the run in 11 countries ...
28.
| Soft Cover, Februari 2017 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
"Ia orang pertama yang menulis konsep Republik Indonesia. Muhammad Yamin menjulukinya ""Bapak Republik Indonesia"". Sukarno menye but nya ""seorang yang mahir dalam revolusi"". Tapi hidupnya berakhir tragis di ujung senapan tentara republik yang didirikannya.
Tan melukis revolusi Indonesia dengan ber gelora. Sukarno pernah menulis testamen politik yang berisi wasiat penyerahan kekuasaan kepada empat nama—salah satunya Tan Malaka—apabila Bung Karno dan Bung Hatta mati atau ditangkap. ...
29.
| Soft Cover, Agustus 2016 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Ia orang pertama yang menulis knsep Republik Indonesia. Muhammad Yamin menjulukinya “Bapak Republik Indonesia”. Sukarno menyebutkannya “seorang yang mahir dalam revolusi”. Tapi hidupnya berakhir tragis di ujung senapan tentara republik yang didirikannya.
Tan melukis revolusi Indonesia dengan bergelora. Sukarno pernah menulis taestamen ppolitik yang berisi wasiat penyerahan kekuasaan kepada empat nama-salah satunya Tan Malaka-apabila Bung Karno dan Bung Hatta mati atau ditangkap. ...
30.
| Soft Cover, Juli 2015 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Ia orang pertama yang menulis konsep Republik Indonesia. Muhammad Yamin menjulukinya ”Bapak Republik Indonesia”. Sukarno menyebutnya ”seorang yang mahir dalam revolusi”. Tapi hidupnya berakhir tragis di ujung senapan tentara republik yang didirikannya.
Tan melukis revolusi Indonesia dengan bergelora. Sukarno pernah menulis testamen politik yang berisi wasiat penyerahan kekuasaan kepada empat nama--salah satunya Tan Malaka--apabila Bung Karno dan Bung Hatta mati atau ...
31.
No Image Available
32.
No Image Available
| Soft Cover, Agustus 2014 | Rp. 48.000 | Rp. 38.400 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
Pernahkah terpikirkan, siapa sebenarnya yang pertama kali menulis konsep Republik Indonesia? Dialah Tan Malaka. Namanya memang tak sementereng Sukarno, Hatta, dan Sutan Sjahrir. Tan Malaka begitu ditakuti, hingga namanya pun berusaha dilupakan. Dia bahkan pernah dihapus dari teks-teks buku sejarah dan kisah heroik pahlawan nasional.
Tak hanya dalam hal pemikiran, idealisme Tan Malaka pun tak tergoyahkan. Lantaran idealisme itu pula ia selalu diburu. Hingga akhirnya dia harus mati di ujung ...
33.
| Soft Cover, Agustus 2014 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Tan Malaka : Dari Penjara Ke Penjara Edisi Refresh ( Sc ) ...
34.
| Soft Cover, Mei 2014 | Rp. 140.000 | Rp. 112.000 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
Tan Malaka melihat kemajuan umat manusia harus melalui tiga tahap: Dari "logika mistika" lewat "filsafat" ke "ilmu pengetahuan" (sains). Dan selama bangsa Indonesia masih terkungkung oleh "logika mistika" itu, tak mungkin ia menjadi bangsa yang merdeka dan maju. Madilog merupakan jalan keluar dari "logika mistika" dan imbauan seorang nasionalis sejati buat bangsanya untuk keluar dari keterbelakangan dan ketertinggalan. Madilog Tan Malaka : ...
35.
| Soft Cover, April 2014 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Di suatu malam pada sebuah pertemuan Bung Karno, Bung Hatta, Bung Sjahrir, dan K.H. Agus Salim - Tan Malaka yang hadir tanpa diundang kemudian berkata lantang:
"Kepada kalian para sahabat, tahukah kalian kenapa aku tidak tertarik pada kemerdekaan yang kalian ciptakan. Aku merasa bahwa kemerdekaan itu tidak kalian rancang untuk kemaslahatan bersama. Kemerdekaan kalian atur oleh segelintir manusia, tidak menciptakan revolusi besar. Hari ini aku datang kepadamu, wahai Soekarno sahabatku... ...
36.
No Image Available
| Soft Cover, November 2013 | Rp. 40.000 | Rp. 32.000 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
"Sejarah selalu tentang siapa yang menuliskannya". Terlepas dari benar atau tidaknya ungkapan tersebut, sebagai rakyat Indonesia, alangkah baiknya bila kita mencermati sejarah, terutama kisah para pahlawan revolusi yang memperjuangkan kemerdekaan negeri ini. "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya," demikian ungkapan Bung Karno.
Buku ini mengangkat kisah perjalanan hidup Tan Malaka, seorang pahlawan yang sempat dilupakan oleh bangsanya ...
37.
No Image Available
| Soft Cover, September 2013 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Dulu, Tan Malaka sangat merisaukan makin menciutnya wilayah Repubiik dengan berdirinya negara boneka bentukan Belanda. Sementara kaum kapitalis, kolonialis, dan imperialis berhasil mengacaukan perekonomian dan keuangan Republik Indonesia. Karena itu, Tan Malaka tidak mengenal kompromi dengan kekuatan kolonialisme dan imperialisme. la tidak menyetujui perundingan v,dengan lawan. la menganggap berunding adalah sikap mengorbankan kedaulatan dan kemerdekaaan rakyat.
Gerpolek merupakan buku yang ...
38.
| 2012 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Setelah sekian lama Tersingkirkan Oleh Sejarah,Awal Era Reformasi baru mulai dibuka dan dibaca Kembali untuk di pahami,dikaji,dan dikritisi. Namun Reformasi telah berdengung lebih satu dasawarsa,Pemikiran Tan Malaka sudah jarang dibaca,dikaji,didiskusikan bahkan diaplikasikan.
Pemikiranya tidak pernah out of date,melainkan selalu bisa kontekstual dari masa ke masa untuk bangsa ini. Ia bisa menempatkan liberasi sebagai hal pokok dalam ciri "" keadirian"" Kemandirian"" Manusia : Kemerdekaan ...
39.
| Soft Cover, Desember 2010 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Buku ini berisi dokumen vital bagi rekonstruksi sejarah Sumatera. Dipilih dan disusun oleh pakar sejarah Sumatera paling terkemuka, Anthony Reid, membuat kumpulan catatan perjalanan para penjelajah yang pernah menginjakkan kaki langsung ke tanah Sumatera ini menjadi sebuah perkisahan memukau tentang periode panjang sejarah Sumatera dari abad ke-9 sampai ke-20.
Meskipun tidak menceritakan sejarah Sumatera secara runtun, buku ini mengelompokkan catatan-catatan perjalanan tersebut dalam ...
40.
| Soft Cover, 2010 | Rp. 125.000 | Rp. 100.000 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
Tan Malaka (1894-1949) pada tahun 1942 kembali ke Indonesia menggunakan nama samara sesudah 20 tahun mengembara. Pada masa Hindia Belanda, ia bekerja untuk Komintem (organisasi komunis revolusioner internasional) dan sesudah 1927 memimpin Partai Repoeblik Indonesia yang illegal dan antikolonial.
Ia tidak diberi peranan dalam proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia: Soekarno, Hatta, dan Sjahrir. Tetapi segera pula mereka tidak sejalan. Tan Malaka menghendaki sikap tak mau berdamai dengan ...




Keranjang





