Cari berdasarkan:











Misquoting Jesus 
Kesalahan Penyalinan dalam Perjanjian Baru
oleh: Bert D. Ehrman
> Religius » Kristen » General

List Price :   Rp 120.000
Your Price :    Rp 102.000 (15% OFF)
 
Penerbit :    Gramedia Pustaka Utama
Edisi :    Hard Cover
ISBN :    979-22-2367-3
Tgl Penerbitan :    September - 2006
Bahasa :    Indonesia
 
Sinopsis Buku:
Kalau selama ini Anda sangat meyakini Kitab Suci sebagai Wahyu Allah, atau lebih ekstrem lagi diberikan oleh Allah, dan mendasarkan seluruh iman Anda pada Kitab Suci, buku ini akan membuat Anda lebih kritis terhadap Kitab Suci dan bisa jadi mampu menggoyahkan keyakinan Anda yang sudah mengakar bertahun-tahun. Kalau Anda orang Kristen, Anda harus bersiap diri untuk banyak hal tak terduga, yang jauh di luar bayangan dan keyakinan Anda. Namun demikian, Anda wajib membaca buku ini untuk lebih mematangkan dan mendewasakan iman Anda.

Pada tahun 1707, John Mill, mengumpulkan sekitar 100 manuskrip Perjanjian Baru berbahasa Yunani dari berbagai wilayah. Dari hasil kerja kerasnya selama 30 tahun, para pembaca akan terkaget-kaget melihat sedikitnya 30.000 perbedaan yang telah Mill temukan. Dan kritik keras pun sebenarnya telah dilontarkan sejak abad kedua oleh Celsus, yang dicap kafir, yang menyatakan bahwa orang Kristen mengubah-ubah naskah sekehendak hati, seperti orang mabuk yang baru pulang dari lomba minum. Pada tahun 1689, Richard Simon menerbitkan hasil studinya atas tradisi naskah Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dalam buku berjudul Sejarah Kritik Naskah Perjanjian Baru, yang antara lain menyatakan:"apakah mungkin... kalau Allah memberikan kepada umat-Nya Buku-buku sebagai Aturan untuk melayani Dia, tetapi Dia pada saat yang sama membiarkan naskah yang pertama dan asli dari Buku-buku itu hilang sejak awal berdirinya Agama Kristen?

"Karena di zaman berdiri dan berkembangnya agama Kristen belum ada mesin cetak untuk memproduksi sebuah naskah, maka setiap orang atau komunitas kristiani yang membutuhkannya melakukan penyalinan. Salinan demi salinan Kitab Suci menimbulkan perbedaan, sebagian barangkali tidak disengaja, tapi sebagian besar dilakukan dengan sengaja, dengan motivasi dan tujuan tertentu.

Perdebatan mengenai keotentikan naskah kitab suci memang sudah berlangsung ratusan bahkan ribuan tahun, dan dalam buku ini Bart Ehrman akan menunjukkan kepada kita siapa-siapa yang mengubah teks-teks (mengubah kata, kalimat, bahkan menambahkan atau mengurangi sebuah cerita) Kitab Suci; contoh bagian-bagian mana yang telah diubah; dan mengapa mereka melakukan pengubahan itu.

Pertanyaannya: kalau Kitab Suci diubah-ubah oleh banyak tangan, dari waktu ke waktu, dari generasi ke generasi, dari satu wilayah ke wilayah lain, apakah kata-kata yang tertulis di dalamnya sungguh-sungguh merupakan Sabda Allah? Kalau bukan, lantas bagaimana iman kita yang selama ini didasarkan pada Kitab Suci?Hasil studi dan temuannya dipaparkan dengan sangat gamblang, dengan bahasa yang mudah kita cerna, sekalipun kita masih awam dalam studi kitab suci.




Resensi Buku:
Jadilah yang pertama untuk meresensi buku ini!



Buku Sejenis Lainnya:
oleh Yoppi Margianto
Rp 68.500
Rp 58.225
Tidak semua pesan yang terkandung di dalam Alkitab bahasa asli sanggup disampaikan di dalam terjemahannya, karena sebuah pesan selalu berisi makna ...  [selengkapnya]
oleh Ev. Daniel Alexander
Rp 19.500
Rp 16.575
Figur sentral penyebab luka-luka batin di dunia ini adalah laki-laki. (Daniel Alexander).Suatu kali ketika Tuhan Yesus sedang mengajar ...  [selengkapnya]
oleh Rubin Adi Abraham
Rp 17.000
Rp 14.450
Di mana hartamu berada, di situ pula hatimu.Bagi sebagian orang, harta adalah segala-galanya. Tak heran bila banyak orang menghalalkan segala cara ...  [selengkapnya]
oleh Jim Wood
Rp 19.500
Rp 16.575
Dalam doa kita diharapkan untuk berbicara dengan Tuhan, bukan berbicara kepada Tuhan. Tentu saja dua hal tersebut berbeda. Saat kita berbicara kepada ...  [selengkapnya]


Lihat semua buku sejenis »




Advertisement