Cari berdasarkan:











Berselimut Surban Cinta   
oleh: Irwanto al-Krienchie
> Fiksi » Romantis
> Religius » Islam » Novel

List Price :   Rp 40.000
Your Price :    Rp 34.000 (15% OFF)
 
Penerbit :    Diva Press
Edisi :    Soft Cover
Bahasa :    Indonesia
 
Sinopsis Buku:
“Novel religius ini merajut gemuruh cinta Lazuardi, Fitrah, dan Bening dengan sangat lembut, haru, dan anggun dalam pesona iman dan etika. Kekuatan setting etnik Kerinci (Jambi) yang sangat elok adalah keunikan lain kualitas novel ini. Membaca kisah cinta ini, kuatkanlah hati Anda untuk turut bergetar, menangis, terpesona ekspresi cinta yang amat putih.”
Taufiqurrahman al-Azizy, novelis pengarang Trilogi Makrifat Cinta & Kitab Cinta Yusuf Zulaikha.


Haruskah cinta putih ini yang bersumber dari lubuk hati menabrak harga diri, pengabdian orang tua, etika sosial, dan garis-garis agama? Lalu yang manakah yang harus dikorbankan: cinta, etika, atau agama? Tidak bisakah semua nilai suci itu berpadu dalam keikhlasan pelangi cinta abadi?

***

Kiai Syamsul Bahri menutup wajah Bening dan Fitrah dengan surban putih yang selalu dipakai Lazuardi, menyatukan mereka dalam pelukan cinta abadi, seraya berbisik: “Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam surga-Ku.” (QS. al-Fajr [89]: 27-30).

***

Mak, Mamak, Fitrah, dan Bening…

Setelah aku bermuhasabah, merenungi perjalanan hidupku, aku berusaha menjauhi ego yang selalu mengotori kebeningan hatiku dan menodai kefitrahan diriku. Memang benar pernyataan seorang Syekh, “Selama egomu menyertaimu, engkau tak akan kenal Allah.…”

Mak, Mamak, Fitrah, dan Bening…

Setelah menyadari hal di atas, aku ingin 'kosong' dari sifat ego, supaya aku dapat mengapung di atas Samudera Makrifat, seperti pernyataan Syekh, “Hanya benda-benda kosong yang terapung di permukaan air. Kosongkan dirimu dari sifat-sifat kemanusiaan, maka engkau akan mengapung di Lautan Penciptaan.”

Akhirnya, ingatlah bahwa kunci menjalani kehidupan dengan damai adalah dengan modal keikhlasan dalam berbuat. Dan, ingatlah pesan Jalaluddin Rumi, “Jangan kau taruh harapanmu pada manusia, kau akan kecewa. Taruhlah harapanmu pada Tuhan, agar kau terselamatkan.”

Surat Bersampul Biru Lazuardi
(tokoh utama novel ini)




Resensi Buku:
Jadilah yang pertama untuk meresensi buku ini!



Buku Sejenis Lainnya:
oleh Liz Fielding
Rp 30.000
Rp 25.500
Rencana Jessica Hayes unutk hidup tenang hancur berantakan ketika kakaknya "menitipkan" bayinya yang rewel. Setelah diusir dari apartemennya, Jessie ...  [selengkapnya]
oleh Sandra Brown
Rp 35.000
Rp 29.750
Jenny Fletcher telah banyak mengorbankan mimpi-mimpinya demi calon suaminya. Hal Hendren, yang lebih mementingkan misi sosialnya daripada Jenny. ...  [selengkapnya]
oleh Sally Wenthworth
Rp 30.000
Rp 25.500
Hanya masalah nama? Red McGee, begitu ia ingin dipanggil. Red merasa nama itu sesuai dengan rambutnya yang kemerahan dan temperamennya. Tapi Linus ...  [selengkapnya]
oleh Nora Roberts
Rp 35.000
Rp 29.750
Setelah bercerai, Hester Wallace menyadari anak laki-lakinya, Radley, membutuhkan figur seorang ayah. Kebetulan sekali tetangganya, Mitch Dempsey, ...  [selengkapnya]


Lihat semua buku sejenis »




Advertisement