7disabled
Stok Tidak Tersedia
Atau
Tambah ke Daftar Keinginan

Beritahukan jika produk ini tersedia kembali
Jaringan Ulama (Soft Cover)
Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII & XVIII : Akar Pembaruan Islam Indonesia
oleh Azyumardi Azra

Ketersediaan : Stock tidak tersedia

Format : Soft Cover
ISBN : 9793465468
Tanggal Terbit : Agustus 2007
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Prenada Media
Halaman : 495
Dimensi : 150 mm x 230 mm



Deskripsi:
Buku ini berusaha membedah kandungan intelektual yang terdapat dalam jaringan ulama Haramain dan Nusantara pra-abad ke-19. Berbeda dengan berbagai studi tentang Islam di Indo-nesia pra-abad ke-19 yang lebih banyak mendasarkan pembahasannya kepada sumber

Kategori dan Rangking Bestseller:

Buku Lainnya oleh Azyumardi Azra:
Halaman 1 dari 1
(Soft Cover)
oleh Azyumardi Azra
Rp. 105.000
Rp. 84.000
Stock di Gudang Supplier
No Image Available
(Soft Cover)
oleh Azyumardi Azra
Rp. 750.000
Rp. 600.000
Stock di Gudang Supplier
(Soft Cover)
oleh Azyumardi Azra
Rp. 89.000
Rp. 71.200
Stock di Gudang Supplier
No Image Available
(Soft Cover)
oleh Azyumardi Azra
Rp. 975.000
Rp. 780.000
Stock di Gudang Supplier
(Soft Cover)
oleh Azyumardi Azra
Rp. 73.000
Rp. 58.400
Stock di Gudang Supplier
(Soft Cover)
oleh Azyumardi Azra
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Azyumardi Azra
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Azyumardi Azra
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Azyumardi Azra
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Jamal D. Rahman
Stock tidak tersedia

Review Konsumen:
5 -
4 -
3 -
2 100%
1 -
2.0
1 Review
Tulis Review Anda
Seorang Pembaru: Muhammad bin Abdil Wahhab
oleh Rimbun Natamarga pada Senin, 22 November 2010
Muhammad bin Abdil Wahhab lahir di ”Uyainah, Nejed, pada tahun 1115 H (1703 M). Ia adalah salah satu anak laki-laki Abdul Wahhab bin Sulaiman. Nasab mereka adalah Muhammad bin Abdil Wahhab bin Sulaiman bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Rasyid bin Buraid bin Muhammad bin Buraid bin Musyarraf bin Umar At-Tamimi. Karena itu, mereka semua dikenal sebagai alu Musyarraf (dinasti atau keluarga keturunan Musyarrof).

Adalah sesuatu yang galib terjadi pada saat itu, bila Sulaiman bin Ali, kakek Muhammad bin Abdil Wahhab, mendorong anak-anaknya untuk mempelajari dan mendalami Islam secara serius. Selain Abdul Wahhab, ada adiknya, Ibrohim, yang mengikuti jejak ayah mereka berdua. Oleh karena itu, dalam lingkaran keluarga terdekatnya, Muhammad bin Abdil Wahhab telah mengenal secara akrab gaya hidup kaum terpelajar (scholarship) pada saat itu. Kakek, ayah dan pamannya adalah agen-agen langsung kehidupan seperti itu.

Talaqqi

Dapat dipahami bila kemudian Muhammad menghabiskan masa kanak-kanak tidak sebagaimana kelaziman anak-anak sebayanya pada saat itu. Sejak usia dini, ayahnya telah menyibukkannya dengan hafalan-hafalan Al-Qur’an ketimbang menghabiskan waktu bermain-main seperti anak-anak yang lain.

Dalam mempelajari agama, menghafal Al-Qur’an adalah salah satu tahapan yang mesti dilalui oleh seorang pelajar sebelum ia membaca dan mempelajari masalah-masalah agama yang lain. Hal ini sudah jamak.Belum genap memasuki usia yang kesepuluh tahun, ... Baca Selengkapnya
0 dari 1 orang berpendapat bahwa ini bermanfaat,
Apakah review ini bermanfaat bagi Anda?
Tulis Review Anda