normal
20%
OFF
Tambah ke Keranjang Belanja
Atau
Tambah ke Daftar Keinginan

Berburu Nyali di Tebing Emas (Soft Cover)
oleh Dadang sukandar

Harga Resmi : Rp. 48.000
Harga : Rp. 38.400 (20% OFF)

Ketersediaan : Stock di Gudang Supplier

Format : Soft Cover
ISBN : 979763504X
ISBN13 : 9789797635046
Tanggal Terbit : April 2007
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Andi Publisher
Dimensi : 120 mm x 190 mm



Deskripsi:

Selalu ada cerita yang mampu memberi pelajaran berharga dalam setiap perjalanan, ke gunung, ke tebing, bahkan ke pusat kota sekalipun. Betapa beranekanya permukaan bumi ini.setiap jengkalnya menjanjikan wawasan baru, yang memasak jiwa hinggan menjadi lebih matang.Buku ini menghadirkan suasana alam dalam aktivitas naik gunung dan panjat tebing,tentang apa-apa yang ditemui, yang kemudian dapat menjadi semacam nilai yang bisa direnungkan, yang semakin mendewasakan diri di dalam menggeluti alam semesta.Daftar IsiKata pengantar1. Panjat tebing itu cara bermain aman di sisi curam2. Mengikat janji dengan penunggu pendil3. Leyeh-leyeh di gunung gede4. Tersangkut di tebing kawah gunung gede5. Krakatau, sebuah dunia baru6. Catatan harian memanjat tebing sepikul7. Panjat tebing emas8. Telaga sampuran harimau9. Satu weekend di citatah10. Hobi baru di pusat bisnis


Kategori dan Rangking Bestseller:

Buku Lainnya oleh Dadang sukandar:
Halaman 1 dari 1
(Soft Cover)
oleh Dadang sukandar
Rp. 0
Stock di Gudang Supplier
(Soft Cover)
oleh Dadang sukandar
Stock tidak tersedia

Review Konsumen:
5 100%
4 -
3 -
2 -
1 -
5.0
1 Review
Tulis Review Anda
Cerita Segar Tulisan Perjalanan Indonesia
oleh dadang sukandar pada Minggu, 4 Mei 2008
Cerita Segar Tulisan Perjalanan Indonesia


Dahulu Soe Hok Gie pernah memesonakan dengan tulisan perjalanan bertajuk "Menaklukkan Gunung Slamet". Dalam tulisan tersebut dengan gamblang pria yang meninggal di usia muda itu menjabarkan seluk-beluk perjalanan mereka ke gunung tertinggi di Jawa Tengah tersebut.

Pada awal tulisannya, Gie menjabarkan latar belakang perjalanan pendakian. Dengan gaya normatif kaku dan ideal, akhirnya Gie menemukan apa sebenarnya konsep mereka hingga nekat mendaki gunung berkepala botak itu.
"Mencintai secara sehat tak akan mungkin dapat dicapai bila kita tak mengenalnya. Mendaki gunung membuat kami lebih mengenal masyarakat Indonesia dari dekat," paparnya.

Ungkapan kalimat-kalimat itu yang kemudian masih menggayuti kepala, bila kita bertandang kembali ke gunung-gunung. Karena dengan kalimat-kalimat itu, para pendaki gunung seperti memasuki fase berikutnya dari era gagah-gagahan mendaki, menuju era baru yang lebih bermanfaat.

Para pemuda mulai belajar mengenal masyarakat Indonesia dari dekat, mendalami dan mengerti masalah-masalahnya, hingga nanti saat para pemuda itu menjadi para pemegang keputusan, simpanan-simpanan memori itu yang akan menjadi pegangan.

Itu sekelumit hasil sebuah tulisan tentang perjalanan, yang mengejewantahkan konsep, dan menjabarkannya hingga menjadi prinsip yang dibutuhkan manusia dalam menjani hidup. Gie baru satu contoh. Bagaimana bila kita membaca tulisan Madelon Lulofs dalam novel Coolie.
Dalam pengembaraan wanita Belanda itu ke negeri ... Baca Selengkapnya
Apakah review ini bermanfaat bagi Anda?
Tulis Review Anda